Yura Andriana

Yura Andriana
41


__ADS_3

Yura duduk dengan tenang di kursi kebesarannya di mana perusahaan ini mulai beroperasi dengan sangat baik berkat dari orang yang sudah membuat nya hancur, konsepnya berani berbuat berani bertanggung jawab


tingg


Notifikasi dari aplikasi WhatsApp Yura,dari nomor yang tidak di kenal,Yura sempat mengabaikan nya tapi notifikasi itu masuk lagi hingga 3 kali



Akhirnya Yura membalas chat tersebut dengan penasaran,sebab Yura tak pernah memberikan nomor WhatsApp nya ke sembarang orang ,Yura hanya membalas dengan satu kata "siapa"


tok..tok..tok


Suara pintu memecahkan rasa penasaran dari Yura "Masuk"kata Yura sambil meletakkan hp nya di atas meja,Putra dan Nania masuk ke ruangan tersebut


"Sekarangkan perusahaan sudah stabil dan aman,saya tidak mau lagi pulang lembur nanti orang yang di samping saya jatuh cinta"ucap putra dengan kekehan


"Dasar duda genit"cibir Nania dengan kesal pasalnya akhir-akhir ini kelakuan orang yang di sampingnya sangat menyebalkan


"Sudah diam,kita ada tawaran kerjasama dari kota xxx jadi kalian aku kirim kalian ke kota tersebut"ucap Yura"ini berkas-berkas nya"Yura menyerahkan 3 map yang ada di samping nya

__ADS_1


"Dek kenapa kakak dengan dia yang harus pergi,biar dia sendiri saja"ujar Nania tidak suka dengan keputusan Yura


"Tidak kak, berdua ini kerjasama yang di bilang bagus karena bisa membawa perubahan ini lebih di percaya lagi oleh perusahaan lain" ini memang rencana Yura dengan memberikan usulan kepada teman nya yang ada di perusahaan tersebut agar mengirim kerjasama kepada perusahaan yang baru di rintis dari ambang kebangkrutan


"Enggak papa Yura,kapan kami akan pergi ke sana"ucap putra dengan santai


"Besok jam 8 pagi,aku sudah menyuruh bang Rafa tadi malam mencari penerbangan itu jam berapa dan dapat jam 8 pagi"ujar Yura


"Oke besok aku akan berangkat"dan di balas anggukkan oleh Yura "sebenarnya aku tidak mau pergi karena Yura yang memerintah aku akan pergi walaupun terpaksa"Nania dengan berat hati mengiyakan


Yura berdiri dari kursi "kalo begitu aku pergi dulu ya kak"ucap Yura langsung berjalan ke luar dari ruangan tersebut meninggalkan Nania dan putra berdua


Yura berjalan memasuki lift seperti biasa Yura memakai topeng agar identitas Yura tetap terjaga sesampainya di parkiran Yura masuk ke mobil dengan tujuan markas.


"Kita mau kemana sih bang"ujar Nisa dengan cemberut pasalnya setelah Jeck menjemputnya tadi di sekolah langsung di bawa ke perusahaan yang Jeck pimpin dan Nisa hanya diam duduk di sofa tanpa ada percakapan karena Jeck bekerja dan sekarang Nisa sangat kesal Jeck membawa nya tanpa menyebutkan kemana, berulang kali Nisa bertanya mau kemana tapi Jeck diam saja,ini sudah ke 5 kalinya Nisa bertanya


"Mau minta bayaran lah"hanya itu yang keluar dari mulut Jeck tambah membuat Nisa bingung


"Kan Nisa sudah bilang Nisa enggak ada uang"muka Nisa sudah kesal sekali

__ADS_1


"Bukan pakai uang, sudah lebih baik diam saja"dengan santai Jeck mengucapkan itu


Sampai akhirnya mereka stop di tempat yang sangat indah yaitu danau yang terletak di dekat hutan, danau yang tidak terlalu besar tapi pemandangannya masih asri, Jeck keluar dari mobil dan langsung menuju ke sebelah untuk membukakan pintu untuk Nisa


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


muachhhh dari author untuk kalian 😚


__ADS_2