" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 16 masa lalu yang menyakitkan


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Rian telah sampai di depan rumah sakit dan segera mencari di mana keberadaan adiknya.


" permisi.."


" Iya, dek. Anda yang bisa saya bantu?."


" kamar rawat inap atas nama Putri Atma Maharani dimana ya?."


" mohon maaf adik ini siapanya pasien??."


" saya kakaknya, suster."


" Baiklah, kamar pasien ada di kamar mawar 0.1. Dari sini adik lurus mentok belok kanan. Disitu kamarnya."


" Baik, terima kasih."


" Sama-sama."


Setelah Rian mengetahui dimana kamar adik ya itu, iapun segera bergegas mencari nama kamar tersebut hingga sampainya ia di depan kamar itu dirinya terkejut saat melihat orang tuanya sedang menunggunya di kursi tunggu.


Dengan langkah yang berat mau tidak mau Rian berjalan mendekati orang tuanya itu.


" Dari mana aja kamu, hah?." Kata Ayah Rian yang melihat Rian datang.


" Kamu itu tega banget si kak, ninggalin adik sendirian sakit di rumah." Ditambah Ibunya Rian.


" Dan sekarang jadi masuk rumah sakit gara-gara kakak." Tambahnya lagi.


Rian tidak peduli dengan omongan dari orang tuanya tersebut, dirinya langsung masuk ke kamar adiknya yang dirawat.


" Dik, kamu kenapa??." tanya Rian khawatir.


" Kak.., adik nggak kenapa-napa kok. adik sehat."


" sehat dari mana, orang kamu sakit kayak gini."


" Aku enggak apa-apa kak..."


" Kak, maafin aku ya.. karna aku kakak jadi kena marah sama ayah ibu." tambahnya.


" Udah, kamu istirahat aja nggak usah pikiran itu okay?."


" Nggak, mau."


" Terus maunya apa?."


" Aku mau kakak, jujur sama aku!!."


" Jujur apa?."


" Jujur kalau tadi kakak sempet dimarahi ayah sama ibu."


" Sekarang masih ada yang sakit nggak?." ujar Rian yang mengalihkan pembicaraan.


" Kakak Jawab dulu."

__ADS_1


" Oh, iya.. kakak denger-denger si Ardian.."


" Ardian kenapa kak?." jawab Putri antusias.


" Ardian~.., nggak kenapa-napa." jawab Rian sambil lari untuk keluar dari kamar tersebut.


" KAK.., KAKAK.." panggil Putri.


" Aish, Kak. Rian nih. Bisa-bisanya..:(" tambahnya.


[ Diluar kamar ]


" Hah, hah,"


" Rian, kamu kenapa??." tanya ibunya


" ..., Aku baik-baik aja." jawab Rian.


" Kamu gimana sih jaga adik kamu, bisa-bisanya sampai sakit gitu." kata sang Ibu.


" .... "


" Kamu dengerin Ibu nggak sih?."


" .... "


" Mungkin sekarang dia jadi bisu, Bu." kata sang ayah yang baru saja keluar dari kamar mandi.


" ......, Atas dasar apa, anda menilai saya seperti itu." Jawaban Rian kepada ayahnya dengan pandangan lurus ke depan sambil mengepalkan tangannya.


" Jawab Rian, siapa yang mengajari mu bicara seperti itu. Ibu bertanya kepadamu." tambahnya.


" Tidak ada yang pernah mendidik Rian berbicara seperti itu tentang anda dan suami anda. Karna saya dari kecil telah ditinggalkan oleh kedua orang tua saya." Jawab Rian.


" Saat saya kecil, orang tua saya dengan tega meninggalkan saya dan adik saya di sebuah penitipan anak."


" Mereka berdua, terlihat sangat bahagia setelah menyerah kan kami kepada pengasuh penitipan anak tersebut."


" Namun, saya sempat menyadari bahwa ternyata orang tua saya tidak pernah menginginkan saya dan adik saya berada di dunia ini."


" Hingga suatu hari, sebelum mereka menitipkan saya dan adik saya. Ada seorang ibu yang sempat saya kagumi dan saya banggakan. Akan tetapi tanpa terbesit di pikiran saya, ternyata sang ibu yang saya kagumi tersebut ingin membunuh kedua anaknya itu dengan sebuah pisau di tangannya."


" Dengan berjalan perlahan-lahan mendekati kedua anak tersebut, dirinya telah siap untuk menghabisi nyawa darah dagingnya itu."


" Rian.. Cukup.." kata sang ibu.


Tanpa menggubris perkataan dari ibunya itu Rian tetap melanjutkan ceritanya.


" Dirinya itu pun telah mengangkat sebuah pisau yang ia Pengang dari tadi dan siap untuk menusuk buah hatinya dengan pisau tersebut."


" Rian, Sudah cukup. Nak." kata Ibunya yang tidak sanggup mendengarkan masa kecil Rian.


" Namun salah satu dari anaknya itu pun menyadari bahwa ibunya yang sempat dirinya kagumi ingin membunuh dirinya dan adik kecilnya itu. Alhasil, sang kakak berusaha menghindar. Namun.., na as. ternyata dirinya lupa bahwa adiknya masih kecil dan tidak dapat menghindar seperti dirinya."


" Hingga akhirnya, anak laki-laki tersebut harus melihat sebuah kejadian yang tak seharusnya ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Dengan teganya, seorang ibu itu pun menusuk adik kecilnya itu. Hingga.., Ayah datang dan menghentikan semua itu."

__ADS_1


" Ingin tahu apa selanjutnya yang terjadi dengan adik kecil ku itu?!. Tuan, Nyonya?!." bertanya dengan tatapan memandang ayah dan ibunya itu.


" TIDAK.., kumohon Rian hentikan. hiks, hiks. Ibu, ibu tidak sanggup mendengarkan semuanya." jawaban Ibu Rian sambil memeluk Rian.


Rian yang merasa tidak senang dengan perlakuan yang ibunya berikan kepadanya berusaha tidak mendorongnya, namun dirinya juga tidak membalasnya.


" Jika nyonya sudah tidak sanggup mendengarkan cerita masa kecil saya, tapi mengapa anda begitu sanggup untuk membawa saya dan adik saya ke surga??!."


Pertanyaan Rian yang berhasil membuat ibunya terpaku tidak bisa menjawab dan perlahan melepaskan pelukannya itu.


" Nak... hiks, ka kamu belum mengerti sepenuhnya yang dialami oleh ibu mu ini."


" Saat aku mengandung kamu dan adik mu. hiks., banyak sekali orang yang membenci ibu ."


" Apakah karna saya dan adik saya anak di luar nikah??!."


( DEG ) hati seorang ibu mana yang tidak hancur melihat anaknya mengatakan bahwa dirinya anak di luar nikah.


" TI.. TIDAK. Kamu dan adik mu bukan anak di luar nikah. kamu dan adik mu anak resmi dari pernikahan ibu dan ayahmu." Ibu Rian yang berusaha menjelaskan.


" Lantas.. mengapa nyonya dan tuan meninggal kami berdua."


" Apakah seperti itu yang di namakan orang tua?." jawab Rian.


( ngik ) suara pintu yang terbuka memperlihatkan seorang gadis kecil yang sedang memegang infus di salah satu tangannya.


Semua orang yang berada di sana terkejut setelah melihat Putri membuka pintu dan menampakkan dirinya.


" Kakak??!."


" Ya.. ada apa?!. Apa ada yang masih sakit??. Ayo kita masuk ke dalam." jawab Rian sambil perlahan menuntun Putri kembali ke dalam.


" Tidak, aku tidak mau."


" Lalu.. Putri maunya apa??. Biar kakak yang belikan?." tanya Rian.


" Aku ingin kakak..."


" Iya.., kamu ingin kakak. Apa??!."


" Aku ingin kakak.., me memaafkan ayah dan ibu." pinta Putri.


( DEG ) detak jantung Rian yang tidak karuan membuatnya tidak percaya apa yang dikatakan adiknya ini.


" Dik.., kamu pasti kecapean. Jadi Kamu ngomongnya ngelantur kan. Iya kan?!." tanya Rian.


" Kak.. aku baik-baik aja. Dan aku nggak bicara ngelantur kok."


" Kakak~. Aku mohon kamu maafin ayah dan ibu yah?. Demi aku." tambahnya.


" Kak.. Plis." Putri memohon.


" ..... " tidak ada respon dari Rian.


" Kak.. Putri mohon, Putri ingin keluarga kita kembali utuh." Sambil memegang tangan Rian.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2