YES!! I'Am Mermaid

YES!! I'Am Mermaid
YES!! I'am Mermaid - Ep. 25


__ADS_3

"Bisa-bisanya wanita tua itu mengancamku!"


Wendy berjalan keluar dari rumah Lucas, wanita cantik itu memasuki mobilnya. Dia duduk termenung di depan kemudi, kedua tangannya memegang erat stir bulat tersebut. Terlihat jelas, wajah wanita itu memerah karena menahan emosi yang sedang memuncak.


Lain Wendy lain Ryn, setelah menenangkan Suri yang menangis. Nany membawa Ryn ke dalam kamarnya. Ryn sudah bilang bahwa dia tidak perlu di obati, tapi melihat luka robek di punggung tangan gadis itu akibat cakaran Wendy, membuat Nany iba.


"Aku sudah bilang tidak perlu Nany"


Nany tersenyum ramah, ia mengambil sebuah salep untuk Ryn. "Ini, aku akan membantumu mengoleskan ini di luka mu"


"Tidak!" Ryn menarik kedua tangannya, ia menyembunyikan kedua tangan itu di balik punggung nya. "Sungguh! Aku baik-baik saja"


"Ryn, Hybrid juga perlu mendapatkan obat, bukankah Hybrid membutuhkan waktu lama untuk proses penyembuhan?"


Kedua mata Ryn membulat, bagaimana Nany bisa tahu mengenai istilah itu. Sejenak, Ryn memundurkan langkah kakinya, gadis cantik bermata biru itu mengambil ancang-ancang untuk menyerang kalau-kalau Nany adalah orang jahat.


"Tenanglah..." Nany mengangkat sedikit roknya, ia menunjukkan kedua kakinya dengan kulit penuh luka dan borok. "Kau bisa percaya padaku"


Ryn menutup bibirnya tak percaya, ia memberanikan diri mendekati tubuh wanita tua di depannya. Tanpa permisi, Ryn melihat dari dekat kulit-kulit yang sudah lama melepuh itu.


"Anda...." Gumam Ryn lirih.


"Benar, leluhurku adalah bangsa duyung" Nany duduk di ranjangnya, ia menatap hangat pada Ryn. "Aku hanya memiliki sedikit darah mereka"


Ryn diam saja, ia tidak tahu harus mengatakan apa? Ini pertama kalinya bagi Ryn melihat keturunan bangsa duyung yang bernasib seperti Nany. Gadis cantik itu menghela nafas berat, ia ikut duduk di samping Nany.


"Lihat!" Ryn menunjukkan kedua tangannya dengan Luka yang semakin memudar. "Aku bukan Hybrid, aku Tribrid"


"Ya Tuhan!" Nany terkejut, ia tak percaya. Kedua mata wanita tua itu terlihat bersinar, bahkan bahunya terlihat samar-samar bergetar. "Ka-kau, Dewi?"


"Benar, tapi respon Nany berlebihan" Ryn tertawa kecil. "Aku tetaplah aku, setengah darahku juga manusia"


"Astaga! Aku tidak percaya ini, dari awal aku sudah menduga bahwa kau dan aku memiliki leluhur yang sama. Tapi, aku tidak menyangka bahwa kau lebih dari itu, Ryn!! Aku bahagia" ungkap Nany dengan amat teramat senang.


Ryn hanya tersenyum, ia tak sangka bahwa statusnya sebagai Tribrid mampu membuat seseorang bahagia. Gadis cantik itu mengambil sebuah liontin yang ia kenakan, liontin pemberian Papa nya puluhan tahun lalu, liontin kecil berbentuk anak panah dengan ujung yang runcing.

__ADS_1


"Biarkan aku membantumu"


"A-apa?" Nany terkejut saat Ryn duduk berlutut di atas lantai, ia menyentuh kedua kaki Nany dengan hati-hati. "Apa yang akan kau lakukan?"


CRAK!!


Ryn merobek telapak tangannya sendiri, gadis itu meneteskan beberapa tetes darahnya dan menggosok nya pada kedua kaki Nany. Nany syok dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ryn, jujur saja! Wanita tua itu tidak pernah tahu bahwa darah Tribrid mampu menyembuhkan segala penyakit.


"Luka ini akan sembuh, anda tidak akan merasakan rasa gatal dan perih di kedua kaki anda lagi"


"Terima kasih!" Nany tersenyum. "Kau sangat baik, beruntung sekali Suri bertemu dengan mu"


"Nah, sekarang! Bisakah Nany menjaga rahasia ku?"


Wanita tua itu mengangguk, ia setuju untuk menjaga rahasia Ryn dari siapapun. "Tentu saja, aku dengan senang hati akan melindungi mu, Dewi ku" ucap Nany sambil membungkukkan badannya.


________________________________________


Suasana kamar Lucas terlihat sangat tenang dengan sedikit cahaya yang berpendar, pria tampan itu sengaja tak menyalakan semua lampu kamarnya. Ia ingin mengurung diri di dalam kegelapan, Lucas tidur tengkurap di atas ranjang, kedua matanya sembab, sepertinya baru saja ada air mata diantara kedua mata itu.


Hidung Lucas memerah, menahan rasa sesak di dadanya. Di tangan kanan pria itu terdapat selembar foto, foto seseorang yang sangat cantik, lebih cantik dari siapapun bagi Lucas. Wanita itu tersenyum lebar, terlihat kebahagiaan dari pancaran wajahnya. Di samping Wanita itu, berdirilah seorang pria dengan tinggi yang sama dengan sosok Wanita cantik itu, pria tampan dengan seragam kantor barunya.


Lilian terlahir berbeda, meskipun dari keluarga berada, Lilian mengalami gangguan pada mentalnya. Kadang-kadang ia merasa marah akan semua orang yang hidup di dunia, terkadang juga dia merasa menjadi manusia yang paling terpuruk di dunia. Lilian di asingkan oleh kedua orangtuanya, tak ada yang tahu bahwa Lucas memiliki seorang kakak, orang tua Lucas sengaja merahasiakan keberadaan Lilian.


Setelah Lucas lulus kuliah, ia memutuskan untuk keluar dari rumah dan menjalani hidupnya secara mandiri, beruntung orang tuanya tak terlalu memperdulikan keinginan anak-anaknya. Lucas datang dan tinggal bersama Lilian, dirumah besar yang sekarang ia tempati.


Kedatangan Lucas disambut Lilian dengan sangat bahagia, namun sayang, disaat itu juga Lucas mengetahui bahwa Lilian hamil. Tidak ada yang tahu siapa Ayah dari anak yang di kandung Lilian. Lucas sudah menanyakan ke orang-orang terdekat tapi tetap tak menemukan jawabannya. Lapor polisi pun percuma, karena gangguan mental yang di idap oleh Lilian, membuatnya tak bisa bersaksi dengan benar.


Tibalah saat-saat Lilian akan melahirkan, sudah puluhan kali Lucas menghubungi keluarganya namun tak ada yang peduli, Lucas yang tidak tahu apa-apa segera membawa kakak perempuannya ke rumah sakit, malam itu juga Suri lahir ke dunia.


Lilian yang tak menyadari dirinya telah menjadi seorang ibu membuat Lucas kerepotan, semuanya Lucas yang mengurus. Hingga saat Suri berusia dua tahun, pekerjaan Lucas di kantor pun menjadi semakin padat, ia mau tidak mau jadi tidak bisa mengurus Suri dengan maksimal.


Suatu hari, kejadian buruk terjadi, Lucas pulang ke rumah dengan disambut tangisan Suri. Suri menangis dengan amat kencang, kedua kaki Suri membiru dan bengkak, ia mendapati Lilian tengah menganiaya Suri dengan amat kejam.


Lucas marah besar, hari itu pertama kalinya untuk Lucas menampar Lilian. Lilian yang merasa tersakiti melarikan diri entah kemana? Alih-alih mengurus Lilian, Lucas sibuk memeriksakan Suri ke rumah sakit, disana diketahui bahwa kedua kaki Suri sudah tidak berfungsi layaknya manusia normal.

__ADS_1


Sakit hati? Tentu saja! Tapi Lucas juga merasa bersalah karena Lilian memang mengidap gangguan, ia tak seharusnya menampar Lilian seperti itu. Mungkin saja jika dia menyewa jasa pembantu, hal ini tidak akan terjadi.


"Lilian...."


Air mata mengalir dari kedua mata pria tampan itu, sepulang dari rumah sakit ia mendapati tubuh Lilian tergantung di atas langit-langit rumah. Lucas menemukan sepucuk surat bertuliskan kata maaf dari Lilian, tak lupa! Lilian juga mengatakan bahwa ia sangat mencintai Lucas dan beruntung memiliki adik seperti Lucas.


Hancur, disinilah titik awal kehancuran hidup Lucas. Pria muda berusia 22 tahun yang kehilangan seorang kakak harus merawat seorang balita yang lumpuh. Kedua tangan Lucas terkepal erat, ia menangis sambil memeluk erat tubuh kecil Suri.


•••


"Tidak..." Bibir Lucas bergumam lirih. "Jangan pergi, jangan tinggalkan aku!"


Di dalam bayangan itu Lucas berada di sebuah kegelapan, sepi dan dingin. Seluruh kulitnya terasa tertusuk jarum es, pria tampan itu duduk sambil memeluk kedua lututnya, tak ada kehangatan di dalam sana.


"Lucas?"


Kedua telinganya menangkap suatu suara, suara yang terdengar lembut. Kedua mata Lucas terbuka saat ada tangan lembut seorang gadis mengusap air matanya yang mengalir. Lucas berhasil melihat secercah cahaya terang, disana dia melihat seorang gadis dengan rambut lurus sepinggang, ia tidak begitu jelas melihat wajah si gadis karena gadis itu berdiri membelakanginya.


"Si-siapa kau?!"


Mendengar pertanyaan Lucas, gadis cantik itu menoleh, pantulan sinar biru dari kedua matanya menghangatkan hati pria itu. Senyuman nya mampu membuat seluruh jarum es mencair lalu kemudian menghangat.


"R-ryn??" Ujar Lucas lirih, lalu tersenyum.


"Lucas!!"


"Hei, Lucas!!!"


Pak! Pak! Pak!


"LUCAS!!!" Teriak Ryn kencang, teriakan itu mampu membangunkan pria tampan itu dari mimpi buruk yang menyerangnya. "K-kau baik-baik saja?"


Kedua mata Lucas terbuka, ia mengedipkan kedua matanya, tak terasa mata itu basah karena air mata. Karena khawatir, Ryn menabrak kan tubuhnya pada Lucas yang tidur telentang, gadis cantik bermata biru itu memeluk tubuh Lucas dengan begitu erat, sudah lama ia mencoba membangunkan pria tampan itu tapi tidak kunjung berhasil, Ryn sangat senang karena pada akhirya dia berhasil menarik Lucas dari mimpi buruknya.


"Kau ini, sebenarnya kenapa?!" Tanya Ryn dengan tetap memeluk tubuh pria itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG!!


Halo, jangan lupa untuk klik Like, Favorit, Vote, Komentar dan ikuti profil Author. Terima kasih banyak! ☺️🙏♥️


__ADS_2