
Heiven dan Lin Yao akhirnya hampir sampai di ujung portal dimensi ini.
Perjalanan mereka berdua kali ini jauh lebih cepat dari sebelumnya. Sebab, barisan petir kekacauan tak lagi menghadang perjalanan mereka. Bahkan, tak ada satupun petir kekacauan yang menampakkan diri di depan mereka.
Akan tetapi, entah kenapa pikiran Heiven tiba-tiba dihantui oleh sebuah firasat buruk. Ia merasa ada bahaya yang sedang menunggunya jika ia keluar dari portal dimensi ini.
Selama ini firasatnya tidak pernah meleset. Karena itu, ia menjadi sangat waspada saat semakin dekat dengan pintu keluar dari portal dimensi ini.
Heiven meminta Lin Yao untuk tetap berada di dalam portal dimensi ini sampai ia datang kembali untuk menjemputnya.
Benar saja, sebuah kekuatan aneh aneh tiba-tiba menyerang kedua kakinya begitu ia melangkahkan kaki keluar dari portal dimensi ini.
Tepi jurang yang seharusnya memiliki permukaan tanah tenang, tiba-tiba mulai bergejolak dan menghisap kaki siapapun yang berdiri di atasnya.
Heiven merasa seolah-olah berdiri di atas kubangan lumpur hisap yang sangat kuat. Tekanan energi yang cukup kuat ke arah bawah membuat tubuhnya terperosok ke dalam tanah dengan sangat cepat.
Merasa keadaan semakin tak terkendali, Heiven segera memusatkan Qi di ujung jarinya dan mulai menggambar sebuah formasi sihir seukuran selembar uang kertas.
...“Sihir Elemen Es — Semburan Hawa Dingin.”...
Semburan hawa dingin yang begitu dahsyat langsung muncul di sekitar Heiven begitu Ia mengaktifkan salah satu mantera sihir tingkat tinggi yang diwariskan Dewi Nuwa.
Semburan hawa dingin itu lalu berkumpul di sekitar Heiven dan mulai menyerang permukaan tanah yang seperti lumpur hisap itu tanpa ampun.
__ADS_1
Elemen es adalah musuh dari elemen tanah dan Heiven sangat paham tentang hal itu. Karena itu, ia tidak menggunakan kekuatan elemen api dalam serangannya kali ini.
Dalam sekejap, permukaan tanah yang tadinya terus bergejolak mulai dibekukan dan berubah menjadi dataran es.
Pria misterius yang menyerang Heiven dari sisi berlawanan menjadi terkejut. Sebab, ini adalah kali pertamanya mantera sihir yang ia miliki dapat dipatahkan oleh seseorang dengan sangat mudah.
“Jangan senang dulu anak muda! Serangan barusan hanya permulaan, aku pasti akan memberimu pelajaran karena kau telah berani menculik Putriku. Jika aku tak dapat membunuhmmu maka jangan panggil aku Xiao Bao,” ancam pria misterius itu dengan dingin.
Pria misterius itu ternyata adalah Raja Xiao Bao, penguasa dari Kerajaan Merak Hijau. Dengan kata lain, ia adalah Ayah dari Lin Yao.
Heiven yang merasa tidak melakukan apa yang telah dituduhkan oleh pria misterius bernama Xiao Bao yang tiba-tiba muncul di hadapannya dan menyerangnya ini, sontak saja menjadi geram. Ia sama sekali tidak mengenal siapa pria ini sebelumnya ataupun bertemu dengan putrinya lalu bagaimana ia bisa menculik putrinya?
“Aku sama sekali belum pernah bertemu ataupun mengenal siapa Putrimu. Apakah kau pikir Putrimu memiliki paras yang sangat cantik dan membuat siapapun yang melihatnya akan kehilangan kendali lalu menculiknya? Kau jangan asal menuduh jika tak memiliki bukti yang jelas!” bantah Heiven geram.
Xiao Bao terlihat sangat marah setelah mendengar ucapan Heiven. Ia tak dapat lagi membendung amarahnya dan meluap-luap tak terkendali bersama dengan aura yang memancar dari tubuhnya.
“Dasar bocah! Aku akan menghabisimu tanpa meninggalkan sesuatu untuk dimakamkan,” seru Xiao Bao dengan wajah merah padam terbakar amarah.
Heiven sama sekali tak merasa takut sedikitpun dengan ancaman Xiao Bao walaupun ia tahu bahwa Xiao Bao bukanlah orang sembarangan. Sekilas, ia bisa merasakan bahwa Xiao Bao adalah seorang penyihir yang sangat kuat walaupun ia tidak bisa memastikan ada di tingkat mana.
Saat ini, Heiven juga tidak tahu sudah berada di tingkat yang mana kultivasi yang ia miliki karena Bumi yang sekarang sama sekali belum mengenal apa itu kultivator. Jadi, ia berencana untuk membuat tingkatan kultivasi sendiri setelah ia kembali ke istana kecilnya dan berdiskusi dengan Yu Hao.
“Cobalah jika kau mampu!” balas Heiven menantang. Ia sangat yakin bahwa ia memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi Xiao Bao.
__ADS_1
“Jangan melebih-lebihkan kemampuanmu yang lemah itu. Aku ingatkan! lebih baik kau tunduk padaku dan mengatakan dimana kau menyembunyikan Putriku,” seru Xiao Bao menggertakkan giginya.
Xiao Bao sebenarnya hanya ingin menggertak Heiven dan mencari tahu bagaimana keadaan Putrinya saat ini. Akan tetapi, ia tak dapat mengendalikan amarahnya begitu melihat Heiven.
Heiven segera mengeluarkan tombak pusaka miliknya dan bersiap melakukan serangan lebih dulu. Ia seakan-akan telah lupa dengan peringatan Yu Hao yang melarangnya untuk tidak sembarang menunjukkan tombak pusaka yang ia miliki di depan umum.
“Aku akan membuatmu sadar bahwa kekuatan bukanlah segalanya.” Heiven segera melesat ke arah Xiao Bao dengan tombak pusaka yang ada di tangan kanannya.
Xiao Bao menyipitkan matanya saat melihat Heiven menyerang tanpa menggunakan kekuatan sihir dan lebih memiliki menyerang dengan menggunakan senjata layaknya seorang prajurit. Ia merasa bahwa Heiven ini terlihat cukup aneh.
Namun, hal seperti itu tidak berlangsung lama karena Xiao Bao harus memusatkan konsentrasinya untuk menghadapi serangan Heiven. Ia adalah Penguasa di Kerajaan ini jadi ia sama sekali tidak kalah dari siapapun jika bertarung di dalam kawasan istana atau hargadirinya sebagai seorang Raja akan jatuh.
Xiao Bao segera menggambar sebuah formasi sihir di atas permukaan tanah dengan tongkat sihirnya sambil membaca sebuah mantera.
...“Sihir Elemen Tanah — Lautan Pasir.”...
Permukaan tanah yang sebelumnya telah diubah menjadi dataran es oleh Heiven, dalam sekejap berubah kembali menjadi padang pasir saat Xiao Bao mengaktifkan formasi sihir miliknya.
“Apakah kau pikir pasir seperti itu dapat menganggu langkahku?”
Heiven segera memusatkan aliran Qi yang ada di tubuhnya ke kedua kakinya dan merubahnya menjadi kekuatan elemen angin.
...“Bayangan Angin.”...
__ADS_1
Langkah kaki Heiven menjadi semakin ringan dan cepat. Ia sama sekali tak terganggu dengan tanah berpasir yang seharusnya memiliki daya hisap yang cukup kuat dan dapat menenggelamkan kaki siapapun kapan saja. Ia seolah-olah sedang berjalan di atas angin.
Dari mana Heiven mempelajari teknik gerakan ini? Sebab, teknik gerakan ini bukan bagian dari mantera sihir yang diwariskan oleh Dewi Nuwa. Ini adalah teknik gerakan seorang kultivator!