" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 15 Kasus Pertama


__ADS_3

Jam istirahat telah usai, kini seluruh siswa/i kembali masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pembelajaran mereka yang sempat tertunda. Namun khusus kelas 7, mereka mendapatkan sebuah tugas dari kepala sekolah untuk membuat beberapa pertunjukan dengan kombinasi antara kelas 7 yang lainnya untuk menyambut pesta sekolah yang diadakan kurang dari 2 Minggu.


Segala persiapan juga sudah dilakukan mulai dari hal-hal terkecil hingga yang besar. Hampir seluruh guru dan karyawan yang terlibat dalam mempersiapkan acara tersebut juga sudah mulai mempersiapkan diri. Termasuk Bu.Indah dan Bu.Ririn yang mendapatkan tanggung jawab dari kepala sekolah untuk mengkolaborasikan kelas 7C dan 7D dalam acara pesta sekolah tersebut.


" Apakah semuanya sudah kembali masuk semua??." tanya Bu.Indah


" Sudah Bu..." jawab satu kelas.


" Tapi, kenapa ada satu bangku yang kosong??." tanya Bu.indah yang melihat bangku Rian yang tidak ada penghuninya.


" Rian ijin pulang Bu." jawab Sisi.


" Lho, kenapa??. Apa dirinya sakit??." tanya Bu.Indah lagi.


" Kurang tahu Bu. Karna tadi sempat saya liat di depan gerbang Rian seperti bicara dengan seseorang namun saya tidak bisa melihatnya. Setelah itu Rian masuk ke dalam ruang guru dan setelah itu juga masuk ke ruang kepala sekolah. Dan tidak lama kemudian Rian masuk kembali ke dalam kelas untuk mengambil tasnya dengan raut wajah yang sedikit sedih." Jawab Roy panjang lebar.


" Namun sebelum keluar dari kelas, dirinya sempat bilang sesuatu nggak sama kalian?." ucap Bu.Indah


" Saya tidak tahu. Mungkin sama yang lain." jawab Roy.


" Sama saya Bu.." jawab Raya.


" Dia bilang apa?." tanya Bu.Indah


" Dia cuman berpesan, ' siapa pun partner dia nanti, dia bakal nerima aja. Dan jangan diubah-ubah ke orang lain.' Seperti itu Bu." Jawab Raya.


" Baiklah jika seperti itu. Oke, ibu akan membacakan pasangan kalian ya, untung kelas ini dan kelas sebelah jumlah siswa/i nya pas banget jadi gampang buat nyari pasangan yang cocok." Ujar Bu.indah


" Jadi untuk pasangan kalian adalah saya dasarkan menurut nomer absen yah.. jadi ingat baik-baik nomer absen berapa pasangan kalian. Nomor 1 & 25, Nomor 2 & 24, Nomor 3 & 23, Nomor 4 & 22, Nomor 5 & 21, Nomor 6 & 20, Nomor 7 & 19, Nomor 8 & 18, Nomor 9 & 17, Nomor 10 & 16, Nomor 11 & 15, Nomor 12 & 14, Nomor 13 & 13, Nomor 14 & 12, Nomor 15 & 11, Nomor 16 & 10, Nomor 17 & 9, Nomor 18 & 8, Nomor 19 & 7, Nomor 20 & 6, Nomor 21 & 5, Nomor 22 & 4, Nomor 23 & 3, Nomor 24 & 2, Nomor 25 & 1. Dan selesai, jadi jangan lupa untuk mengingat nomor absen kalian dan pasangan kalian ya..." ucap Bu.Indah


" Iya... Bu." jawaban satu kelas.


" Setelah jam saya jamnya siapa??." Tanya Bu.Indah setelah mendengar bel jam pelajaran berbunyi.


" Penjaskes." jawab sebagian kelas.


" Baiklah. Oh ya, anak-anak ibu berpesan kepada kalian. Kalian sudah kelas 7, kalian sudah tidak SD lagi mohon untuk perilaku dan attitude kalian di jaga. Saya tidak ingin ada sebuah keluhan atau kasus yang ada kaitannya dengan kelas ini. Paham??." ujar Bu.Indah.


" Iya Bu." Jawab satu kelas


" Kalau begitu ibu tinggal. Jangan sampai ada yang keluar dari kelas, jika mau ijin ke kamar mandi bisa ijin ke teman sebelahnya atau tidak ke ketua. Oke?." Bu.Indah.

__ADS_1


" Oke Bu." All.


Bu.Indah mengakhiri kelasnya dengan sedikit pertanyaan mengenai Rian. Tentang kenapa Rian tidak ijin dulu kepadanya, padahal tadi dirinya dan Rian sempat berpapasan.


" Seharusnya aku tanyain aja ke bapak ibu guru yang lainnya." gumam Bu.Indah.


Kelas 7C


" Sekarang masih jam saya kan?." Bu.Ririn


" Iya, Bu.." jawab sebagian kelas.


" Baik, kita lanjutkan pelajaran kita hari ini..." ujar Bu.Ririn


" Sekarang keluarkan buku bahasa Indonesia, kita akan mempelajari tentang unsur intrinsik sebuah cerpen. Ada yang tahu, unsur intrinsik itu apa saja??."


SKIP


Waktu pelajaran telah usai dan kini berganti dengan waktu istirahat.


" Ya.., tidak terasa sudah istirahat ke dua aja." ujar Johan.


" Mau ke kantin??." tanya Lea.


" Eh, tapi aku mau ngajak Rian juga boleh??."


" { Gimana nih, kalau aku jawab enggak pasti Lea bisa salah sangka. Dan kalau pun aku jawab Iya, aku kan nggak suka sama Rian.} Terserah kamu aja.."


" Yaudah yuk, kita samperin Rian ke kelasnya ( dengan menggandeng tangan Johan )."


" { Demi apa tangan aku digandeng duluan sama Lea, si Rian harus liat ini. Tunggu aja, hahaha.} "


Sesampainya Lea dan Johan di kelas 7D


" Permisi.." Lea yang sudah sampai di depan kelas 7D dan meminta ijin.


" Iya... cari siapa??." jawab Tion dengan berjalan mendekati Lea dan Johan.


" Saya cari Rian, Rian nya ada??."


" Rian??."

__ADS_1


" Buat apa cari Rian." Sisi yang tiba-tiba ikut nimbrung.


" Aku mau ngajakin dia istirahat bareng, jadi apakah Rian nya ada." ujar Lea sopan.


" ( melihat tangan Lea masih bergandengan dengan tangan Johan. ) Memangnya satu belum cukup??." nyiyir Sisi.


" Maksudnya." Lea yang tidak mengerti maksud perkataan Sisi.


" Kamu nggak sadar apa polos sih, gitu aja nggak tahu??." ujar Sisi.


Lea yang benar-benar tidak mengerti maksud pembicaraan Si Sisi ini apa hingga dirinya berusaha mencerna setiap kata-kata yang Sisi lontarkan kepadanya.


" Kamu tuh, mau ngajak Rian buat jadiin dia obat nyamuk." tambahnya..


" Maaf Kak, saya tidak mengerti maksud perkataan kakak ini apa, saya datang ke sini baik-baik." ujar Lea.


" Kamu ini udah gandeng sama cowok terus mau ngajak Rian juga. cih, dasar murahan." ujar Sisi yang terlihat sebal.


Dan seketika itu Lea langsung melihat tangannya yang ternyata masih memegang tangan Johan dan langsung melepaskannya.


" Astaga, maaf Johan aku enggak sengaja." ucap Lea yang meminta maaf.


" Cih, munafik sekali orang ini."


" Maaf kak, yang anda maksud orang munafik itu siapa ya??. Apakah saya." tanya Lea baik-baik.


Sisi yang sudah geram dengan Lea langsung mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk di dengar.


" IYA, ITU LO DASAR BABI, ANJING, LO ITU POLOS TAPI TINGKAHNYA KAYAK MURAHAN. UDAH DATANG-DATANG BAWA PACAR, CARI ORANG LAGI NGGAK TAHU MALU LO DAN GUE TEGASIN BAHWA SETELAH INI RIAN NGGAK MAU TEMENAN SAMA LO.."


" WOI, JAGA MULUT ANDA YA.." Johan yang tidak tinggal diam.


" APA??." Sisi yang masih nyolot.


" KAMI ITU DATANG KE SINI DENGAN NIAT BAIK, DAN BUKAN MAU NGAJAK BERANTEM. LAGIAN KAMU ITU JUGA CEWEK, JAGA PERASAAN SESAMA CEWEK BISA NGGAK SIH??." Johan yang sudah mulai geram.


" Johan, udah. lebih baik kita pergi aja. nggak enak diliatin orang rame kayak gini."


" Enggak, aku nggak mau kemana-mana sebelum nih cewek minta maaf sama kamu." kata Johan.


" Minta maaf. Idih ogah banget gue minta maaf sama orang murah- ( plak )" ucap Sisi yang terpotong karna ditampar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2