YES!! I'Am Mermaid

YES!! I'Am Mermaid
YES!! I'am Mermaid - Ep. 29


__ADS_3

Dengan hati-hati, Dokter itu meraba perut Wendy, sesekali ia terlihat menekannya membuat raut wajah Wendy meringis kesakitan. Lalu, dokter itu menyiapkan sebuah alat untuk melihat bagian dalam perut Wendy dari layar monitor.


"Aku akan melakukan USG, jadi kita bisa melihatnya bersama-sama" ucap sang Dokter.


Wendy mengangguk, ia menurut saja karena memang tidak tahu-menahu tentang masalah ini. "Baik Dokter...."


Beberapa menit kemudian, pemeriksaan telah usai. Diketahui bahwa Wendy memang benar telah hamil, menurut keterangan Wendy tentang hari terakhir ia menstruasi, bisa dipastikan bahwa kehamilannya masih sangat muda.


Wendy duduk di depan sang Dokter, menunggu dokter itu menuliskan sebuah resep obat untuknya. Namun, bukannya raut wajah bahagia yang terlihat, wanita itu justru memasang raut wajah yang amat sedih.


"Ini adalah obat untuk penguat kandungan dan penambah darah, kau harus rajin-rajin meminumnya" perintah Nicholas si Dokter.


"Jika aku tidak menginginkan anak ini, bagaimana cara menghilangkannya?"


Nicholas tersentak kaget, ia menatap mata Wendy dengan amat tajam. Bukannya apa-apa? Tapi selama beberapa tahun ia menjadi dokter, baru kali ini ada seorang wanita yang mengatakan hal itu dengan berani di depannya.


"Nona, aborsi adalah hal yang dilarang! Jika kau tidak menginginkan anak, kenapa kau melakukannya dengan pria itu?" Tanya Nicholas heran, ia geleng-geleng melihat Wendy yang semakin sedih.


"Ini sebuah kesalahan, aku memiliki pacar yang aku cintai"


"Kalau kalian berdua saling mencintai, dia pasti akan bertanggung jawab akan anak di perutmu" sahut Nicholas ketus. Sudah cukup baginya memasang wajah ramah tamah, wanita di depannya ini benar-benar tidak bisa disebut wanita baik.


"Masalahnya, ini bukan anak pacarku! Pacarku tidak tahu mengenai hal ini" oceh Wendy, entah kenapa? Ia mengutarakan isi hatinya begitu saja di depan sang Dokter.


Nicholas mendesah, ia berdiri dari duduknya. "Sudah-sudah... Aku seharusnya tidak perlu mendengar cerita yang seperti ini, dan ngomong-ngomong jam praktek ku sudah habis. Aku juga akan segera pergi, jadi silahkan keluar"


"Apa anda yakin tidak ada obat untuk menggugurkan kandungan ini?"


"Nona, jika kau memiliki pemikiran yang seperti itu maka aku akan terus berdoa kepada Tuhan agar bayimu baik-baik saja" sindir Nicholas ketus. "Bicarakan ini dengan selingkuhan mu itu, siapa tahu dia akan bertanggung jawab penuh atas kehamilan mu"


Tanpa menjawab omelan si Dokter, Wendy segera menyambar tas jinjingnya dan pergi begitu saja dari ruangan itu, gadis itu menggenggam erat resep obat yang diberikan Nicholas dan membuangnya ke tempat sampah. Benar! Wendy tak mengambil obat sesuai perintah dokter kandungan itu, wanita itu lebih memilih untuk langsung pulang.


"Sialan! Kenapa bisa hamil sih?!" Wendy menggerutu di sepanjang lorong rumah sakit. "Apa aku harus merayu Lucas agar mau tidur denganku, dan bilang kalau ini anaknya?"


••••


Triring!


Triring!

__ADS_1


"Ryn! Bisa kau angkat dulu telpon itu?" Nany berteriak dari arah dapur, Ryn yang sedang menemani Suri makan bergegas menuju meja telpon.


"Halo, dengan rumah keluarga Lucas Lawliet" ucap Ryn ramah.


".........."


"Ah, iya... Saya pengasuh baru di rumah ini"


".........."


"Oke, baik! Akan saya sampaikan" Ryn menutup telpon, ia lantas menaiki anak tangga menuju kamar Lucas.


Namun, ditengah jalan ia malah bertemu dengan Lucas yang hendak turun. Gadis itu minggir memberi Lucas jalan, agar pria itu jalan terlebih dahulu. Kemudian Ryn mengikuti di belakangnya.


"Anu, ada seseorang yang mencarimu, dia bilang dia sudah mencoba menghubungi ponselmu tapi tidak aktif" ujar Ryn memberitahu.


"Siapa?"


"Maaf, aku lupa menanyakan namanya" Ryn kembali pada Suri yang masih belum menyelesaikan makan nya. "Mmm, kau bisa melihat ponselmu pasti ada pemberitahuan nya"


Setelah mengenakan sepatu, Lucas segera berjalan ke dapur untuk minum jus hijau yang biasa ia minum. Kali ini bukan hanya dua orang yang menatapnya ngeri ketika minum minuman tersebut, sekarang ada tiga orang karena Ryn sudah tahu bagaimana rasa aneh minuman tersebut.


______________________________________


Tut!


Tut!


"Halo! Kau mencariku?" Ucap Lucas setelah ia merasa seseorang di ujung telepon sana menerima panggilan nya.


"Ah, hai Lucas! Kenapa ponselmu sulit sekali untuk di hubungi?"


Lucas terdengar mendesah. "Maaf, tadi batreinya habis"


"Hei, apa sore ini kau ada waktu? Sudah lama kita tidak minum bersama" ujar orang yang sedang menerima panggilan Lucas.


Lucas terlihat tengah berpikir, tapi kebetulan juga hari ini dia tidak acara. Sebetulnya ada sih, baru lima menit lalu Wendy menghubungi nya dan meminta bertemu, tapi sepertinya Lucas enggan menemui Wendy dengan alasan tertentu.


"Baiklah, sore ini di tempat biasa ya?! Kau yang traktir"

__ADS_1


"Hei, curang!!" Maki pria di seberang sana. "Kau kan lebih kaya dari aku"


"Kau mau atau tidak?" Goda Lucas, tentu saja ia hanya menggoda temannya itu. "Jangan buat aku menunggu ya!"


Tut!


(Telpon dimatikan)


Lucas segera menginjak pedal gas, ia mengendarai mobilnya untuk menuju kantor. Setelah sampai di parkiran kantor, pria itu lantas menuju ke ruangannya. Kedua mata Lucas terbuka lebar, ketika mendapati ada seseorang yang memasuki ruangannya tanpa ijin.


Dia dengan berani duduk di kursi milik Lucas, setelah tahu yang ditunggu sudah tiba, wanita itu berbalik dan memandang Lucas dengan senyuman super manisnya.


"Halo sayang!" Wendy tersenyum, ia segera berdiri dan berlari menghampiri Lucas.


"Kenapa kau ada disini?"


Wendy terkejut, ia melepas pelukan nya di tubuh Lucas. Belum juga ia berlama-lama memeluk kekasihnya itu. "Eh? Memangnya kenapa? Ini kan ruangan pacarku sendiri"


"Wen, jika kau lupa! Kita sedang di kantor" Lucas berjalan melewati Wendy begitu saja. "Kau tidak boleh seenaknya begitu, kau tetap bawahanku di tempat ini"


Wendy mendecak kesal, ia merengut dan duduk di depan Lucas dengan angkuh. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada, ia menatap tajam ke arah Lucas. Benar! Memang ada yang aneh dengan Lucas, entah mengapa? Wendy baru menyadari keanehan tersebut, sikap Lucas berbeda tidak sama lagi seperti dulu terhadap wanita itu.


"Semenjak ada pengasuh sialan itu, kau jadi berubah terhadapku" ucap Wendy membuka obrolan.


Dahi Lucas berkerut, tangan kanannya terlihat terkepal. Beraninya dia menyebut Ryn sebagai pengasuh sialan. "Wendy, tolong jaga cara bicaramu? Apa memang dari dulu kau seperti ini?"


Tentu saja tidak! Awal-awal mendekati Lucas, Wendy berlagak menjadi seorang wanita baik-baik, baik mulutnya, baik hatinya dan baik sikapnya. Wanita itu tidak menyadari bahwa sikap aslinya juga mulai terbuka berkat hormon kehamilan yang mempengaruhi dirinya.


"Ah! Maafkan aku, tapi aku memang benar kan?!" Wendy melengos, ia berdiri dari duduknya. "Memangnya ada acara penting apa sampai kau tidak bisa bertemu denganku nanti sore?"


"Aku hanya ingin bertemu dengan teman lama" sahut Lucas seadanya.


"Kenapa sih?! Sepertinya kau menghindari ku terus!" Gerutu Wendy kesal. "Jika seperti ini terus, tas branded saja tidak akan cukup untuk memaafkan mu"


Dahi Lucas berkerut, ia memandang Wendy dengan tatapan bingung, tanpa diketahui Wendy, rupanya Lucas sedang tersenyum tipis mendengar kata ancaman dari Wendy.


"Hah... Aku pikir kau benar-benar mencintaiku" ledek Lucas. Pria itu menatap wanita di depannya dengan pandangan meremehkan. "Sampai kapan kau ingin menguras semua uang ku?"


BERSAMBUNG!!!

__ADS_1


Halo, terima kasih sudah membaca cerita ini! Maaf jika ada telat-telat update, dikarenakan ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan di dunia nyata. Silahkan klik favorit jika suka, jangan lupa beri like juga! Follow profil author ☺️♥️🙏


__ADS_2