
Lanjut.....
" Eh, Diva. Iya aku ada di sini. Memangnya kenapa?." kata Lea.
" Aku cariin dari tadi, lho." jawab Diva.
" Oh ya?. Sama dong, aku juga cari kamu. Tapi malah masuk ke barisan paling sebelah. Dan akhirnya aku sama dia." jawab Lea.
( melihat orang yang dimaksud Diva.)
" Gillaa, Ganteng banget. " Diva yang membatin.
" Woi, Diva. Woi DIV. DIVAAA." teriak Lea.
" Yang di belakang saya harap diam..." kata pak.guru
" Baik pak." jawab Lea, Alvin, Johan,Rian.
( masih bengong.) Diva.
" Itu yang di samping Alvin." kata pak.guru.
" WOI, WOI." ucap Alvin.
( masih bengong.) Diva.
( Ingin memukul lengan kanannya, Diva.) Alvin.
" HEI...., HEI..., Alpin, Alpin." kata pak.guru.
" Alvin pak." ucap Alvin.
" Sama aja..., kamu mau ngapain tadi." kata pak.guru.
" Cuma mau nangkap nyamuk, pak." kata Alvin.
" Bohong pak." ucap Lea, Rian, dan Johan.
" Ini bisa-bisa kesurupan, kalau nggak di sadarin." kata pak.guru yang berjalan ke arah Diva.
" Hei..., mbak??." kata pak.guru.
( masih bengong.) Diva.
" Mbak..." kata pak.guru sambil menggoyangkan bahu Diva.
( Tersadar) " Eh, Iya pak ada apa?." kata Diva.
" Kamu tadi ngeliatin apa, sampai bengong-bengong gitu?." kata pak.guru.
" Liatin Cokgan, Pak." kata Diva.
" Memangnya siapa yang kamu maksud dan diliatin dari tadi.?" kata pak.guru.
" Di sebelah teman saya,pak." jawab Diva.
( menuju ke orang yang dimaksud Diva. ) pak.guru.
" Ini, orangnya." kata pak.guru dengan menaruh tangan kanannya ke bahu Johan.
" Iya, pak." jawab Diva.
__ADS_1
" Mas... kamu namanya siapa?." kata pak.guru.
" Johan Dimas Saputra, pak." jawab Johan.
" Baik Johan, kamu sepertinya di sukai sama seorang cewek." kata pak.guru.
" Iya pak, saya juga sudah tahu." jawab Johan.
" Lalu mau kau apakan cewek tersebut." kata pak.guru.
" Tidak saya apa-apakan, pak." jawab Johan.
" Kenapa?." tanya pak.guru.
" Karena saya suka sama seseorang, Pak." jawab Johan.
" Siapa seseorang tersebut..." kata pak.guru.
" Rahasia, pak." jawab Johan.
" Bener rahasia?." kata pak.guru.
" Ya, pak." jawab Johan.
barisan yang ada di belakang pak.guru, tapi bukan barisannya Lea dan kawan-kawannya.
" Ini kapan dimulainya, sih. Lama banget." kata siswa tersebut.
" Iya, ih. Lama banget." kata siswi di sampingnya.
" PAK, MAAF MEMOTONG PEMBICARAANNYA. TAPI BOLEHKAH INI UPACARA DILAKUKAN DENGAN SEGERA KARENA BANYAK SISWA DAN SISWI BARU YANG PINGSAN." kata salah satu siswa pemberani.
" Ya..., Sebentar lagi. Untuk kalian berlima nanti tetap disini. Paham?." kata pak.guru.
Dan pak.guru pun pergi meninggalkan barisannya Lea dan kawan-kawannya.
" Upacara segera dimulai jadi diharapkan jangan tetap diam di tempat dan dilarang berisik. Paham?." kata pak.guru.
" PAHAM." jawaban seluruh siswa-siswi SMP tersebut.
" Bagus..., Silahkan di mulai." kata pak.guru.
" Upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati rangkaian kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah, Senin tanggal 1 Agustus 2022 siap di mulai." protokol.
( plok,plok,plok ) suara sepatu pemimpin pleton.
" Pemimpin pleton menyiapkan barisannya." protokol.
" PERHATIAN" pemimpin pleton yang paling kanan.
" SIAAPP GGRRAAKK." semua pemimpin pleton.
Dan.... ..... ..... ....
Upacara selesai pembina upacara guru serta karyawan dan karyawati meninggalkan lapangan upacara.
Dan Pasukan barisan di istirahatkan.
" ISTIRAHAT DI TEMPAT GRAK." semua pemimpin pleton.
" Tes, tes 1,2." pak.guru.
__ADS_1
" Baik, sebelumnya kami dari pihak sekolahan meminta maaf kepada kalian semua karena terlalu lama melaksanakan upacara bendera, sampai-sampai ada beberapa siswa maupun siswi yang pingsan akibat tidak kuat atau belum sarapan atau pun sakit. Jadi kita doa kan semua yang sakit, pingsan, kepalanya pusing kita doakan semoga cepat sembuh." kata pak.guru.
" AAMMIIINN." seluruh siswa-siswi SMP tersebut.
" Yang sudah disampaikan oleh bapak kepala sekolah. Khusus kelas 7, kelas nya jadi satu dulu untuk pembagiannya nanti bisa di informasikan lebih lanjut melalui wali kelas masing-masing." kata pak.guru.
" Nah itu hari atau mungkin besok atau lusa khusus kelas 7, kelasnya ada di ruangan Lab Ipa Kimia dan Biologi." kata pak.guru.
" Nanti untuk ke Lab tersebut di bimbing oleh 2 guru yang akan memandu kalian semua ke lab tersebut, Paham?." kata pak.guru.
" PAHAM, PAK." ucap seluruh siswa-siswi kelas 7.
" Perhatian untuk kelas 8 dan 9 tanpa penghormatan balik kanan bubar jalan." kata pak.guru.
kelas 8 siswi-siswi mulai menggibah,
" Tadi aku sempet denger kelas 7 ngomong gini. ' Ih..., ganteng banget Mas"nya nanti pulang sekolah minta nama IGnya.' gitu" kata siswi1 kelas 8.
" Beneran dia bilang gitu?." tanya siswi2 kelas 8.
" Iya, tadi aku juga denger temen yang sebelahnya bilang, 'nanti kalau kamu udah tahu nama IGnya kasih tau aku ya..' " kata siswi1 kelas 8.
" Aku tadi juga ngeliat adik kelas yang sok ke centil lan sama kakak kelas 9, di barisan paling depan." kata siswi2 kelas 8.
" Emang yang kamu liat dia si adik kelas itu centil nya gimana?." ucap siswi1 kelas 8.
" Yang aku lihat sii, kayak ngedipin mata gitu. Sumpah ke centil lan banget, ingin ku cabuk bulu matanya." kata siswi2 kelas 8.
" Heh, jangan nanti nangis kita yang disalahin." kata siswi1 kelas 8.
" Ya, enggak toh yang disalahin ya adik kelasnya lah kan memakai bulu mata palsu." kata siswi2 kelas 8.
" WHAT, yang bener kamu." kata siswi1 kelas 8.
" Iya, mana mungkin aku bohong. Nih ya kalau aku beneran bohong aku bakal traktir kamu sepuasnya." kata siswi2 kelas 8
" Deal." ucap siswi1 kelas 8.
" Ya udah yuk, ke kelas takut udah ada gurunya. Udah lima menit kita di kamar mandi ngaca." kata siswi2 kelas 8.
" Ya udah,Ayo." kata siswi1 kelas 8.
Siswi1 dan siswi2 kelas 8 yang sedang berjalan keluar dari kamar mandi tanpa sengaja berpapasan dengan adik kelas yang di maksud siswi2 tersebut.
" Cuma pakai bulu mata palsu di sekolah aja bangga, mau sekolah apa mau fashion show." kata siswi2 kelas 8.
" Ups, Aku nggak ikutan." kata siswi1 kelas 8.
" Memang ada masalah ya mbak kalau saya pakai bulu mata palsu di sekolah." kata adik kelas tersebut.
" Menurutku sii iya, karena kelihatan no-rak. Kaya ngga pernah makai, sampai-sampai saat di sekolah pun juga di pakai." kata siswi2 kelas 8.
" Yang penting kan mampu beli." kata adik kelas tersebut.
" Iya, kamu memang mampu beli bulu mata palsu tapi kamu tidak mampu membeli ci-put. Ingat ya dek Ciput murah, tapi tidak murah kaya ka--" kata siswi2 kelas 8.
" Eh, bu.guru. Ayo Septi Kita kembali ke kelas." kata siswi1 kelas 8.
( Deg ) yang dirasakan adik kelas tersebut.
Bersambung....
__ADS_1
[ Pesan \= Ini hanya sebatas cerita jadi di harapkan jangan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dirumah ataupun di sekolah. ]