
DI SEKOLAHAN
Jam telah menunjukkan pukul setengah 7 pagi, namun belum ada tanda-tanda kedatangan dari Rian.
"Rian..." kata Lea yang hampir jenuh menunggu kedatangan Rian.
"Lea..." terdengar suara yang menurut Lea tidak jauh familiar, ya... itu adalah suara milik Rian yang memanggilnya.
"Rian..." ucap Lea saat posisinya berhadapan dengan Rian.
"Lea, maaf hari ini tidak menepati omongan ku." ucap Rian yang meminta maaf ke pada Lea karna kelalaiannya.
Sebenarnya bukan karna kelalaiannya Rian jadi tidak menjemput Lea. Melainkan karna kesehatan adiknya.
"Tidak apa-apa Rian, aku memakluminya. Mungkin hari ini kamu telat bangun, atau memang kamu sedang sibuk banget." kata Lea yang berusaha untuk menenangkan diri Rian.
"Iya, kamu benar."jawab Rian sambil tersenyum kepada Lea.
(BBLLUUUSSS) suara hembusan bus yang berhenti. Pintu pun terbuka dengan sendirinya dan Lea pun juga sudah mulai melangkah untuk masuk ke dalam bus sekolah itu. Rian pun juga mengikutinya dari belakang, setiap kali dirinya melangkah semakin berat untuk meninggalkan rumahnya. Di dalam pikiran Rian, dirinya memikirkan adiknya yang sedang sakit. Hingga dirinya duduk pun Rian masih saja memikirkan adiknya itu.
"Rian." ucap Lea yang melihat Rian bengong.
"Rian." ucap Lea sambil di ikuti dengan tepukan pundak yang mendarat di pundak kirinya Rian.
"Haa, Ada apa?." jawab Rian saat tersadar dari lamunannya.
"kamu hari ini kenapa?. Apa kamu baik-baik saja." tanya Lea membuat Rian enggan untuk menjawab.
"Sebenarnya adik ku-" jawaban Rian yang di potong oleh seseorang.
"Lea..." ucapan seorang laki-laki dan ternyata itu adalah Johan/Dimas.
"Hai Johan. Selamat pagi" ucap Lea.
Rian yang merasa tergganggu atas kehadiran si Johan akhirnya memutuskan untuk pindah kursi duduk di bagian belakang. Dan tanpa basa-basi Rian mulai melangkahkan kaki nya untuk mencari tempat duduk yang lainnya. Lea yang melihat hal tersebut merasa ada yang aneh dari dalam diri Rian.
Sebenarnya tadi Lea dan Rian duduknya sampingan, dengan posisi Lea yang dekat dengan jendela dan Rian di samping Lea. Karna kedatangan Johan seketika mood Rian berubah dan mencari tempat duduk baru karna Rian tidak suka ada yang mengganggu pembicaraannya.
"Aku duduk sama kamu yah!?."ucap Johan langsung duduk di kursi samping Lea."Iya" jawaban Lea yang singkat kepada Johan.
Dalam perjalanan menuju ke arah sekolah. Terlihat bahwa Johan terus mengajak Lea berbicara, sedangkan Rian yang hanya memperhatikan pun malas untuk berkomentar.
Bus telah berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Sungguh tepat waktu untuk hari ini, karna tidak ada satu pun siswa/i yang terlambat.
(TUNG,TUNG,TUNG) suara bel telah terdengar yang berarti menandakan bahwa waktu pelajaran akan di mulai.
__ADS_1
Kelas 7C
"Selamat pagi anak-anak..." ucap bu.guru yang telah memasuki ruang kelas."Pagi Bu..."jawaban seluruh siswa/i yang ada di dalam kelas."Wahh.., hari ini semangat sekali, pasti sudah siap untuk belajar bukan."ujar Bu guru yang mengapresiasi."Ya..Bu"jawaban setengah kelas.
"Nah untuk pembelajaran pertama kita, kelas kita akan melakukan kolaborasi dengan kelas sebelah. Sebelum itu, apakah kelas ini sudah memiliki seorang ketua kelas, wakil ketua, sekretaris dan bendahara kelas?!."tanya Bu.guru.
"Belum Bu..." Jawab satu kelas."Baiklah berhubung wali kelas kalian menitipkan amanat tersebut kepada saya jadi mari kita pilih ketua kelas dan kawan-kawannya ya." ucap bu.guru."iya,Bu." jawab sebagian siswa/i.
Skip pemilihan ketua kelas dkk
"Selesai sudah pemilihan ketua kelas kita semoga kedepannya bisa menjadi ketua kelas yang bisa menjalankan tugas nya dengan baik dan bisa juga membimbing teman-teman yang lainnya."ucap bu.guru
"Permisi...," ujar salah satu guru yang lainnya, yah tidak lain adalah wali kelas 7D.
"Eh, iya silahkan masuk." jawab bu.guru.
"Jadi bagaimana persiapan kelas ini Bu.Ririn?" ujarnya yang memastikan.
"Kelas ini persiapannya sudah cukup baik, jadi kalau semisalnya kita langsung saja kolaborasi kan bagaimana?. Karna pesta sekolah sebentar lagi juga akan diadakan."ucap Bu.Ririn.
"Sepertinya tidak masalah juga, lebih cepat lebih baik."ujar Bu.guru.
"Baiklah, untuk latihan pertama sebaiknya kita lakukan di mana ya Bu. Enaknya, biar anak-anak pada enjoy dan tidak terlalu tegang." ujar Bu.Ririn yang agak bimbang soal tempat latihan.
"Kalau saran saya sih, di lab kimia fisika boleh juga. Di Sana terdapat fasilitas yang mungkin sedikit membantu anak-anak untuk latihan."ujar Bu.guru
"Baik kalau begitu kita sepakat akan berkolaborasi di sana kan."kata Bu.Indah
"Tentu saja."jawab Bu.Ririn
"Kalau begitu saya akan memberikan informasi ini kepada anak-anak yah. Seperti mereka tidak bisa di tinggal sebentar." kata Bu.Indah
" Baiklah Bu." jawab Bu.Ririn
Bu.Indah pun berjalan kembali ke kelasnya itu, memang benar baru beberapa menit saja kelas tersebut sudah kocar-kacir. Bu.Indah yang menyaksikan langsung pun hanya bisa memakluminya karna ini adalah hari ke dua sekolah di mulai kembali.
" Okay, anak-anak." ucap Bu.Indah tapi hanya sedikit yang mulai tenang dan duduk manis di bangkunya masing-masing.
" Attention, please." ujar Bu.Indah
" Yess, Miiss." sahut satu kelas.
" Okay good. Anak-anak semuanya ini mau memberikan pengumuman. Bahwa nanti setelah istirahat pertama semua anak-anak menuju ke lab kimia dan fisika. okay?" ujar Bu.Indah.
" Lab kimia dan fisika??. Itu di mana Bu??." tanya salah satu siswa.
__ADS_1
" Aelah, masa kamu udah lupa sih. Itu loh lab kimia dan fisika yang kita buat pas masuk ke sini." sahut salah satu siswi.
" Yang dekat kantin itu bukan?." tanya siswa itu lagi.
" Iya.." jawab siswi itu.
" Sampai sini masih ada pertanyaan??." tanya Bu.Indah.
" Saya Bu." ujar Rian yang mengangkat tangan kanannya.
" Ya, Rian. Silahkan." sahut Bu.Indah.
" Untuk pembagiannya nanti bagaimana ya Bu?." tanya Rian.
" Nah, nanti untuk pembagiannya masih saya diskusikan dengan guru pengampu kelas 7C. kemungkinan besar setiap pasangan ada 2 orang. Sampai sini jelas??" ujar Bu.Indah yang menjelaskan.
" jelas Bu..." jawab 1 kelas.
" Baiklah jika kalian sudah jelas. Dan sekarang waktunya istirahat. Selamat Istirahat." ujar Bu.Indah sebelum meninggalkan kelas.
" Iya.. Bu..." jawab sebagian kelas.
" Rian."
" Iya?." sahut Rian.
" Eemm..., kenalin namu Reva.( sambil mengulurkan tangan kanannya )" ujar Reva.
" Aa.., yah. Rian.( menjabat tangan Reva dan beberapa detik kemudian melepaskannya. )" jawab Rian.
" Mau ke kantin bareng??." tanya Reva yang antusias.
" Maaf aku udah ada janji." ujar Rian.
" Sama siapa??." tanya Reva yang penasaran.
" Ada.. ( berjalan keluar kelas )." jawab Rian.
Sesampainya Rian di depan kelas Rian tidak sengaja melihat Lea dan Johan sedang berbincang-bincang bahagia. Seketika itu mood Rian menjadi tidak menentu. Dan saat Rian berjalan melewati mereka berdua, terdapat panggilan dari seseorang. Ternyata pemilik panggilan tersebut adalah Lea yang melihat Rian berjalan, namun tetapi Rian enggan untuk menjawab panggilan tersebut.
" Rian.." panggil Lea.
" Rian.." panggil Lea.
Lea merasa bahwa panggilannya itu di abaikan oleh Rian, dirinya pun berpikir ada apa dengan si Rian. tidak biasanya dia seperti itu. Apa mungkin dia ada masalah ya. Dalam pikiran Lea ada banyak sekali pertanyaan tentang tingkah laku Rian hari ini. Mulai dari tadi pagi hingga pulang lebih awal. Sebenarnya ada apa si Rian ini.
__ADS_1
Bersambung....