
KLAP!!
(Pintu mobil di tutup)
"Sampai jumpa Ayah!" Suri melambaikan tangannya pada Lucas, segera setelah gadis itu sampai disekolahnya, ada seorang guru yang menghampiri Suri dan membantunya untuk masuk ke dalam kelas.
Lucas melambaikan tangannya dari dalam mobil, ia tersenyum melihat putrinya dibantu Guru untuk menuju ke kelasnya. Mengingat ucapan Suri, Lucas menempelkan dahinya pada kemudi mobil, pria itu melamun, entah apa yang sedang ia pikirkan.
Tring!
Ponsel Lucas mendapatkan sebuah notifikasi, buru-buru Lucas melihat ponselnya. Seperti dugaan, itu adalah pesan singkat dari Wendy, pacarnya. Di sana, Wendy meminta ijin untuk tidak datang ke kantor hari ini, Wanita itu juga mengingatkan Lucas tentang rapat yang akan diadakan siang ini.
Benar saja! Lucas lupa mengenai rapatnya, dia segera mengecek tas dan beberapa berkas yang ia letakkan begitu saja di kursi belakang mobil. Merasa tak menemukan apa yang ia cari, pria itu lantas tancap gas untuk kembali ke rumah.
"Ck! Bisa-bisanya map itu tertinggal!" Omel Lucas, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai dan dapat datang tepat waktu ke kantor.
Setelah memarkirkan mobilnya, Lucas lantas berlari menuju pintu rumah. Ia membuka pintu rumah yang memang tidak di kunci, karena biasanya Nany dan Ryn selalu berada di dalam rumah. Namun, kali ini berbeda, pria itu merasa rumahnya sangat sepi.
Tidak ada tanda-tanda keberadaan orang sejauh Lucas memandang, pria itu berdiri sambil menatap sekeliling, semuanya benar-benar sepi. Dimana Nany? Dimana Ryn?? Kenapa mereka membiarkan pintu rumah tak terkunci? Begitu pikir Lucas.
SPLASH!!!
Suara cipratan air terdengar dari arah kolam renang, kedua mata Lucas memandang ke arah kolam namun tidak ada apapun, memang sih air kolamnya tidak terlihat tenang, namun Lucas berpikir bahwa mungkin saja air itu kejatuhan daun atau terkena angin. Pria itu melihat jam di tangan kirinya, ia segera naik ke lantai atas menuju kamarnya untuk mengambil beberapa map yang tertinggal.
Sesaat Lucas menghentikan langkah kakinya, ia menoleh ke arah kolam renang lagi. "Hmm?? Apa iya karena angin?"
Tak mau membuang waktu lagi, Lucas segera mengambil map nya dan lantas turun ke lantai bawah. Kali ini dia dibuat terkejut dengan gerakan air kolam yang semakin bergelombang, seperti ada seseorang yang baru saja menggunakan nya.
Lucas memicingkan kedua matanya, ia menatap curiga. "Nany??"
Panggilan dari Lucas tidak ada yang menjawab, kini dia yakin betul bahwa Nany tidak ada di rumah. Lalu dia teringat satu nama yang belum ia panggil, pria itu menggembungkan sebelah pipinya lalu menghela nafas panjang.
"Ryn??" Panggil Lucas lantang. "Apa kau di rumah??"
Tidak mungkin tidak ada orang dirumah disaat pintu rumah tidak terkunci! - Lucas.
SRAKK!!!
__ADS_1
Kedua mata Lucas membulat lebar, ketika ia mendengar suara seseorang sedang menyeret sebuah benda. Buru-buru pria itu melangkah ke area kolam renang miliknya, disana ia menatap sekitar dan tak menemukan apapun selain jalanan yang basah karena air.
"Hmm? Siapa yang baru saja dari sini?" Gumam Lucas lirih.
Nafas Ryn terengah-engah, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa akibat siripnya yang mulai mengelupas. Benar! Sirip itu akan berubah menjadi sepasang kaki, gadis itu tidak bisa berteriak ataupun mengerang karena Lucas bisa saja mendengarnya. Ryn menggigit bibir bawahnya sendiri sambil terus memejamkan kedua matanya, menahan rasa sakit.
"Ryn??"
Ya Tuhan... - Ryn.
"Kau kah itu?" Lucas yang melihat jalanan basah bekas seseorang, segera mengikuti kemana arah genangan air itu tertuju. "Halo! Ryn? Jika itu benar kau, jawablah!"
Ayo cepat! Cepat! Ku mohon! - Ryn.
Tap!
Tap!
Tap!
Langkah kaki Lucas semakin dekat, pria itu melihat sekilas, memang benar ada seseorang yang sedang bersembunyi dibalik dinding yang akan menuju ke sebuah gudang tidak terpakai. Kedua mata Lucas menyipit untuk memastikan siapa orang itu.
"Ah!" Ryn terkejut setengah mati. "A-aku..." Ryn benar-benar dibuat kikuk dengan kedatangan Lucas.
"A-aku, aku bisa jelaskan!" Imbuh Ryn kemudian.
Kedua mata Lucas menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat, di depannya saat ini ada seorang gadis dengan tubuh telanjangnya yang basah. Ryn terlihat sangat cantik, dengan rambutnya yang basah dan juga kulitnya yang putih bersih, mendadak wajah Lucas memerah, pria itu segera berbalik dan menutupi wajahnya dengan map yang ia bawa. Pria itu bahkan sampai memejamkan kedua matanya karena malu.
Dia yang telanjang! Malah aku yang malu - Lucas.
Ryn menghela nafas lega, beruntung disekitar tempatnya bersembunyi ada sebuah terpal yang tak terpakai. Segera, setelah ia mendengar langkah kaki Lucas yang semakin mendekat, Ryn segera menutupi bagian bawah tubuhnya dengan terpal itu, sedangkan untuk bagian atas tubuhnya dia menggunakan kedua tangannya untuk menutupi benda bulat berisi miliknya.
Wajah Ryn tak kalah merahnya dengan Lucas, gadis itu bahkan tidak berani memandang ke arah Lucas. Ryn hanya menunduk malu, sambil terus menunggu kakinya kembali normal.
"K-kenapa?" Tanya Lucas kaku.
__ADS_1
"Eh??" Ryn menengadahkan kepalanya, ia memandang Lucas yang masih berdiri membelakangi dirinya. "A-apa maksudnya?"
"Kenapa kau berenang dengan keadaan telanjang seperti itu?!"
Ryn mendelik, ia tidak menyiapkan jawaban sama sekali. "Oh... A-aku... Aku..."
"Kau tahu! Aku pikir ada pencuri yang masuk ke dalam rumah ini, karena kau tidak menjawab panggilanku" omel Lucas kesal.
"Tidak, maafkan aku!" Ryn menunduk lagi.
"Aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk tidak menjawab. Aku mendengarnya, tapi aku terlalu malu jika ketahuan, walaupun pada akhirnya juga ketahuan sih!" Ryn menggaruk pipinya yang tidak terasa gatal itu.
Lucas menghela nafas panjang. "Kau tahu Ryn?! Kau tidak boleh seperti ini di rumahku?"
"Ng??"
"Bagaimanapun juga, aku ini pria normal Ryn! Kau tidak bisa seenaknya tak mengenakan pakaian apapun di dalam rumah ini, meskipun aku sedang tidak ada dirumah pun, kau juga tidak boleh melakukannya" oceh Lucas memperingati, pria itu lantas berjalan pergi setelah menceramahi Ryn si duyung.
Fiuh! Untung tidak ketahuan - Ryn.
Ryn segera menoleh ke arah Lucas yang sedang berjalan menjauh, "Tu-tunggu!"
"Ada apa?" Lucas menoleh ke arah Ryn, pria itu bisa melihat dengan jelas wajah Ryn yang tersipu malu.
"Bi-bisakah! Bisakah kau mengambilkan pakaianku?" Pinta Ryn memohon. "A-aku meletakkannya di sana!"
Lucas melirik ke tempat yang ditunjuk oleh Ryn. "Dasar! Kau ini bagaimana sih?! Kalau ingin berenang, persiapkan semuanya dengan benar dulu!"
Mengomel lagi... - Ryn.
"Kalau kau keberatan, ya sudah! Setelah kau pergi, aku akan mengambilnya sendiri!" Sahut Ryn ketus, yang malah membuat Lucas terkejut. Tidak biasanya Ryn berani menjawabnya dengan nada seperti itu.
"Ya sudah! Kalau begitu ambil saja sendiri!"
Dasar sinting! - Ryn.
BERSAMBUNG!!!
__ADS_1
Hello, terima kasih sudah membaca! Jangan lupa untuk terus mendukung Author, dengan cara klik Like, Favorit, Vote dan beri komentar yang mendukung. Daah... I love you Full! ☺️♥️🙏