
Sebuah cahaya yang sangat menyilaukan layaknya sebuah komet yang melintasi bumi melesat dengan kecepatan tinggi keluar dari wilayah perbatasan Kerajaan Merak Hijau.
Di dalam cahaya itu terlihat dua sosok bayangan yang cukup familiar. Walaupun terlihat samar, tapi bentuk bayangkan dari kedua sosok itu cukup jelas. Ya! Itu adalah bayangan dua orang anak manusia.
Sosok yang pertama adalah seorang wanita yang terbang dengan indah layaknya seorang dewi. Sedangkan sosok yang satunya adalah seorang pria yang tampak tak sadarkan diri.
Sosok pria itu tentu saja adalah Heiven yang tak lagi bisa mempertahankan kesadaran karena kehabisan Qi. Sedangkan sosok wanita itu pasti penduduk di zaman ini yang datang untuk menyelamatkan Heiven dari serangan mematikan yang dilemparkan Lin Yao.
Tidak ada yang tahu apa alasan wanita itu datang ke tempat pertarungan mereka berdua dan menyelamatkan Heiven padahal mereka berdua belum pernah bertemu.
Mungkinkah wanita ini adalah musuh para peryihir kegelapan dan telah lama bersembunyi di Kerajaan Merak Hijau karena mencium aktifitas rahasia dari para peryihir kegelapan di Kerajaan ini? Atau jangan-jangan wanita ini tahu bahwa Heiven adalah pewaris dari kekuatan Dewa Waktu?
Jika ia tidak melihat ada sesuatu yang istimewa di tubuh Heiven, maka mustahil wanita itu bersedia menyelinap ke dalam pertarungan antara Lin Yao dengan Heiven dan mengabaikan bahaya yang begitu besar hanya untuk menyelamatkan Heiven. Jadi, bisa dipastikan bahwa wanita ini memiliki motif tersembunyi pada Heiven.
Wanita itu terus terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi sambil melindungi Heiven dengan aura energi cahaya yang memancar dari tubuhnya.
Setelah berhasil meninggalkan Benua tempat Kerajaan Merak Hijau berada ternyata perjalanan wanita ini tidak berjalan dengan mulus. Sebab, semua mata-mata yang telah disebarkan oleh Kerajaan Merak Hijau di seluruh penjuru negeri dalam beberapa tahun terakhir ini telah menerima perintah dari Lin Yao.
Entah bagaimana caranya berita itu sampai ke telinga mereka dalam waktu secepat ini. Tapi, dengan kekuatan sihir tingkat tinggi yang dimiliki oleh Lin Yao ataupun para petinggi Kerajaan maka hal seperti itu bukanlah sebuah masalah yang besar.
__ADS_1
Selama perjalanan, wanita ini telah dihadang oleh beberapa orang prajurit mata-mata yang berasal dari Kerajaan Merak Hijau. Namun, ia dapat dengan mudah mengalahkan mereka semua hanya dalam waktu beberapa tarikan nafas saja.
Wanita itu akhirnya tiba di sebuah Benua dengan suhu udara yang sangat panas. Suhu udara di tempat ini seakan-akan ingin menghanguskan tubuh mereka. Untung saja aura cahaya yang memancar dari tubuh wanita ini mampu meredam hawa panas tersebut.
Tempat ini bukanlah tempat yang ingin dituju oleh wanita ini. Karena itu, setelah beristirahat sejenak, ia kembali melanjutkan perjalanan.
Namun, saat berada di tengah perjalanan, wanita ini merasakan jika energi kehidupan yang memancar dari tubuh Heiven menjadi semakin melemah. Padahal Heiven tidak mendapatkan luka yang cukup parah di tubuhnya.
Alasan kenapa Heiven sampai tak sadarkan diri adalah karena kehabisan Qi. Akan tetapi, gejala yang ditunjukkan dari tubuh Heiven sangat berbeda seolah-olah ia saat ini sedang berjuang melawan kematian.
Wanita ini hanya bisa mempercepat gerakannya saat terbang agar lebih cepat sampai ke tempat tujuannya. Sebab, kondisi di tempat ini sangat tidak memungkinkan untuk mengobati seseorang.
Semakin lama seseorang berada di Benua ini maka hawa panas yang ada di tempat ini akan semakin kuat menyerang tubuh dan jiwa orang itu. Ini adalah bentuk perlindungan alami yang dimiliki oleh Benua ini. Karena itu, Benua ini dikenal dengan sebutan Benua Bayangan Neraka dan tidak banyak makhluk hidup yang mampu bertahan di tempat ini.
Tidak ada apapun di tempat ini selain hamparan lautan berwarna biru yang ujungnya terlihat hampir menyentuh langit karena bentuk dari Planet Bumi.
Setelah melihat sekeliling dan memastikan tidak ada mata-mata dari Kerajaan Merak Hijau yang mengikutinya dari belakang, Wanita itu langsung membawa Heiven terjun hingga ke dasar laut. Entah apa yang sebenarnya tersembunyi di dalam lautan yang sangat luas ini.
**
__ADS_1
Kerajaan Merak Hijau.
Saat ini Lin Yao sedang berdiri di depan batu nisan ayahnya hanya dengan ditemani oleh Gurunya.
Upacara pemakaman Raja Xiao Bao baru saja selesai. Tidak ada yang alasan kenapa Lin Yao memerintah para petinggi istana untuk mempercepat prosesi pemakaman Ayahnya. Padahal prosesi pemakaman seorang Raja biasanya memakan waktu yang cukup lama.
“Putri, tenangkan pikiranmu. Ingat! Kau saat ini harus menggantikan tugas Ayahmu untuk mengatur roda pemerintahan di Kerajaan Merak Hijau. Jika kau membuat keputusan yang salah karena terbawa emosi maka Kerajaan ini bisa hancur di tanganmu. Apakah kau menginginkan hal seperti itu?”
Guru dari Lin Yao memberiku beberapa nasihat agar Lin Yao tidak terlarut dalam kesedihannya karena sebuah tugas besar telah menantinya di depan mata.
“Tapi, Guru. Aku sama sekali tidak bisa melupakan dendamku pada Heiven. Biar bagaimana juga aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri agar jiwa ayahku tenang di alam akhirat,” jawab Lin Yao mengepalkan tangannya. Ia berusaha keras meredam emosinya agar energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya tidak tiba-tiba meluap tak terkendali.
“Kalau begitu saya akan membiarkan Putri menenangkan diri selama beberapa waktu. Saya akan membantu anda menyelesaikan semua urusan pemerintahan sampai pikiran anda bisa kembali tenang.”
Guru dari Lin Yao sebenarnya adalah seorang Perdana Menteri Kerajaan Merak Hijau. Jika Raja Xiao Bao sedang tidak ada di tempat karena sebuah alasan khusus, biasa dia akan mengambil alih mengatur roda pemerintahan yang ada di Kerajaan ini sampai Raja kembali.
“Baiklah, Guru. Sepertinya setelah ini aku akan menjalani latihan tertutup selama beberapa minggu,” balas Lin Yao.
Guru itu pun akhirnya pergi meninggalkan Lin Yao sendirian di tempat ini. Ia tahu bahwa Lin Yao memiliki banyak hal pribadi yang ingin dikatakan pada Ayahnya meskipun Ayahnya saat ini tidak dapat melihat ataupun mendengar suaranya lagi.
__ADS_1
“Hehe … Untuk apa kau bersedih seperti seorang wanita lemah. Nyawa harus dibayar dengan nyawa itu adalah hukum alam yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Sebuah dendam tidak harus dilupakan seperti ocehan lemah gurumu itu. Ingat! Dendam itu harus di balas agar kau bisa terlepas dari belenggu iblis hati dan mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi.”
Sesosok pria yang memakai baju perang lengkap berjalan mendekati Lin Yao. Pria ini memancar aura energi kegelapan yang sangat mendominasi dan selalu dikelilingi oleh petir yang dapat menyambar siapapun yang berusaha mendekat.