" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 7


__ADS_3

" ( brruuukkk. )." Satria.


" Satria." temennya Satria.


" .... " Satria.


" WOI... tolong panggilin petugas PMR." kata temen Satria.


" Kenapa harus panggil PMR segala, kan, teman sekelasnya bisa kan?." Gak tahu siapa tapi ikut nimbrung. [ orang ngeselin ]


" Ya nggak kuat lah. Mikir dong." kata temanya Satria.


" Dasar lemah." kata [ orang ngeselin ]


" Kamu daripada banyak omong, bantuin gue bawa Satria ke UKS." kata temannya Satria.


" Ogah." jawab [ orang ngeselin ]


" Gue doain lo, semoga diputusin sama cewek Lo." kata temanya Satria.


" Doa Lo nggak bakalan mempan." jawab [ orang ngeselin ]


" Kita liat aja." kata temannya Satria.


" Satria, Lo berat banget sih. Udah pingsan nggak tahu tempat tambah nyusahin lagi." kata temennya Satria.


"....." Satria.


"Eh, kak. Kakak ini kenapa?" kata Lea.


" Pingsan. Kalian berdua bisa bantuin angkat ke UKS enggak ya." tanya temannya Satria.


" Bisa kak, tapi kita ke kamar mandi dulu." kata Diva.


" Yaudah, aku tungguin kalian disini." kata temannya Satria.


" Ya kak." jawab Diva.


5 menit berlalu Diva dan Lea sudah kembali dari kamar mandi, lalu segera membantu temannya Satria untuk membawa Satria ke ruang UKS. Setelah sampai di UKS, Diva berkata...


" Aku panggilkan guru UKS, yah kak?." tanya Diva.


" Aku aja. Kalian berdua tolong jagain satria aja." kata temannya Satria.


" Yaudah kak." jawab Diva.


" Ya, kalau gitu kalian tunggu sini bentar." kata temannya Satria.


" Ya, kak." jawab Diva.


7 menit telah lewat, namun belum ada tanda-tanda kedatangan temannya Satria itu. Hingga membuat Diva menjadi bosan dan juga membuat Lea menjadi khawatir. Mengapa demikian? karena ia merasa bahwa, di hari pertamanya ia bersekolah, ia sudah berani untuk membolos pelajaran.


Dan itu membuat sangat menggangu di pikiran Lea.


" Lea?" Diva.


"..." Lea yang bengong.


" Ya.., Lea?" Diva sambil berusaha menggoyangkan badan Lea.


"...." Lea, belum ada sahutan juga.


" LLEEAAA" kata Diva.


" Eh, ya diva ada apa?" tanya Lea.


" Kamu kenapa?." tanya Diva.

__ADS_1


" Apa?" jawab Lea kebingungan.


" Kamu kenapa bengong, nanti kesambet loh." kata Diva.


" Ma..mana ada aku bengong." jawab Lea.


" Terus tadi kenapa?." tanya Diva.


" Tadi cuma mikir aja." jawab Lea.


" Mikir apa?." tanya Diva.


" Ada." jawab Lea.


" Cieee, mikirin Johan ya..." kata Diva yang sedang menggoda Lea.


" Engg...Enggak ya." jawab Lea dengan gugup.


" Enggak atau Iya nih?." Diva.


" Enggak ada. Kamu jangan mikir aneh-aneh ya." kata Lea.


" Apa tadi aku ndak kedengaran." kata Diva.


" Udah, ah jangan dibahas lagi." kata Lea.


" Ciieee, ngambek nih ceritanya." kata Diva.


" .... " Lea.


"{ Ternyata adik kelas ini [Lea] suka sama Johan, Tapi tunggu Johan yang mana? }" Batinan Satria yang sudah sadar.


setelah berbincang tersebut, Lea memutuskan untuk keluar dari ruang UKS dan mengecek apakah Kakak kelas tadi [ temanya Satria ] udah kembali atau belum.


" Duh..., kakak tadi lama banget ya." kata Lea sambil melihat jam yang ada di tangannya.


" Apa aku cari aja yah." kata Lea sambil berusaha memutuskan.


Diva yang belum sadar bahwa Lea telah pergi dari ruang UKS di buat terkejut oleh kesadarannya Satria.


" Eegghh, aku di UKS. Kok bisa?." kata Satria yang pura-pura bangun, padahal dari tadi juga udah sadar.


" Eh, kakak udah sadar. Aku panggilin temannya kakak yah." kata Diva.


" Kamu siapa?." tanya Satria.


" Oh, aku aik kelas kak.Satria." jawab Diva.


" Sungguh?." kata Satria.


( mengangguk ). Diva


" Apakah kamu membawa ku sendirian kesini?." tanya Satria.


" Eh, Bu bukan hanya saya." jawab Diva.


" Lalu?." tanya Satria.


" Jadi begini [ menceritakan semua yang terjadi ], nah kurang lebih seperti itu kak." kata Diva.


" Ooohhh, okelah." jawab Satria.


" Iya ( sambil tersenyum )." Diva.


" Ngomong-ngomong dimana teman ku dan teman mu?." tanya Satria.


" Tadi kata teman kakak, dia mau mencari guru UKS dulu tapi udah jam segini belum juga kembali." jawab Diva.

__ADS_1


" Kalau teman kamu?." tanya Satria lagi.


" Oh~ ini di Sam ping sa ya ( menengok ke arah samping ), Lho kok nggak ada. Lha kemana nih anak ( sambil garuk-garuk kepala ) tadi ada sekarang nggak ada." kata Diva yang kebingungan.


" Coba cari dulu, takutnya nanti ada apa-apa." kata Satria.


" Tapi nggak apa-apa nih Kakak aku tinggal?." tanya Diva.


" Iya, enggak apa-apa. Oh, iya sekalian cariin teman aku yang tadi ya." kata Satria.


" Kalau nggak ketemu kak?." tanya Diva.


" Kalau nggak ketemu ya sudah, kamu sama temen kamu balik aja ke kelas." kata Satria.


" Siap kak. Nama temen kakak siapa ya?. Biar nanti agak lebih gampang nyarinya." kata Diva.


" Namanya Bayu." kata Satria.


" Ok, kak. Yaudah kak aku pamit dulu, Kakak cepat sehat ya." kata Diva.


" Iya, makasih." kata Satria.


Diva pun berjalan keluar dari ruang UKS tersebut dan hanya ada satu tempat yang ia pikirkan untuk menemukan Lea, kemudian ia juga bergegas menghampiri/mengecek tempat tersebut. Sedangkan di UKS, Satria sedang memikirkan dimana si Bayu ini menghilang. Karena Satria berpikir bahwa si Bayu ini orangnya setia kawan.


" Kalau dipikir-pikir gue pingsan karena apa yah?. Gara-gara penulis nih, udah lama nggak update jadi lupa kan." kata Satria.


" Kamu pingsan karena hari ini ada ulangan harian matematika dan kamu juga bilang bahwa kamu akan memberikan contekan matematika tersebut ke 1 kelas." Kata Silvi.


" Jangan sok tahu kamu, sil." kata Satria.


" Bukan sok tahu, tapi memang ceritanya begitu." kata Silvi.


" Kamu tahu dari mana?." tanya Satria.


" Bayu." jawab Silvi.


" Oh, pantesan. Sekarang orangnya mana?." tanya Satria.


" Di kelas, lagi ngerjain ulangan matematika tuh." jawab Silvi.


" Lha, kamu ngapain ke sini?. Kamu nggak ngerjain?." tanya Satria.


" Kamu nggak perlu tahu." kata Silvi.


" Hayo, kamu udah ada contekan ya..." kata Satria.


" Kata siapa aku ada contekan, aku ngerjain sendiri tahu." kata Silvi.


" Terus, kamu kesini buat apa?" tanya Satria.


" Buat ngetawain kamu, ya nggaklah. Nih, aku bawa in cemilan kesukaan mu." kata Silvi.


" Widih, tumben baik banget. Biasanya aja pelit." kata Satria.


" Minimal ucap terima kasih dulu, sebelum mengkritik." kata Silvi.


" Oh, iya makasih adik~." kata Satria.


" Aku bukan adik mu." jawab Silvi.


" Tapi, lebih tua aku." kata Satria.


" Hahaha, aku baru dengar ada orang yang bilang dirinya tua, padahal masih muda kayak gini, Hahahahahaha." kata Silvi sambil tertawa.


" ( makan dengan tenang, dan belum mengerti apa yang di bilang sama Silvi. )." Satria


" kayaknya bener deh." kata Silvi.

__ADS_1


" Apa??." kata Satria.


Bersambung....


__ADS_2