YES!! I'Am Mermaid

YES!! I'Am Mermaid
YES!! I'am Mermaid - Ep. 14


__ADS_3

"A-apa?? Kau bilang apa?" Lucas menanyakan hal yang baru saja diucapkan oleh putrinya secara gamblang. Pria itu tak menyangka bahwa Suri akan mengatakan hal seperti itu.


"Apa Ayah menyukai Ryn?" Tanya Suri sekali lagi.


Lucas menginjak gas dan melajukan mobilnya kembali, dia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, dengan senyum di bibirnya dia memandang putrinya yang masih menunggu jawaban darinya.


"Kau tidak perlu mengerti hal-hal seperti itu Suri" Lucas mengusap kepala Suri dengan lembut. "Lagipula, definisi menyukai yang kau katakan pada Ayah tentu saja berbeda dengan definisi menyukai menurut Ayah"


"Lalu? Apa arti menyukai menurut Ayah? Apa seperti ayah yang menyukai Wendy?"


Pria itu terdiam, jujur saja! Dia tidak tahu jawaban apa yang harus ia berikan kepada Suri, sebenarnya saat ini Lucas juga tidak tahu bagaimana perasaanya pada wanita itu. Atau bisa dibilang, perasaanya pada Wendy biasa saja, tapi jika ditanya apakah dia memiliki pacar? Tentu saja dia akan mengakui Wendy sebagai pacarnya.


"Ya..." Lucas menghela nafas berat. "Mungkin"


"Jadi Ryn tidak punya kesempatan?" Tanya Suri lagi. Sepertinya anak itu sungguh ingin menjodohkan ayahnya dengan gadis bermata biru bernama Ryn.


"Kenapa kau begitu ingin Ayah menyukai Ryn?"


"Karena aku suka Ryn, hanya itu alasanku" jawab Suri jujur. "Tapi... Kalau Ayah tidak menyukainya, aku juga tidak masalah"


"Sudahlah, kita tidak seharusnya membahas hal ini"


"Baik, Ayah...." Suri mengangguk pelan, ia membuang muka untuk menatap jalanan yang sepi disekitarnya.


•••


Di dalam rumah Lucas, Ryn tengah sibuk merapikan kamar Suri. Dia menata ulang kamar yang setiap hari selalu berantakan itu, akibat ulah mereka berdua sendiri yang selalu bermain di dalam kamar. Sebenarnya, Ryn ingin sekali membawa Suri jalan-jalan keluar rumah, tetapi sepertinya akan sulit meminta ijin dari pria bernama Lucas itu.


Nany berjalan mendekat ke kamar Suri, wanita paruh baya itu memerhatikan Ryn dengan seksama, dia tersenyum melihat Ryn yang masih muda tapi sudah paham betul akan tanggung jawabnya di rumah ini.


"Ryn??"


Ryn menoleh, memandang seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu. "Nany? Ada apa?"


"Aku ingin pergi sebentar" ucap Nany dengan menenteng sebuah tas belanjaan, "Em... Tidak sebentar sih, sepertinya aku akan mampir dulu ke suatu tempat saat perjalanan pulang"


"Nany mau kemana?" Tanya Ryn penasaran.

__ADS_1


"Aku ingin belanja beberapa bahan makanan" jawab Nany santai. "Apa kau ingin titip sesuatu?"


"Bolehkah???" Tanya Ryn antusias, gadis itu terlihat senang mendapat tawaran dari Nany, buru-buru Ryn mendekati Nany dan menggandeng tangan wanita tua itu. "Ji-jika Nany tidak keberatan, aku ingin makan donat"


Kedua mata Nany menatap bingung, dia heran dengan gadis di depannya yang hanya titip makanan murah seperti itu. "Donat??"


"Iya, apa boleh?"


Nany tersenyum, dia berjalan ke arah pintu keluar sambil terus ditemani Ryn. "Tentu saja boleh, kau yakin hanya ingin makan donat?"


"Yaa..." Jawab Ryn dengan senyuman manisnya. "Aku tidak menginginkan apapun lagi selain kue itu"


"Baiklah..." Nany melangkah pergi, belum jauh Nany melangkah, Ryn segera mengejar Nany dan menghentikan langkah wanita tua itu.


"Tu-tunggu!"


Ryn merentangkan kedua tangannya di depan Nany, gadis itu tiba-tiba kepikiran sesuatu. Jika dipikir-pikir, tentunya sudah lama dia tidak merendam tubuhnya ke dalam air, berhubung hari ini tidak akan ada orang di rumah Lucas, dia ingin menggunakan kolam renang rumah itu.


"Kira-kira, berapa lama Nany pergi?" Tanya Ryn sambil menundukkan wajahnya. "Apa anda bisa memastikan kapan anda akan kembali?"


"Kenapa??"


"Astaga Ryn!! Aku pikir kenapa?!" Nany menepuk bahu Ryn dengan lembut. "Aku tidak akan lama, kira-kira aku akan kembali dua jam lagi"


Dua jam?? Itu waktu yang cukup untukku - Ryn.


"Ah! Baiklah..." Ryn memberikan jalan pada Nany untuk pergi. "Selamat jalan! Aku akan menunggu Nany"


"Jaga rumah baik-baik ya?" Pinta Nany dengan ramah.


Ryn melambaikan tangannya dengan penuh semangat, wajahnya terlihat berseri saking bahagianya. "Okay!"


Yes!!! - Ryn.


_______________________________________


Gadis bermata biru nan cantik itu sudah berdiri di depan sebuah kolam renang, kolam renang yang bahkan tidak pernah digunakan oleh pemilik rumah. Selama Ryn tinggal disana, ia belum pernah melihat Lucas menggunakan kolam renang tersebut.

__ADS_1


Ryn menghirup nafas dalam-dalam, membiarkan udara segar masuk ke dalam tubuhnya, ia sangat ingin menikmati saat-saat seperti ini. Kedua tangannya begitu cekatan melepas pakaian yang ia kenakan, ia tidak ingin membuang-buang kesempatan bagus. Ryn meletakkan pakaiannya di sebelah pot bunga yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


Oke... Mari kita lakukan - Ryn.


BYURR!!!


Perubahan wujud Ryn terjadi, dari kakinya terciptalah seekor sirip dengan duri tajam dibagian belakang dan sisi kanan kirinya. Gadis itu segera berenang-renang dengan bebasnya, sudah lama setelah menjadi pengasuh Suri, ia tidak berenang dan kembali ke laut. Biasanya, Ryn hanya berendam di bak mandi Suri ketika sudah saatnya bagi dirinya untuk mandi.


"Ini menyenangkan!" Ryn tertawa senang, meskipun kolam itu tidak terlalu luas dibanding dengan lautan, tapi bagi Ryn yang memiliki darah manusia juga ditubuhnya, itu sudah lebih dari cukup.


CEKLEK!!!


(Suara pintu terbuka)


Eh?? - Ryn.


Benar! Telinganya tidak salah saat mendengar suara seseorang membuka pintu depan rumah, buru-buru Ryn menenggelamkan diri ke dasar kolam untuk bersembunyi. Gadis bermata biru itu mendengar suara langkah kaki seseorang yang mulai memasuki ruang tengah rumah itu.


Dengan sedikit keberanian, Ryn mencoba untuk mengintip. Gadis itu mengeluarkan sebagian kepalanya ke permukaan untuk sekedar melihat siapa yang datang ke rumah itu? Bukankah ini belum dua jam? Atau itu bukan Nany? Kedua mata Ryn terbuka lebar, ketika mendapati sosok Lucas yang berdiri di ruang tengah, pria tampan itu hanya terlihat melirik kesana-kemari, seperti sedang mencari sesuatu.


WTF!! Ini gawat... - Ryn.


Lucas segera menaiki anak tangga, sepertinya ada barang yang tertinggal di dalam kamarnya, buru-buru Ryn naik ke pinggiran kolam renang. Gadis itu mencoba untuk bersembunyi, ia yakin betul pasti Lucas saat ini sedang mencarinya, mengingat ia pulang dengan keadaan rumah yang sepi, kosong tidak ada orang. Sedangkan pintu rumah bagian depan tidak di kunci.


"Sial! Sirip ini kan butuh waktu lama untuk berubah menjadi kaki" gerutu Ryn kesal.


Tap!


Tap!


Tap!


Tap!


Hah?! - Ryn.


BERSAMBUNG!!!

__ADS_1


Halo, terima kasih sudah membaca! Jangan lupa tinggalkan jejak. Seperti Like, favorit, Vote dan beri komentar yang mendukung! Saya sangat cinta kalian para pembaca ☺️♥️


IG Author : NessaCimolin


__ADS_2