" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 1


__ADS_3

Di suatu pagi yang cerah, terlihat seorang anak perempuan yang sedang mengagumi sekolahannya yang baru. Menurut sudut pandangnya, ia merasa bahwa ini adalah sekolah favoritnya yang selama ini ia impi-impikan.


" Wah, memang luar biasa. ( yang memandangi sekolah barunya tersebut. )" ucap anak itu.


" Halo. " ucap anak yang lain.


" Ha, hai." ucap anak itu.


" Nama kamu siapa?. Apakah aku boleh kenalan sama kamu?. " ucap anak yang lain.


" Iya. Nama aku Lea." ucap anak itu ( Lea ).


" Wah, nama yang bagus. Oh, ya kenalin aku Diva. ( Sambil mengulurkan tangannya ). " ucap anak yang lain ( Diva ).


" I iya. " jawab Lea.


" Kamu gugup ya?. " tanya Diva.


" Sedikit sih, tapi nggak apa-apa. " jawab Lea.


" Nanti saat di ruang kelas, aku duduk sebangku ya sama kamu?. " Tanya Diva.


" Iya, boleh. " Jawab Lea.


" Makasih. " ucap Diva.


" Iya sama-sama. " Jawab Lea.


" Tes,tes di informasikan kepada seluruh siswa-siswi baru, harap segera berkumpul di lapangan sekolah. Karena sebentar lagi ada kegiatan MPLS atau Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah. Jadi harap berkumpul dan membentuk barisan, dilarang bergerombol. Sekian Terima Kasih." MC dadakan.


" Ayo Lea kita masuk ke dalam dan bergabung bersama teman-teman yang lainnya. " kata diva.


" Iya, ayo Diva." jawab Lea.


[ Sesampainya di lapangan ]


" Halo, kalian juga murid baru ya?." ucap siswa laki-laki.


" Iya, kita murid baru. Kenapa memangnya?." jawab Diva.


" Enggak kenapa-kenapa, cuma pengen nyapa aja." jawab siswa tersebut.


" Oh gitu."jawab Diva.


" Kalau kenalan juga boleh nggak?."tanya siswa tersebut.


" Tentu saja boleh, dong. Ya nggak Lea?." jawab Diva.


" Iya boleh kok." jawab Lea.


" Baiklah, Salam kenal nama aku Rian." ucap Rian.


" Oh kalau aku Diva." ucap Diva.


" Aku Lea." ucap Lea.


" Kalian dari satu sekolah yang sama kah?." ucap Rian.


" Enggak, kita beda sekolahan. Memangnya kenapa?." jawab Diva.


" Cuma nanya aja." jawab Rian.


" Lea?." ucap Rian.


" Iya, ada apa?." jawab Lea.


" kamu, tipe-tipe orang pendiam ya?." tanya Rian.


" Kok tau." jawab Lea.


" Wah, tadi itu emang bener ya!!. Aku kira aku salah." kata Rian.


" Oh ternyata kamu cuma menebak aja ya." jawab Diva.


" Kok tau." jawab Rian.


" Ya, iyalah kan udah ketebak." jawab Diva.


" Masa?." tanya Rian.

__ADS_1


" Dikasih tahu malah nanya lagi, gue geplak baru tahu rasa kamu." kata Diva.


" Ampun kak, tadi bercanda doang. Jangan dimasukin ke hati apalagi ke jantung, paru-paru, tenggorokan nanti bisa-." ucap Rian.


" Bisa apa hhmm, bisa apa?." jawab Diva.


" Itu yang dibelakang kenapa masih bicara. Sini maju, depan harus di isi." kata pak.guru.


" Tuh, kan kena marah. Kamu sih dari tadi bicara terus." kata Diva.


" Ayo maju ke depan sini." ucap pak.guru


Diva dan Rian berjalan ke depan mengikuti arahan dari pak.guru. Sesampainya di depan pak.guru berkata...


" Kalian berdua ngapain di belakang?. Apa kalian nggak dengar tadi bapak bilang apa?." ucap pak.guru.


" Maaf pak kami salah, kami tidak mendengar instruksi dari pak.guru." ucap Rian.


" Memangnya kalian berdua ngapain tadi?, sampai nggak dengar instruksi dari saya." kata pak.guru.


" Kami tadi sedang mengobrol, tapi ada satu teman kami yang tidak ikut. Nah, jadi kita cari tapi tidak ketemu." kata Diva.


" Nama teman kalian memangnya siapa?." kata pak.guru.


" Namanya....tadi...., siapa ya aku lupa."ucap Diva.


" Namanya Lea." ucap Rian.


" Nama lengkapnya?." kata pak.guru.


" Kami tidak tahu, pak." ucap Rian.


" Asal sekolahnya?." kata pak.guru.


" Kami juga tidak tahu, pak." kata Diva.


" Baiklah, kalau gitu. Sekarang kalian tenang dulu dan sekarang masuk ke barisan." kata pak.guru.


" Ya, pak." kata Rian.


[ Di barisan sebelah paling ujung ]


" Kamu kenapa?." ucap salah satu siswa.


" A aku nggak apa-apa." kata Lea.


" Tapi kelihatannya kami gelisah, ada apa?." ucap siswa tersebut.


" Aku udah bilang, aku nggak apa-apa." kata Lea.


" Aku boleh nggak kenalan sama kamu." ucap siswa tersebut.


" Baik, tapi setelah ini jangan nganggu aku." ucap Lea.


" Baiklah, baik." ucap siswa tersebut.


" Nama ku Lea, dah puas." ucap Lea.


" Nama lengkapnya??." ucap siswa tersebut.


" Lea Mutiara Zahra." ucap Lea.


" Nama yang cantik, seperti orangnya." ucap siswa tersebut.


" Makasih." ucap Lea.


" Sama-sama, cantik. Oh ya kamu mau tahu nggak nama aku." ucap siswa tersebut.


( Dia sepertinya orang baik, nggak salah juga kalau aku tahu namanya. Bisa aja nanti jadi teman.) batinan Lea.


" Eh, hei." ucap siswa tersebut.


" Ya..." ucap Lea.


" Kamu jangan ngelamun nanti kesambet loh." ucap siswa tersebut.


" Oh ya?." ucap Lea.


" Memangnya kamu nggak tahu ya, kalau sekolahan ini bekas-."

__ADS_1


" Bekas kuburan, rumah sakit, panti jompo, museum gitu?." ucap Lea.


" Kok kamu tahu." kata siswa tersebut.


" Udah biasa itu mah." kata Lea.


" Masa?!." ucap siswa tersebut.


" Ya terserahlah kamu mau nanggapinnya gimana. Oh, ya tadi nama kamu siapa?." ucap Lea.


" Cie, nanya in nama." ucap siswa tersebut.


" Emangnya nggak boleh?." ucap Lea.


" Cie, maksa..." kata siswa tersebut.


" Udahlah terserah kamu." ucap Lea.


" Cie, ngambek." kata siswa tersebut.


"....." ( Lea )


" iya-iya aku kasih tau nama aku...Johan Dimas Saputra." kata Johan.


" Oh." ucap Lea.


" Makasih." kata Johan.


" Hah??." ucap Lea.


" Enggak." kata Johan.


" Ih, nggak jelas." Kata Lea.


" Siapa?." ucap Johan.


" Kamu." kata Lea.


" Yang nanya." ucap Johan.


" Terserahlah, Kalau misalnya aku panggil Dimas nggak papa?." kata Lea.


" Ya nggak papa." ucap Johan.


" Makasih." kata Lea.


" Sama-sama cantik." ucap Johan.


" Tes,tes, 1,2 mohon perhatiannya sebentar. Di barisan yang ada di sini adakah yang namanya Lea." kata pak.guru.


" Lea siapa pak?." kata siswi lain.


" Iya, pak nama Lea di sini banyak." kata siswa lain.


" Yang merasa punya nama Lea, silahkan maju ke depan. Karena di cari sama temennya." kata pak.guru.


Lea melangkah maju ke depan, namun baru dua langkah ke depan, tangan kanannya merasa ada yang menarik.


" Aku boleh ikut nggak?." kata Johan.


" Ya enggaklah, nama kamu kan nggak ada kata Lea." ucap Lea.


" Tapi aku mau dampingi kamu." ucap Johan.


" nggak boleh Dim, nanti kena hukuman gimana." ucap Lea.


" Tapi, nanti kalau nggak bisa ketemu lagi gimana?." ucap Johan.


" Nanti aku cari kelas kamu deh, sekarang lepasin dulu ya." ucap Lea.


" Bener ya?." ucap Johan.


" Iya." ucap Lea.


" Woi, lama banget. buruan maju kek." ucap salah satu siswi.


" Iya, sebentar." jawab Lea.


Dan akhirnya Johan pun melepaskan tangannya Lea dan Lea pun maju ke depan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2