Zizi

Zizi
99. Teror Hantu Bule


__ADS_3

Pak penjual nasi ayam akhirnya sudah kembali bangun dan bisa bernafas dengan normal lagi.


Shane memberikan dia minum segelas air putih.


Zizi yang sudah menghabiskan ayam gorengnya terlihat ikut duduk di dekat pak penjual nasi ayam dan Shane.


Hantu penunggu kios atas perintah Zizi akhirnya diantar ke tempat lain oleh Maria dan Mintul.


"Buat latihan mengendalikan diri saat nongol di depan manusia, kamu mendingan tinggal di tempat-tempat yang jauh dari pemukiman, kalau mau ikut makan, nyari ke dekat dapur orang yang lagi masak, hirup aromanya dari luar aja."


Begitu kata Zizi pada si hantu penunggu kios yang belum pengalaman melihat naik turunnya energinya sendiri.


Maka dengan itu, hantu penunggu kios pun menurut, ia akhirnya pergi dengan diantar Maria serta Mintul yang ingin sekalian jalan-jalan.


Maria sendiri minta diantar ke tempat hantu yang katanya juga seperti dirinya. Ia penasaran karena sejauh ini, ia memang belum pernah bertemu sesama none Belanda.


"Maaf Non, saya... saya belum siapkan ayam bakarnya, se... sebentar ya."


Pak penjual nasi ayam tampak gugup berusaha bangun dari posisinya, tapi Zizi segera menggeleng.


"Tidak usah Pak, gampanglah nanti bungkus saja kasih ke pemulung atau babang ojol yang lewat atau juga beli, kasihin buat dia bawa pulang."


Kata Zizi.


"Tapi... Say... saya..."


"Ngga apa Pak, Zizi udah nggak kelaparan lagi kok, ini laparnya udah menguap."


Kata Zizi.


Pak penjual nasi ayam menatap Zizi dan akhirnya mengangguk lega mendengar Zizi bicara begitu.


Shane yang diam-diam memandangi Zizi jadi tersenyum. Sisi lain dari Zizi memang dia hatinya baik.


"Rumahnya mana Pak?"


Tanya Zizi.


"Deket sini Non, itu di depan tinggal nyebrang, masuk gang, rumah saya mentok jalan."


Ujar Pak penjual nasi ayam.


Zizi mantuk-mantuk.


"Oh deket kalau begitu."


Pak penjual nasi ayam meneguk air putihnya lagi hingga habis.


"Di sini ATM di mana ya Pak?"


Tanya Zizi.


"Banyak Non. Bank apa?"


Zizi menyebutkan kartu ATM yang kali ini ia bawa. Sebetulnya Zizi hampir punya ATM semua Bank, karena Papa Zion memang memiliki rekening hampir di semua Bank. Tapi, mengingat Bank yang ATM nya kali ini adalah Bank paling banyak cabangnya di Indonesia, maka Zizi memilih ATM Bank tersebut yang dibawa.


Pak penjual nasi ayam akhirnya menunjukkan beberapa tempat yang ada mesin ATM milik Zizi, termasuk juga minimarket yang ada di dekat sanah, yang letaknya akan ke alun-alun.


"Biasanya orang ambil uang di sekitar tempat itu Non."


Ujar pak penjual nasi ayam.


Zizi mengangguk mengerti.

__ADS_1


Ia kemudian pamit pada Shane untuk pergi ambil uang, tapi Shane merasa khawatir jika harus membiarkan Zizi pergi sendirian, apalagi ia akan ambil uang.


Tapi Zizi meyakinkan bahwa tidak akan ada apa-apa.


"Cuma jalan doang kan deket, santai Kak Seng, mendingan Kak Seng nungguin Pak penjual nasi ayam saja, takutnya nanti ada hantu iseng lagi, dan dia pingsan sendirian."


Ujar Zizi.


Zizi pun bergegas beranjak dari sana.


Jalanan masih cukup ramai. Lampu jalanan yang ada di sekitar sana juga berpendar terang menerangi jalanan di sepanjang jalan menuju tempat yang ditunjukkan Pak penjual nasi ayam.


Zizi mempercepat langkahnya karena ia ingat jika kini Raja Dalu tengah menunggunya di alam lelembut untuk menjemput Ratu Bunga Petak.


Tak ada waktu yang boleh terbuang sia-sia, Zizi harus segera mengambil uang, memberikan pada pak penjual nasi, lalu kembali ke alam lelembut.


Hingga kemudian, Zizi akhirnya melihat mini market yang dimaksud, ia segera menuju ke sana, sekalian beli beberapa air mineral botol, keripik dan roti juga, Zizi ambil uang sekalian.


Saat ia berada di kasir untuk membayar dan menarik uang, teman si kasir yang sesama karyawan tiba-tiba masuk ke dalam minimarket sampai menabrak pintu.


Ia terlihat ngos-ngosan dan berwajah pucat.


"Dodo, kenapa Do?"


Tanya si kasir pada temannya yang baru saja sampai itu datang-datang terlihat duduk di lantai sambil selonjor.


"Kasih minum tuh, nanti pingsan."


Kata Zizi pada si kasir sambil memberikan satu botol air mineral miliknya pada si kasir agar gadis itu memberikan air mineral milik Zizi pada temannya yang bernama Dodo.


Si kasir menurut mengulurkan tangannya memberikan air mineral pada temannya itu.


Setelah akhirnya meminum air yang diberikan oleh si kasir, pemuda bernama Dodo tersebut akhirnya bisa lebih tenang.


Kata Dodo.


"Ada apa sih memangnya? Kamu dipalak lagi?"


Tanya Wiwin si kasir minimarket yang berwajah manis.


Dodo temannya menggeleng.


"Bukan, aku lewat jalan lain, tapi malah ketemu hantu bule."


Ujar Dodo.


Mendengar hantu bule jelas saja Zizi langsung ingatnya Aunty Maria.


Hmm... Pasti Aunty iseng ngerjain nih. Batin Zizi.


"Haduuh serem banget, aku ngga sanggup ceritanya, mukanya pucat, matanya terbalik putih semua."


Ujar Dodo membuat si kasir bergidik ngeri.


"Jangan cerita lagi Do, udahlah..."


Zizi menghela nafas.


"Udah nanti aku ajak pulang dia, tenang aja."


Kata Zizi yang mengira itu Maria.


Dan tentu saja kedua karyawan minimarket yang mendengar Zizi akan suka rela mengajak pulang hantu langsung melongo.

__ADS_1


"Ini hantu Kak, hantu, bukan mainan."


Kata Dodo yang langsung bangun.


"Kakak tahu hantu nggak? Yang di film horor itu."


Lanjut Dodo pula.


Zizi jadi tertawa.


"Iyalah Zizi tahu, memangnya Zizi bilang itu lalapan."


Sahut Zizi.


Kasir di depan Zizi masih bingung dan diam saja jadinya melihat Zizi.


Ini orang apa sih sebetulnya. Batin si kasir.


"Udah itu mana uang Zizi."


Kata Zizi pada kasir yang masih bengong bae.


"Oh oh iya sebentar Non, maaf, ngelag."


Kata si kasir.


Ia kemudian mengambil uang tiga juta rupiah sesuai yang ditarik Zizi.


Setelah selesai transaksi di minimarket, membayar belanja dan juga menarik uang, Zizi kemudian keluar dari minimarket.


Tapi Zizi ingat soal hantu bule itu tempatnya Zizi tidak tahu, jadi Zizi masuk lagi.


Tampak kedua karyawan minimarket itu tengah kembali membicarakan soal hantu bule yang baru saja dilihat Dodo.


"Tempatnya di mana hantu itu?"


Tanya Zizi.


Dodo si karyawan itu akhirnya meninggalkan meja kasir dan menghampiri Zizi.


"Nona yakin akan menemui hantu itu, dia hantu baru kayaknya di tempat itu, biasanya saya lewat sana aman saja."


Ujarnya.


Zizi nyengir.


Yaiyalah biasanya aman, kan Aunty sama Zizi terus. Batin Zizi.


"Udah tunjukkan saja Zizi harus jalan ke arah mana, kalau ngga di panggil nanti dia lupa harus balik ke alam lelembut."


Ujar Zizi lagi.


Karyawan minimarket pun keluar dari tempatnya bekerja, Zizi mengikuti di belakangnya.


Sampai di jalan depan minimarket, karyawan bernama Dodo itu menunjuk ke arah kanan agar Zizi berjalan ke sana.


"Itu nanti di ujung ada pertigaan, Kakak ambil kiri, jalan kecil cuma buat lewat motor, sekitar enam meter begitu keluar udah deket situ tempatnya. Sekitar pohon beringin besar."


Ujar Dodo.


Zizi mantuk-mantuk.


Baiklah Aunty, sudah saatnya balik menyelesaikan misi, tadi katanya cuma sebentar anterin hantu pindahan, sekarang malah betah main-main di alam manusia. Batin Zizi.

__ADS_1


**-----------**


__ADS_2