Xiao Heiven : New Genesis

Xiao Heiven : New Genesis
Ch. 24 — Tidak Mungkin?!


__ADS_3

Pertarungan sengit antara Heiven dan Xiao Bao akhirnya pecah.


Mereka berdua bertarung dengan kekuatan penuh karena tak ada satupun dari mereka yang menginginkan kekalahan.


Di pundak Xiao Bao ada harga diri yang harus dipertahankan karena ia adalah Raja dari Kerajaan ini. Sedangkan Heiven harus mempertahankan hidupnya karena masa depan seluruh bumi saat ini berada di pundaknya.


Xiao Bao bertarung dengan mengunakan kekuatan sihir elemen tanah yang memiliki perpaduan antara serangan dan pertahanan yang sangat kuat.


Sedangkan Heiven bertarung dengan mengandalkan kecepatan gerakan dan teknik tombak yang ia kuasai.


Saat masih kecil, Heiven sebenarnya telah menguasai jurus-jurus tombak tingkat tinggi yang diajarkan langsung oleh ibunya. Namun, seiring berjalannya waktu ia sama sekali tidak pernah menggunakan ketrampilan tombaknya itu karena keadaan Bumi di masa depan memang cukup damai.


Jurus-jurus tombak yang dimiliki Heiven ternyata dapat menghalau semua serangan sihir elemen tanah yang digunakan Xiao Bao.


Kecepatan gerakan selincah angin yang dimiliki Heiven juga membuat Xiao Bao sulit menentukan arah serangannya.


Xiao Bao sudah berada dalam posisi yang tidak seberapa menguntungkan padahal pertarungan baru berjalan selama beberapa nafas.


“Bocah ini ternyata memilih kekuatan seperti seekor monster,” gumam Xiao Bao melihat sekeliling mencari jejak Heiven yang tiba-tiba saja menghilang dari pandangnya.


Xiao Bao akhirnya memutuskan untuk menggunakan salah satu sihir terlarang yang ia miliki. Sebab, Ia tidak boleh kalah dalam pertarungan kali ini atau harga dirinya sebagai seorang Raja akan hancur.


Mantera yang terdengar sangat kuno mulai bersenandung di mulut Xiao Bao sambil membuat beberapa gerakan segel sihir dengan menggunakan tongkat sihirnya.


...“Sihir Elemen Tanah — Neraka Pasir.”...


Tekanan energi yang sangat kuat memancar dari tanah tongkat sihir yang ada di dalam genggaman Xiao Bao dan membuat sebuah gelombang pasir setinggi dua puluh meter yang mirip dengan sebuah ombak tsunami.


Heiven menatap dingin ke arah Xiao Bao. Ia sebenarnya tidak dapat melihat dengan jelas tempat dimana Xiao Bao berdiri saat ini. Sebab, gelombang pasir yang setinggi dua puluh meter ini benar-benar telah memblokir pandangannya.

__ADS_1


Namun, serangan gelombang pasir seperti ini tak akan mungkin bisa meruntuhkan tekadnya yang sekokoh tebing.


Heiven segera menarik tombaknya ke samping lalu memutarnya dengan kecepatan tinggi.


Aliran Qi yang berpusat di tombak pusaka yang ada di tangan Heiven, seketika membuat pusaran angin tornado yang sangat kuat.


Hanya dalam beberapa tarikan nafas, sebuah pusaran angin tornado raksasa yang memancarkan kekuatan yang begitu dahsyat telah muncul di samping Heiven. Pusaran angin ini mampu menerbangkan semua pasir yang ada di dekatnya.


...“Badai Tombak Menebus Ombak.”...


Heiven langsung mengayunkan tombaknya ke depan dan pusaran angin tornado yang sangat kuat langsung menghantam ombak pasir buatan Xiao Bao.


Boom ...


Sebuah ledakan dahsyat yang mampu membuat semua wilayah Kerajaan Merak Hijau bergetar, seketika terdengar saat kedua kekuatan besar itu saling berbenturan dan menghilang.


Sensasi tak nyaman tiba-tiba melintas di pikiran Xiao Bao saat memikirkan tentang kekuatan Heiven.


Xiao Bao segera menggunakan kekuatannya untuk mengetahui seberapa besar kekuatan sihir yang dimiliki Heiven. Akan tetapi, ia malah melihat sesuatu yang lebih mengejutkan. Sebab, tidak ada aliran Mana sedikitpun di tubuh Heiven.


“Tidak mungkin?! Apakah dia bukan seorang penyihir? Lalu darimana sumber kekuatan besar yang ia gunakan untuk melawan semua serangan sihir yang aku gunakan?” Xiao Bao sangat terkejut hingga pikirannya terlepas dalam lautan kebimbangan.


Selama ratusan tahun ia memimpin Kerajaan Merak Hijau, ia baru pertama kali melihat ada sesuatu seaneh ini pada tubuh seorang manusia. Manusia yang sama sekali tidak memiliki Mana di dalam tubuhnya tapi mampu melawan serangan mantera sihir tingkat tinggi.


Bahkan, kesatria terbaik yang dimiliki Kerajaan Merak Hijau pun masih memiliki aliran mana di dalam tubuhnya walaupun dia bukanlah seorang penyihir.


Xiao Bao merasa bahwa Heiven adalah sebuah bahaya tersembunyi bagi kedamaian Kerajaannya jika dibiarkan hidup lebih lama lagi. Sebab, mereka berdua saat ini telah memiliki perselisihan yang kemungkinan besar tidak bisa diselesaikan kecuali salah satu di antara mereka ada yang mati.


...“Sihir Elemen Tanah — Tarian Pedang Pasir.”...

__ADS_1


Sebuah formasi sihir berukuran raksasa tiba-tiba muncul di atas permukaan tanah saat Xiao Bao kembali menggunakan salah satu sihir mantera sihir tingkat tinggi yang ia miliki.


Ribuan pedang yang terbuat dari pasir dan sangat tajam seketika terbentuk dari lautan pasir yang ada di tempat ini dan langsung menyerang Heiven dari segala arah.


Clang …


Heiven mengandalkan kecepatannya untuk menghalau setiap pedang pasir yang menuju ke arahnya. Ia sama sekali tak merasa kesulitan ataupun mendapat luka walaupun diserang dari berbagai arah yang sulit ditebak.


“Menyerahlah dan tunduk padaku jika kau masih menginginkan hidupmu!” seru Xiao Bao dengan lantang.


Heiven hanya menanggapi ancaman Xiao Bao dengan senyum mengejek lalu mundur beberapa langkah ke belakang dan langsung melakukan gerakan berputar.


...“Pusaran Tombak Kematian.”...


Pusaran angin tornado yang lebih kuat dari sebelumnya seketika muncul di sekitar Heiven dan langsung menghancurkan semua serangan pedang pasir yang mengarah ke tempatnya.


Hanya dalam waktu sepuluh nafas, ratusan pedang pasir telah berhasil dihancurkan dan berubah kembali menjadi butiran debu.


Xiao Bao lalu menggerakkan tongkat sihirnya ke depan sambil membaca sebuah mantera sihir untuk memperkuat serangan pedang pasir miliknya setelah ratusan pedang pasir buatannya dihancurkan dengan begitu mudah oleh Heiven.


“Hai orang tua, apakah kau sama sekali tidak merasa kelelahan? Mau sampai kapan kau akan menyerangku dengan serangan seperti mainan anak-anak ini,” ejek Heiven untuk memecah konsentrasi Xiao Bao.


Heiven tahu bahwa untuk menggunakan sebuah mantera sihir tingkat tinggi seperti ini membutuhkan konsentrasi yang begitu dalam agar aliran Mana di tubuh seorang penyihir tetap stabil. Untung saja Heiven sama sekali tidak mengolah Mana di dalam tubuhnya.


“Bicaralah sesukamu anak muda karena sebentar lagi mulutmu akan akan tertutup untuk selamanya.” Xiao Bao menggerakkan giginya berusaha menahan amarahnya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa konsentrasinya telah sedikit terganggu.


“Jangan bermimpi!”


Heiven memperkuat gerakan putarannya. Kali ini ia juga memutar tombak pusaka yang ada di tangannya untuk menambah kekuatan pusaran angin tornado yang ia buat.

__ADS_1


Di sekitar Xiao Bao, ratusan pedang pasir yang tersisa mulai menyatu dan membentuk puluhan pedang pasir raksasa sepanjang sepuluh meter. Setiap pedang pasir memancarkan kekuatan elemen tanah yang begitu dahsyat dan membuatnya terlihat semakin kokoh.


__ADS_2