YES!! I'Am Mermaid

YES!! I'Am Mermaid
YES!! I'am Mermaid - Ep. 22


__ADS_3

"HOEK!!!"


Ryn menutup bibirnya sendiri dengan kedua tangannya, gadis cantik bermata biru itu lantas berlari menuju wastafel dapur. Suri yang melihatnya hanya bergidik ngeri, sedangkan Nany membantu mengurut tengkuk leher Ryn, mati-matian Ryn berusaha mengeluarkan minuman aneh tersebut dari dalam tubuhnya.


"WTF!!! Minuman macam apa itu?" Ryn mengusap sisa minuman yang masih menempel di bibirnya. "Uhuk... Uhuk..."


Nany tertawa kecil melihat reaksi jujur Ryn, wanita paruh baya itu mengambilkan Ryn segelas air putih dengan perasan lemon lalu memberikannya kepada Ryn, si duyung.


"Minumlah ini Ryn, kau akan merasa lebih baik"


Ryn menerima minuman yang diberikan Nany, gadis itu langsung meminum air lemon tersebut sampai habis, tidak ketinggalan kedua sorot matanya menatap jengkel pada Lucas.


"Orang sinting mana yang minum minuman itu?" Ledek Ryn jengah.


Lucas tersenyum menyeringai, ia membalas tatapan mata Ryn dengan tajam. "Orang sinting itu adalah aku, lalu kenapa kau mengikuti aktivitas rutin orang sinting?!"


"Tolong deh, aku rasa makanan monyet di kebun binatang jauh lebih baik daripada Jus itu, rasanya seperti rumput" Ryn berjalan menuju meja makan, ia membuka kaleng biskuit dan memakannya sekeping. "Memangnya apa isi minuman itu, Nany?"


"Itu adalah minuman kesehatan ala tuan Lucas" Nany mengatakannya dengan amat gembira. "Jus itu adalah campuran dari dada ayam kukus, seledri dan sedikit bayam"


Entah mengapa? Bulu kuduk Ryn seakan berdiri semua, gadis bermata biru itu langsung menatap nanar ke arah Lucas, raut wajah gadis itu terlihat sedih dan murung.


Ryn terduduk lemas di atas lantai, ia menyembah-nyembah kolam renang yang memang terlihat dari arah dapur itu. Ada sedikit rasa penyesalan pada dirinya, dia ingat betul bagaimana dulu Triton dan Poseidon kesulitan melatih Ryn untuk hidup di laut dan makan makanan yang di makan oleh bangsa duyung.


"Huhuhu... Maafkan aku kakek, maafkan aku kakek buyut! Aku janji tidak akan memilih-milih makanan lagi, rasa ikan di laut sungguh jauh lebih enak daripada makanan manusia ini" rengek Ryn, ia melakukan hal itu kepada kolam renang, karena ia tau bahwa Poseidon adalah penguasa seluruh air.


"Hahahahaha" Suri tertawa melihat aksi Ryn, ia tak sangka bahwa Jus aneh Ayahnya mampu membuat Ryn menyesal dan sedih. "Hentikan Ryn, kenapa kau menyembah-nyembah kolam renang?"


"Eh?" Sadar dengan apa yang ia lakukan, Ryn segera berdiri. "Oh, tidak! Aku hanya menyampaikan permintaan maafku pada kakek dan kakek buyutku"


"Kau tidak harus minum minuman itu juga! Dari awal tidak ada paksaan, kau bisa makan makanan yang lain, dan...." Lucas melirik ke arah Ryn yang menunggunya meneruskan kalimatnya. "Apa maksudmu rasa ikan di laut jauh lebih enak?"


"Ah itu...." Ryn melirik kesana kemari, ia terlalu santai saat berkelu kesah tadi. "Maksudku, rasa ikan laut jauh lebih enak karena aku suka makan ikan"


Nany memperhatikan gerak-gerik gadis muda di depannya itu, wajah Nany mendadak terlihat cemas dan gelisah, wanita tua itu pamit untuk kembali ke kamarnya. Perlu diketahui, selama ini Nany selalu menggunakan rok panjang saat bekerja, bukan tanpa alasan. Wanita tua itu sengaja menutupi banyak luka kering di bagian kakinya.


Di dalam kamarnya, Nany menyingkap rok yang ia kenakan hingga ke atas lutut. Wanita tua itu mengambil sebuah salep dan mengoleskannya rata pada kedua kakinya, Nany menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit saat salep itu mulai bekerja mengobati. Wanita tua itu memandangi kedua kakinya yang dipenuhi borok, pemandangan yang terlihat buruk memang, tapi mau bagaimana lagi? Ini karena leluhur mereka, bangsa duyung.

__ADS_1


Benar! Nany memiliki 10% DNA yang tidak diketahui di istilah kedokteran, Jaman dahulu para duyung pergi ke daratan dan sebagian dari mereka ada yang menetap di kota kecil yang bernama Mermaid Fall's itu. Mereka yang menetap menemukan cinta pada manusia dan menikah, keturunan mereka disebut dengan Hybrid, persilangan antara dua jenis yang berbeda. Lalu jika Hybrid menikah dengan seorang manusia, dan memiliki keturunan yang menikah juga dengan manusia, hingga seterusnya begitu. Keturunan mereka inilah yang mengalami hal buruk, mereka tidak bisa berubah wujud di dalam air, tapi mereka juga kesulitan tinggal di daratan.


Salah satu anugerah yang mereka terima hanyalah umur yang sedikit panjang dari manusia pada umumnya, Nany sendiri menyembunyikan identitasnya dari semua orang. Wanita itu sebenarnya sudah berusia 90 tahun, namun wajah dan tubuhnya masih terlihat seperti wanita tua berusia 50 tahunan.


Nany membaringkan tubuhnya di atas ranjang, kedua matanya terpejam, ia mengingat jelas kejanggalan-kejanggalan yang muncul pada sosok Ryn. Dari awal bertemu, ia seolah sudah memiliki sebuah feeling bahwa leluhur mereka memiliki sebuah ikatan yang sama, atau mungkin makhluk yang sama.


Nany yakin, bahwa Ryn memiliki wujud sempurna di dalam air. Yang membuat ia makin yakin adalah ketika mendengar Ryn melantunkan lagu sedih dan lagu bahagia putri duyung, hanya seseorang yang menjadi keturunan duyung atau putri duyung sendirilah yang mengerti arti lagu tersebut.


"Ryn, siapa kau sebenarnya?"


_______________________________________


Ting!


Tong!


Ting!


Tong!


"Ya Tuhan! Siapa sih? Kenapa tidak sabaran?!"


KLAP!!!


(Pintu terbuka)


Kedua mata Ryn mendelik melihat sosok Wendy yang terlihat begitu cantik memakai make up, wajahnya terlihat begitu tegas dan dewasa. Apalah daya Ryn yang tidak pernah mengenakan riasan apapun, apalagi wajahnya yang berhenti menua di usia tujuh belas tahun membuat wajah dan tubuh Ryn terlihat seperti remaja.


Wendy pun sama terkejutnya ketika tahu Ryn yang membukakan pintu untuknya, kedua mata Wendy menatap plus menilai penampilan Ryn dari ujung kaki hingga ujung rambut. Hari ini, Ryn mengenakan dress selutut tanpa lengan berwarna biru muda, dengan begitu kulit putih mulus Ryn bisa terlihat begitu jelas. Meskipun hanya mengenakan sandal jepit, tapi kedua kaki Ryn terlihat begitu indah, badannya sangat bagus meskipun dia tidak setinggi Wendy.


Cih! Cantik juga gembel ini jika terawat! Lihat wajahnya itu, meskipun tanpa riasan dia benar-benar terlihat alami - Wendy.


"Sialan! Kenapa Lucas membiarkanmu tinggal sih?"


Ryn terkejut, "Eh! A-apa kau mengatakan sesuatu?"


"Minggir!!!" Wendy mendorong tubuh mungil Ryn, wanita kantoran itu tampak begitu angkuh memasuki rumah Lucas, ia langsung duduk di atas Sofa dan meletakkan sebuah tas di sampingnya. "Hei, cepat panggilkan Lucas!"

__ADS_1


"Lucas ada di kamarnya, kenapa tidak kau panggil sendiri?"


Wendy mendelik, ia terkejut melihat cara bicara Ryn yang seolah tidak sadar diri siapa majikan dan siapa babu nya. "Kau memanggil Lucas tanpa kata-kata tuan?"


"Hah...." Ryn menghela nafas panjang. "Aku sudah memanggil nya tuan, tapi Lucas malah marah-marah padaku, dia memintaku untuk langsung memanggil namanya saja"


Brengs*k!! Sialan Lucas itu, jadi selama ini aku terlalu longgar padanya ya? - Wendy.


"Cepat panggilkan dia! Aku tidak bisa datang ke kamarnya"


Ryn berjalan menuju loteng, ia menoleh memperhatikan Wendy dari belakang. "Bukankah kau pacarnya? Sesama pacar tidak masalah kan datang ke kamar?"


"Sudahlah jangan banyak bicara, apa kau tidak memahami majikanmu?! Lucas itu paling anti jika kamarnya dimasuki oleh orang lain selain Nany dan Suri, dan sebagai pacar yang baik aku tidak mau mengganggu privasi nya"


"Eh?? Benarkah?" Ryn mengusap dagunya. "Lalu kenapa waktu itu Lucas membawaku ke kamarnya?"


Kedua mata Wendy mendelik, ia menatap tajam pada Ryn. Bukannya takut, Ryn malah tersenyum ceria, setelah membungkuk kan badannya untuk mengucap maaf, Ryn segera menaiki anak tangga dan menuju kamar Lucas, hari ini libur makanya semua orang ada dirumah.


Tok!


Tok!


"Hei pria aneh, ada seseorang yang sedang menunggu mu dibawah!" Panggil Ryn dengan suara kencang. Gadis cantik itu menempelkan telinga kirinya ke daun pintu, ia tak mendengar adanya orang di dalam sana. "Hei, Lucas!! Kau dengar atau tidak?!"


Ryn menyentuh gagang pintu, ia mencoba membuka pintu tersebut namun sayang pintu itu dikunci dari dalam.


"Ya Tuhan, bagaimana kalau dia mati gara-gara kebanyakan minum Jus rumput!"


Brak!


Brak!


"LUCASS!!!" Teriak Ryn kencang.


BERSAMBUNG!!!


HALO, terima kasih sudah membaca! Jangan lupa klik Like, Favorit, Vote, Komentar dan Rating! Jangan lupa untuk Follow Author juga ya?! ☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2