
Yura sedikit shock karena ternyata ibu tirinya tidak cukup hanya membunuh ibunya dan kini berusaha ingin membunuhnya,pada malam itu yang ingin di serang bukanlah Zean tapi Yura, orang suruhan tersebut salah sasaran jadilah Zean yang ingin di bunuh tapi untungnya ada Yura yang melintas lalu menyelamatkan Zean.
Yura kembali ke kelas dengan pikiran yang berkecamuk, rasanya saat ini dia ingin membunuh Anastasya, tidak puas kah selama ini sudah membunuh ibunya, menuduh nya dengan cara yang keji, merebut ayah dan kakaknya dan sekarang ingin membunuhnya.
Yura masuk ke kelas tapi tidak ada ibu Ani karena jam pelajaran pertama sudah habis.
"Yur lo dari mana"tanya Hana,iya Hana, sekarang sudah mulai sekolah karena dia sudah merasa lebih baik.
"Dari belakang"jawab Yura langsung duduk di kursi belakang dan ada Ranra di sampingnya
"Yur lo kelewatan banget sih, teman kok enggak ada nomor wa lu ataupun nomor telpon"ujar Nadin dari tempat duduknya
"Iya yur,kita kalo mau hubungi Lo kemana cobak"ucap Hana dengan nada sedih "kan kalian tidak nanya"jawab Yura seadanya
"Cepat kasih tau nomor lo yur"ucap Nadin, kesempatan...batin Ranra
"0882******** itu"jawab Yura, Yura tidak sadar bukan Hana dan Nadin saja yang mencatat nomor nya tapi si diam di samping nya pun juga ikut mencatat nomor Yura, siapa lagi kalo bukan Ranra.
"Oke langsung gua "P" kan ya, jangan lupa simpan juga nomor kita, nanti enggak Lo simpan lagi" ucap Hana,guru masuk ke kelas dan mereka belajar dengan serius hingga akhirnya bel sekolah berbunyi menandakan jam istirahat
"Yur,ayo ke kantin"ajak Nadin yang langsung berdiri dan mengandeng tangan Yura "Yur jangan bilang ke Hana ya tentang kemarin nanti dia khawatir"bisik Nadin, sedangkan Yura hanya diam tidak menjawab apa yang di beritahukan Nadin karena Yura adalah pendengar yang baik
"Hey tunggu,apa yang kalian bicarakan"
Mereka berjalan beriringan menuju kantin, sesampainya di kantin mereka bertiga memilih duduk di bangku paling pojok.
"Kalian pesan apa"tanya Hana "gue bakso,lo yur"ujar Nadin
"samakan aja"jawab Yura
"Oke guys minum nya es teh, bentar gue pesan dulu" ucap Hana langsung pergi ke arah dimana bakso di jual di kantin tersebut
__ADS_1
"Yur abang lu ganteng juga ya"ucap Nadin membuat Yura langsung melihat ke arah Nadin
"Abang yang mana"tanya Yura
"Iya Abang lo yang pas ngantar gue pulang"ujar Nadin tiba-tiba saja dia kepikiran Rafa
"Bang Rafa?"tanya Yura "iya dia sama enggak ya sama ayah gue"ujar Nadin lesu
"Enggak Abang gue semuanya enggak ada yang kasar, abang-abang gue sangat menghargai perempuan"jelas Yura
"Srius yur, minta wa nya dong"ucap Nadin
Nadin sebenarnya adalah gadis yang periang,ceria,bawel dan aktif cuma di keluarganya dia tidak seceria muka nya pas di sekolah
"Nanti gue kasih"jawab Yura
"Apa yang kalian bicarakan"ujar Hana yang baru datang membawa semangkuk bakso dan 2 mangkuk nya lagi di antar oleh mbak kantin
"Tidak membicarakan apa-apa kok"jawab Nadin dengan santai
Mereka bertiga pun makan dengan lahap
"Ran nantikan ada sosialisasi tuh lo ikut atau enggak"tanya Bram sambil menyeruput kuah mie ayam di depannya
"Iya soalny perwakilan OSIS 5 orang"jawab Ranra
"Padahal kita mau ajak nongkrong kalo lo enggak gue enggak lah"ujar Zino
"Lo enggak mau gitu berdua sama gue nongkrong nya"tanya Bram dengan nada kesal
__ADS_1
"Enggak malas gue"ujar Zino
Sementara Ranra dari tadi hanya diam memikirkan bagaimana memulai ngobrol dengan Yura di WhatsApp karena Ranra sudah mendapatkan nomor Yura
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya sampai sini dulu
maaf baru bisa up
Aku kemarin demam di tambah maag kambuh
padahal lagi ujian praktek di sekolah
__ADS_1
see you guys nanti aku balik lagi
love you