
" Bentar lagi waktu pulang sekolah akan tiba tapi aku masih penasaran. Kamu tadi ke mana aja selain ke perpus?." tanya Diva.
" Selain ke perpus aku tadi juga ke kamar mandi sebentar." jawab Lea.
" Benarkah tapi kenapa kamu tidak mengajakku?." kata Diva.
" Maaf, aku kira Kamu tidak akan mau." jawab Lea.
" Baiklah untuk kali ini aku akan memaafkan mu, tapi lain kali ajak aku ya kalau ke kamar mandi." kata Diva.
" Iya." jawab Lea.
" Kira-kira sekarang ini, kondisi Kak Satria gimana ya?." tanya Diva.
" Sekarang dia baik-baik aja tadi aku sama Kak Satria nggak sengaja berpapasan." jawab Lea.
" Sungguh kamu beruntung sekali bisa ketemu Kak Satria." kata Diva.
" Emangnya kenapa kamu suka sama Kak Satria ya." kata Lea.
" Aku harap kamu nggak beneran suka sama Kak Satria takutnya nanti, tahu-tahu Kak Satria udah punya pacar terus kamu dilabrak sama pacarnya." kata Lea.
" iya juga ya kita kan baru adik kelas sedangkan Kak Satria udah jadi kakak kelas seharusnya aku bersikap lebih sopan dan tahu diri juga." kata Diva.
" Nah itu tahu dan mulai sekarang kita jaga jarak sama Kak Satria Kak Bayu sama Kak Silvi." kata Lea.
" Tapi kalau sama Kak Silvi nggak apa-apa deh nggak perlu jaga jarak juga kan sama-sama perempuan." kata Diva.
" Aku lihat-lihat Kak Silvi orangnya juga baik kok dia sopan ramah murah senyum, pokoknya calon kakak ipar idaman banget." kata Diva.
" Jangan mudah menilai seseorang hanya dari penampilannya sama dengan buku jangan mudah menilai sebuah buku hanya karena dari sampulnya." kata Lea.
" Iya Iya aku tahu, Ya udah yuk sekarang kita beres-beres udah jam 01.30 bentar lagi kita pulang." kata Diva.
( maaf Diva kalau aku bilang kayak gitu soalnya aku takut kamu bakal ngalamin apa yang aku alami tadi. sebenarnya aku juga tidak bermaksud tapi terus terang aku memiliki kekhawatiran tentang hal itu.) batin Lea.
Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 siang dan sebentar lagi para siswa dan siswi akan segera meninggalkan ruang kelas mereka dan pulang menuju ke rumah masing-masing.
" Lea pulang bareng yuk." kata Dimas.
" Emm, maaf ya Dimas. Aku udah ada janji buat pulang sama si Rian." jawab Lea.
" Okelah tapi next time pulangnya sama aku ya?." tanya Dimas.
" ya sebisaku." jawab Lea.
" Ya udah kalau gitu aku duluan ya kamu hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa telepon aja." kata Dimas.
__ADS_1
" kan aku belum punya nomor HP kamu." kata Lea.
" Oh iya lupa, BTW Nomor HP kamu berapa biar aku save." kata Dimas.
" 08**********." kata Lea.
" oke dah aku save ya oh ya kita juga nggak nyangka sekelas bareng." kata Dimas.
" Haha iya padahal waktu pertama kita ketemu aku judes maaf ya." kata Lea.
" nggak papa emang udah biasa kalau ketemu orang baru pasti bawaannya cuek judes gitu aku juga sama kok." kata Dimas.
" hahaha iya." kata Lea.
" Ya udah aku duluan ya bye sampai ketemu besok." kata Dimas.
" iya hati-hati." jawab Lea.
Setelah Dimas pergi tiba-tiba Rian datang dan mengagetkan Lea. Namun tanpa disadari oleh Lea dan Dimas sejak dari tadi Ryan sudah memantau mereka berdua di balik pintu ruang kelas.
" Dor. " ucap Rian.
" ( kaget ) ih Rian kamu suka banget sih ngagetin orang untung aku nggak jantungan. kata Lea.
" Iya maaf ya tadi tema aku sengaja kok soalnya kamu kenapa senyum-senyum sendiri." kata Rian.
" Nggak kok aku nggak senyum-senyum sendiri Kamu mungkin salah lihat." jawab Lea.
" Oalah tadi tadi itu sama Dimas, kamu ngintip ya?." kata Lea.
" Aku bukannya ngintip tadi itu pas aku mau keluar aku lihat kamu sama cowok, nggak tahu cowoknya itu siapa terus asik banget ngobrolnya, terus kalau aku samperin nanti salah satu ada yang nggak enak hati jadi aku tunggu kamu selesai bicara sama cowok itu." jawab Rian panjang × lebar.
" Kenapa nggak enak hati?." tanya Lea.
" Ya..., itu kemungkinan sih kan setiap perasaan beda-beda, nah aku khawatir entah itu kamu atau si Dimas itu bakal nggak enak hati kalau aku datang samperin kalian berdua." kata Rian.
" oh gitu makasih ya udah perhatian dan maaf tadi membuatmu nunggu lama." kata Lea.
" Iya enggak apa-apa santai aja sama aku. Ya udah yuk sekarang kita pulang nanti keburu sore dan kayaknya ini mendung mungkin bentar lagi bakal turun hujan." kata Rian.
" ( melihat ke arah langit ), sepertinya benar apa yang kamu bilang. Yaudah yuk pulang." kata Lea.
" kira-kira besok ada pembelajaran atau masih MPLS ya." kata Lea berjalan sambil basa-basi.
" Kemungkinan sih belum ya soalnya yang aku tahu itu mpls maksimal 3 hari." kata Rian.
" Emang kalau mpls itu diapain sih." kata Lea.
__ADS_1
" Nggak diapa-apain cuma ya lebih kayak ada PBB dasar gitu terus untuk kelas 7 ini ada pramuka juga tapi pramukanya habis pulang sekolah kalau nggak salah sekitar jam 2." kata Rian.
" kamu kok tahu banyak banget." kata Lea.
" aku tahu soalnya kakak aku juga sekolah di sini kok." kata Rian.
" Waah beneran?." tanya Lea.
" iya." jawab Rian.
" kelas berapa?." tanya Lea.
" Dia udah kelas 9." jawab Rian.
" wah bentar lagi lulus dong." kata Lea.
" Iya." kata Rian.
" Oh ya tadi kamu ke mana aja?." tanya Rian.
" Aku tadi nggak kemana-mana cuma di saat hari pertama ini aku udah ke UKS ke kantin ke perpus udah emangnya kenapa?." jawab Lea.
" Nggak papa aku cuma ingin akrab sama kamu." kata Rian.
" lah ini bukannya udah akrab ya hehehe." kata Lea.
" iya." kata Rian.
" Rian." ucap Lea.
" iya, ada apa?." jawab Rian.
" Apa kamu percaya kalau cinta pandangan pertama itu ada?." tanya Lea.
" Sepertinya ada dan kebanyakan orang kalau menjalin sebuah hubungan emang berawal dari pandangan pertama katanya. Ya walaupun nggak semua sih tapi aku ya percaya nggak percaya soalnya aku juga belum mengalaminya. Kalau kamu sendiri bagaimana percaya nggak?." kata Rian.
" Aku masih bingung." jawab Lea.
" Bingung! bingung kenapa?." tanya Rian.
" Aku juga nggak tahu kadang-kadang kalau lihat dia itu bawaannya seneng." jawab Lea.
" Memangnya kamu lihat siapa?." tanya Rian.
" Hah?." jawab Lea.
" Ah nggak jadi lupakan saja." kata Rian.
__ADS_1
" oh oke." kata Lea.
Bersambung...