
Suasana penuh keheningan menghiasi malam itu, Lucas duduk berhadapan dengan Ryn yang ditemani oleh Suri. Satu jam setelah memberikan pakaian pada Ryn, Wendy segera pergi dari rumah itu karena ada urusan yang harus ia kerjakan.
Makan malam yang tadinya mulus-mulus saja tiba-tiba berubah karena kalimat yang diucapkan Suri. Bukan kata kotor yang ia keluarkan, Suri yang masih kecil meminta seorang pengasuh untuk dirinya. Tentu saja Lucas terkejut, mengingat Suri tidak pernah mau jika didampingi seorang pengasuh, kedua mata Lucas tertuju pada Ryn yang duduk dengan tenang. Gadis itu terlihat cantik karena dirinya telah membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang diberikan oleh Wendy.
Aku tak menyangka pakaian kakak akan terlihat bagus padanya - Lucas.
"Ayah setuju kan?" Suara Suri akhirnya memecah keheningan. Gadis kecil itu menoleh kepada Ryn lalu tersenyum senang, dia juga kembali memperhatikan Lucas yang terlihat masih berpikir.
"Kau baru mengenalnya Suri!"
"Tapi, aku suka Ryn!"
"Tapi aku tidak suka!" Sahut Lucas cepat. "Aku tidak suka jika kau seperti ini, membawa orang asing untuk tinggal di dalam rumah??"
"Aku bukan orang jahat" ucap Ryn memotong pembicaraan, gadis bermata biru itu menggenggam jemari Suri erat. "Aku berjanji, tidak akan ada hal buruk yang terjadi pada Suri"
"Kau mungkin memang bukan orang jahat, tapi bagaimana aku bisa mempercayai kata-katamu itu??"
"H--hatiku, hatiku tulus" ujar Ryn lirih setengah gagu.
"Kalau begitu coba keluarkan hatimu agar aku bisa melihatnya!!" Maki Lucas kesal, pria itu berdiri dari duduknya dan masih bersikukuh untuk menolak kehadiran Ryn di rumahnya.
"Ayah!" Cegah Suri, agar ayahnya tidak pergi. Namun sepertinya, hal itu tidak berhasil.
"Kita sudah selesai bicara Suri!!"
Ryn buru-buru bangkit dari duduknya, gadis itu melangkahkan kaki untuk mengejar Lucas yang belum terlalu jauh melangkah. Ryn berbicara pada Suri tanpa suara, dia meminta Suri untuk menunggu dan mempercayakan semuanya pada dirinya.
Kurang selangkah lagi dia sampai pada Lucas, Ryn mendadak menutup hidungnya. Entah sejak kapan? Indera penciuman Ryn menjadi semakin tajam, dia sangat menyukai aroma tubuh Lucas. Dia takut kalau-kalau aroma tubuh yang ditimbulkan manusia itu akan membuatnya terbuai.
"Hei, tunggu dulu!" Ryn berbicara kurang jelas akibat hidungnya yang disumbat. Tanpa sepengetahuan dirinya, rupanya Lucas berhenti secara mendadak. Hal itu membuat tubuh Ryn menabrak bagian belakang tubuh Lucas.
"Ya Tuhan!" Ucap Ryn ketika dirinya sudah jatuh terduduk di belakang Lucas, duyung cantik itu lantas berdiri dan menatap kedua mata Lucas dalam-dalam ketika pria itu sudah berbalik. Untuk sesaat, Ryn termenung berkat aroma tubuh Lucas yang menenangkan, namun ketika dia sadar. Gadis itu sudah menutup hidungnya kembali.
"M--maafkan aku! Tapi kita perlu bicara"
Melihat Ryn yang menutup hidungnya, membuat Lucas tanpa sadar mencium kaos yang ia kenakan. Pria itu dibuat heran dengan tingkah Ryn yang aneh.
Aku tidak bau tuh! - Lucas.
"Apa kau menghinaku??"
"Apa??" Ryn menatap pria itu bingung.
"Kenapa kau menutup hidungmu? Apa aku se-bau itu??"
__ADS_1
Merasa sadar atas apa yang telah ia lakukan, Ryn memilih mundur beberapa langkah untuk membuat jarak aman dari pria itu, Ryn melepas kedua tangannya yang sedari tadi menutup sebagian wajahnya.
"Apa yang harus aku lakukan? Agar kau mempercayaiku?"
"Apa maksudmu?" Lucas balik bertanya.
"Ini tentang Suri, aku juga menyukainya. Kau bahkan tidak perlu meng-gajiku untuk itu" ceplos Ryn asal, dia tidak tahu bahwa ucapannya merupakan suatu tanda buruk.
Lucas tertawa kecut, pria tampan itu membuang muka ke arah lain dan menganggap Ryn remeh. "Sudah kuduga, pasti seperti ini!"
"..........."
Ryn diam, dia sama sekali tidak mengerti apa arti kalimat yang barusan di ucapkan oleh pria di depannya. Lucas melangkah maju, dia mencengkram kedua bahu Ryn kuat-kuat sehingga gadis itu tidak memiliki kesempatan untuk kabur, atau hanya sekedar untuk menutup hidung.
"Seberapa murahnya dirimu?"
Kedua mata Ryn membulat lebar, membuat seluruh kornea matanya yang berwarna biru itu terlihat dengan jelas. "A--aku...."
"Kau pikir kau siapa?!" Ledek Lucas kesal. "Dengan mendekati Suri dan membuat Suri memihak dirimu, kau pikir kau akan bisa dengan mudah mendapatkan aku?!"
"Apa??"
"Aku tahu dengan jelas gadis sepertimu!" Imbuh Lucas lagi. "Kau datang dengan penuh kemisteriusan, sekarang kau ingin aku mengijinkan dirimu untuk tinggal disini. Kau ingin mencoba untuk memikat-ku?"
"Aku tidak menyukaimu...."
Mendengar kalimat lirih yang dikatakan oleh Ryn mampu membuat Lucas kembali berbalik. Dia berdiam diri membiarkan gadis itu meneruskan kalimatnya.
"Sejak awal aku tidak pernah menyukaimu, dan aku tidak akan pernah menyukaimu" Ryn menengadahkan kepalanya, dia mengatakan hal tersebut dengan sungguh-sungguh. "Aku tulus menyukai Suri dan ingin menjadi pengasuhnya"
Diam, hanya hal itu yang bisa pria tampan itu lakukan. Di dalam otaknya, dia berpikir bahwa Ryn adalah gadis asing yang mengidap gangguan psikis. Bisa-bisanya dia menyerukan ke-tidak-sukaan-nya pada Lucas secara gamblang, bahkan dengan menatap kedua matanya. Memangnya apa yang kurang pada pria itu, sehingga Ryn tidak menyukainya? Lucas pun tertawa kecil.
"Tidakkah kau merasa iba pada Nany yang sudah tua, dia harus mengurus rumah dan harus mengurus Suri disaat yang bersamaan" Ryn mengusap tangan kirinya yang tiba-tiba merinding. Dia sangat yakin pasti sekarang Lucas sedang memaki dirinya di dalam hati. "Nany juga punya keluarga di tempat lain, sedangkan aku hanyalah gadis sebatang kara"
"Berapa usiamu??"
"Uh???"
Ryn terdiam, bagaimana dia bisa menjelaskan pada Lucas berapa umurnya. Jika dia mengatakan sudah berumur sekitar empat puluh tahunan, apakah Lucas akan percaya? Mengingat wajahnya masih seperti gadis belia.
"De-delapan belas"
Lucas menganggukkan kepala pelan, pria itu lantas pergi tanpa mengatakan apapun. Tepat ketika ia akan menaiki anak tangga pertama, pria itu berbalik menatap Ryn yang masih berdiam diri ditempatnya tadi.
"Mulai besok, Nany akan mengajarimu apa saja yang harus kau kerjakan"
__ADS_1
Ryn terkejut, kedua sudut bibirnya terangkat dan membuat simpul senyuman yang indah. "Terima kasih...."
'Cantik.....' Batin Lucas, pria itu menggaruk belakang lehernya dan langsung berbalik meneruskan langkahnya untuk menuju kamar.
Ryn melompat kegirangan, gadis bermata biru itu segera berlari ke tempat Suri dan menceritakan kabar bahagia tersebut. Suri yang setengah mengantuk hanya memberi selamat pada Ryn ala kadarnya. Di hari pertamanya diterima, tugas Ryn saat ini adalah menidurkan Suri. Gadis itu juga memilih untuk tidur di kamar Suri, menunggu hari esok dimana Lucas akan memberitahu dimana kamarnya di dalam rumah itu.
_______________________________________
Keesokan paginya, Lucas bersiap untuk pergi bekerja. Dia melihat sekilas pintu kamar Suri yang masih tertutup, pria itu melangkah mendekat dan menempatkan telinganya pada daun pintu tersebut. Suara kegaduhan terdengar dari balik pintu kamar Suri, merasa khawatir akan keselamatan putrinya. Lucas lantas membuka pintu kamar Suri secara paksa.
Dia begitu terkejut, ketika melihat Suri yang terbalut handuk dengan Ryn yang menggendongnya. Bukan! Bukan Suri yang membuatnya terkejut, tapi Ryn!!! Gadis cantik bermata biru itu mengenakan jas hujan di dalam rumah, hal itu benar-benar konyol bagi Lucas.
"Ada apa ini??"
"Ah! Tuan, A-aku..." Ryn menurunkan Suri diatas ranjang dan kembali berdiri tegap tanpa melepas jas hujan transparan yang ia kenakan.
"Kenapa kau memakai jas hujan di dalam rumah?"
"Aku baru saja memandikan Suri"
Lucas mendecak kesal, dia menatap putrinya yang senyum-senyum kecil memperhatikan pengasuh barunya itu. "Kenapa kau tersenyum??"
"Sudah aku katakan kan?! Duyung itu benar-benar ada" ungkap Suri bahagia. Kalimat Suri tentu saja membuat Ryn tersentak kaget dan menatap gadis kecil itu, Ryn kemudian beralih menatap Lucas yang memandangnya dengan tatapan aneh.
"Sebenarnya apa yang sudah kau ceritakan kepada Suri?!"
"Ah... Itu..." Ryn melirik kesana-kemari untuk mencari sebuah alasan. "Hehe, aku menceritakan legenda putri duyung pada Suri sebelum tidur. Dan sekarang aku berakting menjadi duyung itu"
"Tidak... Mmm" belum sempat Suri mengatakan kalimatnya, Ryn buru-buru menutup bibir gadis kecil itu sambil mengedipkan sebelah matanya pada Suri. Gadis itu memohon kepada Suri agar tidak membahas makhluk khayalan itu di depan Ayahnya, meskipun sebenarnya itu nyata.
"Jangan pengaruhi otak Suri dengan dongeng murahan itu lagi"
Ryn menatap pada Lucas yang berjalan pergi, kedua matanya terus mengikuti kemana pria itu pergi hingga pintu kamar Suri tertutup.
"Nah! Jelaskan padaku, kenapa kau berbicara seperti itu di depan Lucas?" Ryn berkacak pinggang mengomeli Suri yang makin terlihat ceria.
"Lalu, apa kau bisa menjelaskan padaku, kenapa kau memakai jas hujan di dalam kamar mandi?"
Gadis pintar! - Ryn.
BERSAMBUNG!!
Halo terima kasih sudah membaca, jangan lupa tekan tombol Like, Favorit, berikan komentar dan Vote Author agar semakin semangat menulisnya. Tanpa dukungan kalian, Author bukanlah apa-apa 😁🙏
IG Author : NessaCimolin
__ADS_1