Yura Andriana

Yura Andriana
39


__ADS_3

Cahaya kemerah-merahan tampak sangat indah di langit sebelah timur menjelang matahari terbit, kicauan burung sangat indah di dengar seolah-olah memberi tahu hari ini akan datang dan mulai untuk beraktivitas.


Yura sudah bangun dari tidur tapi tidak beranjak dari kasur,Yura memandang keluar jendela kamarnya yang tidak di tutup oleh gorden, termenung menikmati langit yang terlihat sangat indah berharap jika hari ini semua akan sama akan dulu tapi itu hanya sekedar harapan semata, hanya sekedar angan sebab orang yang telah pergi untuk selamanya tidak akan bisa kembali lagi.


Yura tersadar dari renunganya bangkit dan bersiap membersihkan diri karena hari ini dia akan sekolah dan sorenya ada rapat tapi Yura akan mengawasi dari jauh


Setelah semuanya siap Yura keluar dari kamar dengan tatapan dingin yang selalu menghiasi raut mukanya, berjalan dengan santai berharap pagi ini tidak ada yang menyapa atau pun pura-pura baik padanya.


Kali ini harapan Yura tidak sia-sia sekarang dia keluar rumah dengan tidak ada gangguan,tapi satu yang mengganjal di pikiran Yura yaitu dikala dia melewati meja makan hanya melihat Juandra, Anastasya dan Clarissa.


Zean? kakaknya, apakah dia tidak ke sekolah? oh mungkin gara-gara babak belur kemarin? ujar batin Yura,Yura menjalankan mobil nya dengan kecepatan rata-rata, hingga 12 menit perjalanan Yura sudah sampai ke gerbang sekolah, Yura melihat mobil Jeck yang baru akan menjauh dari sekolah.


Yura melaju ke arah perkiraan, berhenti dan langsung keluar dari mobil, disuguhkan oleh pemandangan ketiga bersahabat yang bersandar pada sebuah mobil hitam.


"Hai Yura"sapa Bram dengan senyum manisnya membuat Ranra jengkel,tapi tidak ada jawaban dari pihak Yura membuat hati Ranra tidak jadi jengkel

__ADS_1


"Rasakan tidak di balaskan sapaan lo" ujar Zino, "Biarkan ke kelas bareng yok yur"tutur Bram lagi sedangkan Ranra hanya diam sedari tadi, lagi-lagi Yura tidak menanggapi, Yura langsung pergi dari hadapan mereka bertiga.


"Ih tu cewek ngeri banget..dinginnya melebihi Ranra"ucap Bram melihat ke arah Ranra "udah ayo ke kelas"ujar Zino yang langsung jalan dan di ikuti oleh Bram dan Ranra.


Mereka bertiga pergi ke kelas masing-masing, Ranra yang baru memasuki kelas dan langsung duduk di samping Yura yang hanya duduk diam sambil memegang handphone nya.


Tak lama bel sekolah berbunyi menandakan jam pertama akan di mulai, Bu Ani masuk ke kelas itu lagi dan yang di ingat pertama kali ya itu Yura, untuk pertama kalinya murid lolos dari soal yang dia buat sendiri


"Selamat pagi anak-anak"ujar Ibu Ani,"pagi bu"ujar murid kelas dengan kompak "bagaimana kabar kalian hari ini?" tanya ibu Ani "baik bu "jawab mereka lagi.


"Baiklah kita akan memulai pelajaran kita yang minggu kemarin"ujar ibu Ani yang langsung menjelaskan materi pelajaran hari ini, hingga suara handphone terdengar dari arah belakang.


"Saya permisi bu "izin Yura karena suara handphone tadi adalah miliknya,"iya silahkan "jawab ibu Ani,Yura langsung meninggalkan kelas dan berjalan ke arah belakang sekolah.


"Halo" ucap Yura yang langsung mengangkat panggilan tersebut dan ternyata panggilan itu dari Rafa.

__ADS_1


"Queen,kau tidak akan percaya apa yang akan aku katakan....ujar Rafa di sebrang sana


"Apa?" tanya Yura dengan penasaran


"Hasil penyelidikan orang yang telah mencegat Zean kemarin adalah.......


coba tebak deh siapa


jangan lupa git nya ya🤣


Dan yah seterah kalian sih mau kasih ap🤣


see you guys


semoga kalian sehat selalu 💗

__ADS_1


__ADS_2