Yura Andriana

Yura Andriana
38


__ADS_3

Yura sampai di mansion tepat tengah malam, Yura langsung masuk dan menuju kamar nya tapi harapan nya sirna karena ada suara yang sangat dia kenal mencegatnya


"Yura"ujar Zean yang berdiri di tembok dekat kamar Yura, Zean sudah dari lama menunggu adiknya itu pulang ke rumah sampai akhirnya Yura pulang juga tempat hampir tengah malam


"Iya"Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Zean


"Siapa orang-orang tadi"ujar Zean langsung membuat Yura melihat ke arah nya "keluarga ku"jawab Yura apa adanya karena mereka yang selalu ada saat Yura berada di titik terendah


"Keluarga kamu cuman kami"Zean menatap lekat ke arah Yura yang menunjukkan muka dingin dan datar


Yura yang mendengar itu langsung membuka pintu kamar dan yah percuma dia menjelaskan semuanya apakah akan merubah keadaan, apakah akan merubah segalanya itu akan membuang waktu saja


"Kenapa"tanya Zean tapi tak sedikitpun di hiraukan oleh Yura,Yura masuk dan langsung menutup pintu tersebut


Zean yang melihat adiknya menutup pintu langsung termenung apakah dia salah dalam bertanya


Sedangkan Yura langsung membersihkan diri, mengambil lebtop dan langsung duduk di sofa, mengerjakan pekerjaan kantor nya yang belum selesai


Lama jari-jari lentik Yura di atas keyboard laptop tersebut hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 3 dini hari,Yura beranjak dari duduknya untuk tidur sejenak karena pagi nya dia akan sekolah


.........

__ADS_1


"Bang cepat sedikit"ucap Nisa sambil setengah berteriak "Tidak akan terlambat nak"ujar ibu pita "tapi bu,Nisa ada pr, Nisa lupa ngerjain nya jadi mau ngerjain pagi ini sebelum bel masuk atau di mobil"jawab Nisa dengan cemas


"Itu karena kesalahan kamu sendiri kenapa tidak mengecek tugas dari tadi malam "Jeck yang baru turun dari tangga mendengar apa yang Nisa bicarakan dengan ibu nya itu


"Iya kan namanya lupa bang"ucap Nisa yang ingin sekali menangis karena ini adalah pelajaran yang dia paling tidak suka


"Emang pr apa"tanya Jeck, pasalnya Jeck bingung sesusah apa pelajaran itu hingga membuat Nisa ingin menangis


"Matematika,mana guru nya galak, nanti Nisa di suruh bersihkan WC "jawab Nisa dengan cepat"itu mah gampang "ucap Jeck seperti biasa dengan muka datar nya


"Benaran bang"ucap Nisa dengan cepat, menggemaskan kata itu yang ada pada pikiran Jeck saat ini "Bang kerjain, cuman ada 3 soal"ujar Nisa dengan nada merengek


"Sini cepat"Nisa langsung mengeluarkan buku nya dari tas, dengan cepat Jeck mengambil dan melihat soal matematika itu, tangan Jeck langsung mengambil pena dan belum sampai 10 menit soal matematika itu selesai


"Soalnya mudah,ayo kita berangkat"Jeck langsung pergi ke luar rumah "Ibu, Nisa sama Abang pergi dulu"teriak Nisa


"iya hati-hati"jawab ibu dari arah dapur


Nisa masuk ke dalam mobil dan Jeck langsung menjalankan mobil tersebut, suasana didalam mobil tersebut tampak hening hingga Jeck menggeluarkan suara


"Mengerjakan soal matematika tadi tidak gratis"ucap Jeck membuat Nisa yang semula melihat ke arah luar langsung menatap ke arah Jeck yang fokus menyetir

__ADS_1


"Nisa enggak ada uang, nanti tunggu Nisa udah kerja baru Nisa bayar"jawab Nisa dengan muka polos "bukan pakai uang"ujar Jeck dengan cepat


"Ya terus pakai apa"Nisa menatap Jeck dengan bingung


.


.


.


.


.


.


.


.


.Heh kira"dengan apa ya bayar nya

__ADS_1


hayo tebak bayar pakai apa?


See you guys 💗


__ADS_2