
Zizi melompat ke atas sampan, begitu juga Maria yang melayang menyusul Zizi lalu duduk di sampan.
"Shane tugas mendayung."
Kata Maria.
Shane tersenyum saja.
Ia hanya cukup memegang dua dayung di kanan kirinya, lalu dengan gerakan seperti Ninja Hatori, Shane dalam sekejap membawa sampan itu menyeberangi telaga, langsung sampai ke ujung.
Zizi dan Maria rambutnya sampai seperti habis kesetrum, acak adut, awut-awutan dan naik semua.
"Shane, yang benar saja, kita sama sekali ngga bisa menikmati pemandangan saat menyeberang."
Maria mengomel sambil sempoyongan turun dari sampan.
Zizi juga turun dari sampan dengan terhuyung-huyung.
"Aduh aku seperti mabok janda."
Kata Zizi.
"Malah mabok janda, dasar anak tidak jelas."
Maria geleng-geleng kepala.
Matanya terasa juling.
Shane menyusul turun Maria dan Zizi.
Sementara hantu Mintul terlihat melayang di belakang sana sambil terpingkal-pingkal.
"Biasanya mah orang tajir naik pesawat jet pribadi, ini naik sampan jet hahaha..."
Hantu mintul bersemangat terpingkal-pingkal.
Zizi begitu sampai di tanah langsung tampak duduk selonjor.
"Aduh kepala Zizi seperti ada sembilan."
Kata Zizi yang kemudian terjengkang ke belakang dan kemudian rebahan di atas tanah.
"Kotorlah Zi."
Ujar Maria.
"Biarinlah."
Kata Zizi yang rasanya matanya juga jadi juling.
Shane tersenyum melihat Zizi dan Maria yang tak kuat dibawa ngebut.
Shane menatap wajah hutan ke enam yang begitu gelap.
Meskipun langit sudah terang, tapi nyatanya hutan itu seolah tak bisa ditembus oleh matahari.
Seperti ada yang meliputi hutan itu, sesuatu yang memang sengaja melindungi dari sinar matahari.
Shane dengan Indra penciumannya yang sangat tajam, begitu juga dengan tatapan matanya yang juga setajam SILET, tampak Shane yang cool dan tampan dan ganteng dan mempesona itu menangkap begitu banyak bayangan hitam dengan mata merah berkelebat di dalam sana.
Sosok-sosok yang tinggi besar, mereka seolah berebut ingin menyambut kedatangan Shane bersama Zizi dan juga dua hantu si Aunty Maria dan juga Mintul.
"Ah Kak Seng, berikan Zizi minum."
Zizi meminta Shane mengambilkan botol minuman di ransel, Zizi membeli tiga botol sekaligus di rumah makan milik mendiang Sari.
Shane membuka ranselnya, mengeluarkan satu botol minuman yang Zizi minta.
Zizi duduk lalu menerima botol minumannya dan kemudian meneguknya.
Zizi yang melihat Shane terus menatap ke arah hutan ke enam akhirnya jadi ikut-ikutan menoleh.
"Hmm... Mereka sudah akan membuat pesta sambutan sepertinya."
__ADS_1
Kata Zizi.
Zizi kemudian berdiri, dan menghadap ke arah hutan.
Lalu dengan ajaib dia tiba-tiba bergerak aneh...
"Dengan kekuatan bulan, akan menghukum mu."
Maria geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak asuhnya.
"Apa banget sih dia mah ngga jelas."
Gumam Maria malu sndiri. Takut dia jadi tersangka mengajari perilaku sesat begitu. Mana gayanya pakai kartun jadul era 90an, sudah jelas pasti Maria yang paling tua di sana yang jadi sasaran.
"Kekuatan bulan apa sih? Kamu bukannya Naga?"
Tanya hantu Mintul yang sepertinya tak tahu kalimat sakti itu.
Zizi melompat ke arah Mintul hanya untuk menonyor kepalanya.
"Pe'a."
Zizi kemudian tertawa.
Haiiish... Hantu Mintul mendesis.
Jangan-jangan aku salah mengira dia pewaris Naga, masa iya pewaris Naga begitu? Batin hantu Mintul mulai meragukan Zizi.
Zizi lalu dengan botol di tangan yang airnya masih sisa setengahnya, tampak berjalan dengan tenang menuju hutan ke enam.
"Hai makhluk-makhluk berbulu, aku datang."
Kata Zizi yang kemudian berlari melompati semak belukar di depan hutan itu.
Shane segera menyusul, begitu juga dengan Maria.
Hantu Mintul melayang paling belakang, ia terus melihat gerakan Zizi yang sangat gesit, melompat begitu tinggi, lalu saat ada sekelebat bayangan tinggi besar, Zizi mengejar bayangan itu dengan sangat cepat.
Mintul melongo...
Zizi di depan yang melihat satu Gendruwo terlihat menghindar, langsung memburunya, Zizi yang tentu saja tak mau kehilangan Gendruwo itu, tampak melompat cepat sambil melemparkan botol minumannya ke arah Gendruwo.
Pletak!!
Botol minuman itu tepat mengenai belakang kepala Gendruwo, membuat makhluk itu menoleh, dan saat itu juga, tendangan maut dari Shane menghajar wajahnya yang amit-amit.
Saking kerasnya tendangan Shane, Gendruwo itu terpental ke belakang dan menabrak sebuah pohon besar.
Zizi melompat ke arah Gendruwo itu.
"Di mana komplotan mu?"
Tanya Zizi.
Gendruwo itu tak bisa bicara, giginya copot semua karena ditendang Shane.
"Yah kasihan dia ompong tak punya gigi, hahahaha..."
Hantu Mintul tertawa seperti melihat acara lawak di TV.
Zizi baru akan menarik Gandruwo yang sepertinya masih cukup muda itu, tatkala terdengar suara menggeram yang sangat keras dari dalam hutan ke enam
Suara geraman itu bukan hanya satu, namun banyak.
Zizi terlihat menyeringai.
"Baiklah."
Zizi menepukkan kedua tangannya dua kali.
Terdengar kemudian geraman itu semakin lama semakin mendekat.
Hantu mintul yang tahu bahaya apa yang akan datang langsung memilih sembunyi di balik semak.
__ADS_1
Tapi sayangnya, niatnya keluar dari medan perang ketahuan Maria, walhasil telinganya di jewer Maria.
"Kau bilang akan membantu Zizi, penuhi janjimu!!"
Kata Maria.
Hantu mintul cengar-cengir.
"Ya kirain cuma nunjukkin tempat aja, kalau ikut perang aku cuma bisa jadi supporter, aku biasanya jadi Negara Non Blok."
Plak!!
Maria menabok kepala hantu mintul.
"Kamu itu ngga usah ngomongin Non Blok, kamu itu cukup inget Non Zizi."
Kata Maria.
Haiiish... Hantu mintul mendesis.
Dan belum lagi ia akan meneruskan perngeyelannya, pasukan Gendruwo yang sangat banyak kini telah tiba di hadapan mereka.
Hantu mintul membelalakan matanya melihat para Gendruwo yang sangat besar dan tinggi itu, bulunya begitu lebat hampir menyamai hutan belantara tempat tinggal mereka.
Sampai tidak bisa dibedakan mana Gendruwo mana semak belukar.
"Lagi-lagi cicit Bandapati."
Geram pemimpin pasukan Gendruwo ke arah Zizi.
Zizi menyeringai.
"Lagi-lagi si auwo uwo."
Sahut Zizi.
"Auwo uwo mah Tarzan, Zizi."
Maria bisik-bisik tetangga.
Zizi tepok jidat.
"Ah iya, Zizi lupa."
Kata Zizi.
Para Gendruwo yang melihat salah satu anggota mereka terluka parah sampai giginya rontok semua akhirnya terlihat emosi jiwa.
Para Gendruwo itupun dengan matanya yang merah itu menatap Zizi seolah ingin segera menelan Zizi bulat-bulat.
"Kau berani-beraninya membuat generasi penerus Gendruwo yang berbakat ini sampai tak punya gigi lagi!"
Kesal pemimpin Gendruwo.
"Ya pake gigi palsu saja, pemimpin kera putih juga pake gigi palsu, pesan saja di online shop, kan bisa COD."
Ujar Zizi.
Haiish... Maria dan hantu mintul mendesis.
Malah ngajarin Gandruwo belanja online.
"Sudah! Kamu berisik sekali, bicara juga tidak jelas juntrungnya. Maju kau cicit Bandapati!"
Pemimpin Gendruwo tiba-tiba melompat ke arah Zizi dan mencoba menyambar tubuh Zizi.
Zizi yang lincah dan gesit cepat menghindar.
Sementara itu pasukan Gendruwo yang lain mulai berperang dengan Shane, Maria dan hantu Mintul yang malah melayang kejar-kejaran seperti film India.
Zizi melompat ke atas pohon, pemimpin Gendruwo terlihat menyambarkan cakarnya ke arah pohon di mana Zizi berada.
Tapi...
__ADS_1
**---------------**