" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 8


__ADS_3

" PERMISI.... ( masuk ke ruang UKS )." Bayu.


😵‍💫 ( Satria dan Silvi yang kaget karena teriakan si Bayu. )


" Wiiddiihhh, udah bangun aja kamu." kata Bayu.


" Bisa nggak sih, kalau masuk ke mana pun itu yang sopan?." kata Silvi.


" Lha tadi emangnya kurang sopan?." tanya Bayu.


" Iya, kurang sopan Bangetttt." kata Silvi.


" Yaudah aku ulangi lagi." kata Bayu.


" Udah nggak usah, kamu duduk aja disini dan ngomong ada apa??." kata Satria.


" ( nurut kata Satria ), Siap..." kata Bayu.


" Dah, sekarang kamu mau ngomong apa?." kata Satria.


" Aku cuma mau bilang. Kalau kamu besok ulangan matematika harian sendiri." kata Bayu.


" Lah kata siapa?." tanya Silvi.


" Kata pak.guru tadi." kata Bayu.


" Tapi kok aku nggak denger yah." kata Silvi.


" Makanya jangan main hp terus." kata Bayu.


" Kata siapa main hp terus?." kata Silvi.


" Kata ku." kata Bayu.


" Yee, kalau itu kata kamu sih aku nggak percaya." kata Silvi.


" Siapa juga yang suruh kamu percaya!!." kata Bayu.


" APA.., jadi kamu-" kata Silvi.


" Tunggu berarti yang pak.guru bilang kalau aku ulangan matematika sendirian itu juga bohong." kata Satria.


" Hahaha..., Ya enggaklah. Kalau itu mah Asli, kalau nggak percaya nanti tanya sama teman mu." kata Bayu.


" Lah, bukannya teman mu juga." kata Silvi.


" Siapa?." kata Bayu.


" Nggak tahu." kata Silvi.


" Yang nanya." kata Bayu.


" Kamuuu." kata Silvi yang ingin baku hantam Bayu.


" Eh, eh tunggu, tunggu. Aarrgghhh. Dan K.O." Bayu.


selang 10 menit mereka bertiga mengobrol bersama, dan dapat terdengar bunyi bell sekolah yang menandakan bahwa waktu istirahat kedua telah tiba, dan hanya jeda sekitar 3 menit Lea dan Diva pun memasuki ruang UKS. Mereka bertujuan untuk mengecek kondisi Satria tersebut.


" Permisi..." ucap bersamaan Lea dan Diva.


" Iya, silahkan masuk." kata Silvi.


" Halo kak~" ucap Lea dan Diva bersamaan.


" Hai, ada apa?." tanya Satria.


" Nggak ada apa-apa sih kak. Cuma mau jenguk aja." kata Diva.


" Gimana kak, keadaannya?." tanya Diva.


" Sekarang sudah mendingan. Kalian nggak istirahat?." tanya Satria.

__ADS_1


" Eh, iya. Yuk, Div. Kita istirahat dulu." kata Lea.


" Kamu duluan aja,ya..." kata Diva.


" Ooohhh, aku tahu. yaudah kamu mau apa sini aku beliin." kata Lea.


" Beneran?." kata Diva.


" Iya, beneran." kata Lea.


" Yaudah ini uangnya. Tolong aku beliin, air mineral, nasi goreng sama gorengan juga." kata Diva.


" Air mineral berapa?. Nasi goreng berapa?. Sama gorengannya berapa?." tanya Lea.


" Air mineralnya 1, Nasi gorengnya 2 bungkus, gorengannya 2ribu aja." kata Diva.


" Ada lagi?." tanya Lea.


" Kayaknya enggak. Oh, kak.Satria mungkin mau nitip?." tanya Diva.


" Eemm, aku titip sama teman aku aja si Bayu." kata Satria.


" Oke, kalau kak.." tanya Diva ke Silvi.


" Aku sama Satria aja nitip si Bayu." kata Silvi.


" Baiklah."kata Diva.


" Bayu..., Bay..., Bayu...." kata Silvi.


" Apaan?. Belum puas kamu bikin aku K.O?." tanya Bayu.


" Yaa..., aslinya memang belum puas sih tapi ya aku kasian sama kamu." kata Silvi.


" Tuh kan..., dah aku feeling tadi." kata Bayu.


" Sekarang mau apa?." tanya Bayu.


" Tolong beliin makanan yah, di kantin?." tanya Silvi.


" Aku cuma minta tolong." kata Silvi.


" Huh, mana uangnya?." tanya Bayu.


" Nih, Aku sama Satria samain aja. Sisa uangnya buat kamu." kata Silvi.


" Iya..." kata Bayu.


" Yuk.., Lea kita ke kantin bareng." kata Bayu.


" Eh, tapi-." kata Lea.


" Udah nggak usah malu-malu. Santai aja, Yuk..." kata Bayu.


" Oh, yaudah. Ayo kak." kata Lea.


Lea dan Bayu pun keluar dari ruang UKS dan menuju ke kantin. Sepanjang perjalanan mereka, Lea merasa seperti ada tatapan membunuh dari setiap orang terhadap dirinya. Lea berusaha untuk tenang, agar tidak ada yang tahu bahwa dirinya sangat gugup.


" Kamu kelihatan gugup banget." kata Bayu.


" Hah, kelihatan banget ya.. kak." kata Lea.


" Iya. Kamu gugup kenapa?." tanya Bayu.


" Aku juga tidak tahu kak." kata Lea.


" Lho, kok sampai nggak tahu." kata Bayu.


" hehe, ya... gimana lagi." kata Lea.


Sesampainya mereka di kantin.

__ADS_1


" Buk. Pesan bubur ayam 1, teh hangat 2, Nasi kuning 2, Es susu coklat 1." kata Bayu.


" Ada lagi nak Bayu?." tanya bu.kantin.


" Itu saja, Buk." jawab Bayu.


" Baiklah. Kalau adik ini?." tanyanya kepada Lea.


" Saya pesan nasi goreng 2 bungkus, nasi kuning 1 bungkus, air mineral 1, Es susu coklat 1, sama gorengnya 4 ribu." kata Lea.


" Baik, silahkan di tunggu." kata bu.kantin.


" Kantin nya cuma ada satu?." kata Lea.


" Enggak, Kantin di sekolahan ini ada 3." jawab Bayu.


" Wah, banyak banget." kata Lea.


" Iya, besok-besok aku ajak kamu ke kantin yang lainnya. Mau?! " kata Bayu.


" Mau kak. ( sambil tersenyum manis )." jawab Lea.


mereka berdua pun menunggu sambil mengobrol kecil tentang sekolahan itu. Mereka juga agak terlihat akrab karna dengan sifat Bayu yang bisa membuat orang lain ketawa.


" Eh itu bukannya Bayu ya." kata Seli.


" Mana, mana. " jawab Zara.


" Itu loh, yang sama adik kelas." kata Seli.


" Wah, iya itu beneran si Bayu." jawab Zara.


" nggak bisa di biarin nih, kita haru lapor sama Manda soal ini." kata Seli.


" Aku setuju, tapi tumben banget ya... Bayu istirahat di sini." kata Zara.


" Ya nggak tahulah." kata Seli.


" Gimana kalau kita samperin aja." kata Zara.


" Ide bagus tuh." kata Seli.


saat Seli dan Zara ingin menghampiri Bayu dan Lea, ternyata Bayu dan Lea sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan kantin tersebut karena pesanan mereka sudah jadi.


" Yah udah pergi kan orangnya kamu sih lama" kata Zara.


" ya maaf kan aku ikat sepatu dulu aku juga nggak tahu kalau tali sepatunya bakal lepas." jawab Seli.


" Ya udah deh, sekarang ini gimana apa kita langsung ngasih tahu sama Manda aja." kata Zara.


" Ya nggak apa-apa lebih cepat lebih baik. " kata Seli.


" Tapi kalau aku denger-denger sih ya Manda sama Bayu itu udah nggak ada hubungan apa-apa, masa iya kita kasih tahu Manda soal Bayu." kata Zara.


" Ya kita coba aja dulu mungkin itu cuma berita hoax." jawab Seli.


" Yaudah yuk, kembali ke kelas. " kata Seli.


" Yuk, eh tunggu gue tadi udah bayar belum ya." kata Zara.


" Hhmm, kebiasaan kamu mah cepetan sana bayar dulu." kata Seli.


" Tungguin lho ya Aku nggak mau ke kelas sendirian." kata Zara.


" yaelah emang ada apa sih masih siang juga nggak ada yang aneh-aneh kok." kata Seli.


" Tapi kan aku takut ketemu mantan aku nanti di jalan apalagi aku belum bisa move on." kata Zara.


" Ya udah iya aku tungguin tapi kamu cepetan bayar. " kata Seli.


" Beneran kamu tunggu ya." kata Zara.

__ADS_1


" iya. " jawab Seli.


Bersambung.....


__ADS_2