" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 12


__ADS_3

" Aku nggak nyangka tiba-tiba aku udah ada temen baru." kata Lea.


" Kenapa kamu bisa bicara seperti itu?." tanya Rian.


" Bukan apa-apa, karena saat aku masuk di sekolah ini aku udah kepikiran. Nanti bakal ada temen nggak ya soalnya dengan sifat aku yang kayak gini kemungkinan nggak ada yang mau temenan sama aku." kata Lea.


" Tapi sekarang nyatanya kamu malah lebih banyak teman." kata Rian.


" Iya juga sih bahkan itu pun termasuk kakak kelas juga." kata Lea.


" Tuh kan, kakak kelas aja bisa jadi temen kamu masa yang lainnya nggak." kata Rian.


" Iya walaupun bisa. Tidak semua orang bisa menerima aku." kata Lea.


" Berarti orang itu buta nggak bisa lihat kamu makanya nggak bisa nerima kamu, haha." kata Rian.


" hehe, ya. Enggak gitu juga." kata Lea.


" Iya aku tahu kok." kata Rian.


" Tapi aku masih ada sedikit kekhawatiran tentang pertemanan ku. termasuk mengkhawatirkan dirimu, Rian." kata Lea.


" Kamu khawatir Aku akan pergi meninggalkanmu gitu." kata Rian.


" Dari mana kamu tahu." kata Lea.


" Tenanglah aku tadi hanya menebaknya." kata Rian.


" Tapi ini udah tebakan kamu yang bener loh dua kali lagi." kata Lea.


" Ya Aku nggak tahu mungkin aja kita-." kata Rian.


" Mari pak." kata Lea.


" Eh, iya mari." jawab pak Satpam.


" Oh ya kamu tadi mau bilang apa maaf kepotong." kata Lea.


" Iya nggak apa-apa aku tadi mau bilang bus antar jemput kita udah datang." kata Rian.


" Tunggu Sepertinya kamu nggak bilang itu deh." kata Lea.


" Aku bilang kayak gitu kok, kamu mungkin yang nggak dengerin." kata Rian.


" Ah masa sih." kata Lea.


" Iya, ya udah sekarang ayo masuk nanti keburu hujan nih." kata Rian.


" Kan kita ada di bus, gak mungkin juga kan kita kehujanan." kata Lea.


" Iya nanti bakal turun juga kalau dah sampai rumah." kata Rian.


" Iya juga ya." kata Lea.


" Kenapa hari ini aku nggak bisa fokus ya." kata Lea.


" Ya bisa jadi, mungkin efek obat." kata Rian.

__ADS_1


" Obat apaan?." tanya Lea.


" Mungkin obat pusing sih, kan nggak ada juga obat orang pingsan." jawab Rian.


" Mungkin ada obat orang pingsan tapi kita aja yang nggak tahu kita kan masih anak SMP bukan anak dokter." kata Lea.


" Anak dokter belum tentu semuanya ia tahu." kata Rian.


" Bisa aja kan walaupun dia ayahnya dokter atau ibunya dokter terus anaknya jadi koki." kata Rian.


" Iya juga eh tapi kenapa kita jadi bahas anak dokter. Ah, ini mah gara-gara kamu." kata Lea.


" Lah kok aku?." kata Rian.


" Ya udah lupain aja." kata Lea.


" Kamu tahu nggak hari ini aku cukup sedih bukan sedih sih lebih tepatnya agak kecewa." kata Rian.


" Memangnya ada apa?." tanya Lea.


" Sebenarnya tadi aku kira kita sekelas tapi ternyata aku sendiri yang beda kelas." kata Rian.


" Ya nggak apa-apa beda kelas kan kelasnya juga deket cuma sebrang an doang." kata Lea.


" ya kapan-kapan aku akan sering main ke kelas kamu nyamperin kamu. " kata Lea.


" janji ya." kata Rian sambil mengulurkan jari kelingking nya.


" Iya janji. " jawab Lea sambil mengaitkan jari kelingking nya juga.


" Emangnya kamu hari ini ngapain aja, aku lihat-lihat kamu juga kelihatan lesu banget?." tanya Rian.


" Enggak aku enggak ngapa-ngapain kok mungkin ya tadi makasih lemes karena kan pas upacara Aku pingsan." kata Lea.


" kamu mau coba berbohong sama aku." kata Rian.


" Maaf ketahuan ya." kata Lea.


" Iya ketahuan banget malah." kata Rian.


" Tapi kamu tahu dari mana?." tanya Lea.


" Dari pipi kamu ini." jawab Rian.


" pipi aku, pipi aku nggak kenapa-napa kok." kata Lea.


" kamu mau bohong lagi sama aku." kata Rian.


" Ya udah deh aku ngaku, Sebenarnya tadi siang aku sengaja ditampar sama kakak kelas." kata Lea.


" Kamu di tampar sama kakak kelas?." tanya Rian.


" Biasalah pasti ada kesalahpahaman." jawab Lea.


" Walaupun kesalahpahaman kan juga nggak baik kalau diperpanjang, takutnya nanti kakak kelas itu malah seenaknya ke kamu." kata Rian.


" Sudah susah buat jelasin juga." kata Lea.

__ADS_1


" Memangnya kamu sudah mencoba?." tanya Rian.


" Walaupun belum tapi aku sudah mengira pasti hasilnya akan menjadi sia-sia." jawab Lea.


" Aku nggak bisa biarin kamu kenapa-napa pokoknya besok kamu temani aku ketemu sama kakak kelas yang nampar kamu itu." kata Rian.


" Jangan aku khawatir nanti kamu juga akan terlibat karena kakak kelas itu salah satu pengurus OSIS." kata Lea.


" Aku nggak peduli dia mau pengurus OSIS kek, Pramuka kek, PMR kek aku nggak peduli yang aku mau kamu tuh mendapatkan keadilan. Orang nggak salah apa-apa ditampar." kata Rian.


Lea pun hanya bisa terdiam saat mendengar kata-kata Rian yang memang seharusnya ia dapatkan.


" Mulai besok kamu jangan jauh-jauh dari aku biar kejadian hari ini nggak akan terjadi untuk yang kedua kalinya." kata Rian.


" Tidak, tidak perlu. Aku cukup bisa melindungi diriku sendiri. jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk menjaga ku." jawab Lea.


Rian pun akhirnya bungkam dengan jawaban yang Lea berikan, ternyata Lea cukup memahami makna tersirat dari kata-katanya itu.


keheningan terjadi di antara mereka rasa canggung dan rasa tersinggung kini mereka rasakan, namun hanya ter-jeda waktu 5 menit saja setelah itu Rian pun kembali angkat bicara


" Baiklah untuk hari ini Aku mengalah tapi jika hal ini terulang kembali jangan salahkan aku jika aku-, sudah lupakan saja." kata Rian.


" Baiklah." jawab Lea sambil memberikan senyuman nya.


bus sekolah telah berhenti menandakan bahwa itu adalah tujuan terakhirnya yaitu mengantarkan Lea dan Rian pulang ke rumah masing-masing.


" pemberhentian terakhir di kompleks Cempaka a, silakan turun." kata pak.supir.


Lea dan Rian pun bergegas berdiri dan berjalan menuju pintu keluar sambil mengucapkan


"Terima kasih Pak semoga hari Anda menyenangkan." kata Rian dan Lea.


" hoho, kalian serasi sekali. Terima kasih, semoga hari kalian juga menyenangkan." jawab pak.supir


" Tentu, Terima kasih Pak." kata Lea sambil berjalan keluar dari bus sekolah itu.


" Hati-hati di jalan." kata pak.supir


" hari ini kamu istirahatlah lebih awal besok aku jemput boleh?" tanya Rian.


" boleh-boleh aja sih, tapi yakin nggak ngerepotin." jawab Lea


" jika aku mengatakan hal itu berarti aku sudah siap untuk direpotin sama kamu." kata Rian.


" Bagaimana kamu mau kan berangkat bareng sama aku.?" tanya Rian sekali lagi.


" Ya aku juga nggak maksa sih." kata Rian.


" I-." kata Lea yang terpotong oleh seseorang.


" Rian." ??


Rian dan Lea pun menolak ke arah sumber suara tersebut dan mendapati bahwa ada seseorang di sana yang sedang menunggu Rian


" Kamu, kenapa bisa ada di sini?." kata Rian


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2