" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 4


__ADS_3

Lanjut...


Kini Septi dan temannya tersebut tengah berlari menuju kelasnya karena melihat gurunya yang sudah menuju ke kelas mereka untuk pembelajaran. Sedangkan itu, kondisi adik kelas yang baru saja tadi di omongin sama kakak kelas merasa tidak nyaman dan akhirnya pun masuk ke dalam kamar mandi dan melepaskan bulu mata palsunya itu. Dan ia pun keluar dengan kondisi yang sudah sederhana serta kembali ke barisannya.


[ SEMENTARA ITU DI BARISAN DEPAN, YANG BARISAN NYA LEA DAN KAWAN-KAWAN ]


" Duh, panas banget.." ucap Diva.


" .... " Lea, Johan dan Rian.


" Iya, karena ada kamu di sini jadinya panas." ucap Alvin.


" Yee, ya nggak gitu juga kali." ucap Diva.


" Lha terus apa, kalau bukan kamu??." ucap Alvin.


" Ya..., yang pastinya bukan aku." ucap Diva.


" Iya, terus siapa??." ucap Alvin.


" Mana aku tau." ucap Diva.


" Lea...., kamu nggak papa??" ucap Rian.


" Iya aku nggak papa." jawab Lea.


Dan seketika Johan, Diva dan Alvin menoleh ke arah Lea. Dan sangat terlihat bahwa di wajah Lea tampak sangat pucat.


( Bruk ) Lea yang terjatuh pingsan.


" LEA..." ucap Diva.


" Biar aku aja yang bawa dia ke UKS." kata Johan.


Sedangkan di barisan yang lain, dapat terlihat ada beberapa siswa dan siswi yang tidak suka dengan perlakuan yang di berikan Johan kepada Lea.


" Yaa ampunnn, caper banget tuh si cewek. Pura-pura pingsan biar bisa di gendong sama my prince." cewek yang suka nyinyir { kelas 7 }.


" Kamu kalau ngga suka nggak usah banyak omong, buang-buang nafas aja." kata siswa kelas 8.


" Emang MASBULOH??. Masalah Buat Loh?." kata cewek kelas 7.


" Iya, masalah banget buat gue. Ngapa emangnya." kata siswa kelas 8.


" Oh, pantesan aja. Ternyata masnya cupu." kata siswi kelas 7.


" ekkhhemm, Lo tadi bilang apa??. Lo bilang cowok gue cupu?." kata siswi kelas 9.


" Sadar diri dek, yang cupu itu kamu." kata siswi kelas 9 yang lainnya.


( Ku kira cupu ternyata suhu...) kata batinan siswi kelas 7.

__ADS_1


[ informasi, ternyata seluruh siswa dan siswi baru kelas 7 masih berada di lapangan upacara dan tidak sengaja mereka berbaris sejajar dengan kakak kelas yang kelas 8 saat mata pelajaran olahraga, nah kebetulan juga si ceweknya cowok kelas 8 itu habis dari kamar mandi dan mendengar cowoknya lagi di bilang cupu sama adik kelas. jadi secara langsung si cewek kelas 9 tadi langsung menglabrak si adik kelas tersebut karena tidak terima dengan perlakuannya terhadap si cowoknya. ]


" Kalian berdua dari mana??." kata guru olahraga kelas 8.


" Dari kamar mandi, Bu." jawab siswi kelas 9 tersebut.


" Terus ngapain disitu??." kata bu.guru olahraga.


" nggak apa-apa Bu, cuma mau lihat-lihat aja." kata siswi kelas 9 tersebut.


" Kalian berdua masuk kelas sekarang." kata bu.guru olahraga.


" Baik, Bu." kata siswi kelas 9 tersebut.


" Urusan kita belum selesai." kata siswi kelas 9 yang memberikan peringatan kepada adik kelas tersebut.


( DEG..)


" aduh, kena gue..." kata si adik kelas tersebut.


" Kamu sih, tadi langsung ceplas-ceplos aja. Nggak mikir nantinya bakal gimana." kata temen si adik kelas tersebut.


" Woi, tang, Lintang..." kata siswa adik kelas.


" Apaan??." jawab Lintang.


" kamu tadi habis dilabrak sama kakak kelas ya?." kata siswa tersebut.


" Weh, yang slow dong. Nggak usah ngegas gitu juga kali." kata siswa tersebut.


" Ya..., terus?." kata Lintang.


" Aku mau ngucapin selamat buat kamu!." kata siswa tersebut.


" Maksudnya?? selamat gimana??." kata Lintang.


" Selamat menikmati omong pedas dari kakak kelas. Kan kamu nanti habis pulang sekolah pasti langsung dilabrak lagi."kata siswa tersebut.


" Kamu nggak usah sok tahu ya..., mana mungkin kakak kelas berani labrak aku." kata siswi kelas 7 tersebut.


" Memangnya kamu nggak tahu ya.., Silvi??" Kata siswa tersebut.


" Apa??." jawab Silvi.


" Aku pernah denger, kalau kak.septi itu orangnya galak banget." kata siswa tersebut.


" Masa??." kata Silvi.


" Iya. Nih, aku kasih tahu. Yang tadi itu namanya kak.septi, dia adalah anggota dewan Pramuka di sekolah ini." kata siswa tersebut.


" Terus??." kata Silvi.

__ADS_1


" Memangnya kamu nggak takut apa, kalau di apa-apain sama kak.septi itu?." kata siswa tersebut.


" ya.., enggaklah ngapain takut." kata Silvi.


" Ya udah, tapi kalau kamu kenapa-napa jangan panggil nama aku. Aku ngga mau ikut-ikutan sama urusan mu." kata siswa tersebut.


" Kok, kamu gitu sih." kata Silvi.


" ..... " siswa.


" Nanti kalau kamu bantuin aku, aku bakalan traktir kamu deh." kata Silvi.


" Enggak makasih, aku bisa beli apa pun yang aku mau dengan uang ku sendiri." kata siswa tersebut.


" Idih, sekarang kamu sombong benget sih. Mentang-mentang kamu bisa masuk ke sekolah ini terus kamu jadi sombong kayak gini. Mikir, kasian orang tua kamu yang nyariin uang buat nyekolahin kamu di sini. Jangan sombong kamu." kata Silvi.


" Aku nggak pernah sombong sama siapapun, apa lagi sama orang yang modelan kayak kamu. Dan satu hal lagi, jangan bawa-bawa orang tua aku. Aku juga udah tau kalau orang tua aku bekerja keras buat nyekolahin aku di sini, Tapi kalau di bandingin sama kamu.... itu sangat jauh berbeda. Paham." kata siswa tersebut.


" Galang, kamu berani banget ngomong kayak gitu ke aku??." kata Silvi.


" Kenapa aku nggak berani. Aku kan nggak salah, nggak seperti kamu. Udah salah, nyolot lagi." kata Galang.


" Kamu..." kata Silvi.


" Iya aku, kenapa??." kata Galang.


" Kita putus. Dan aku pastikan kamu akan menyesal telah giniin aku kayak gini, Galang." kata Silvi.


" Akhirnya...., yang aku tunggu-tunggu datang juga." kata Galang.


" Maksud kamu??." kata Silvi.


" Kamu tadi nggak denger apa lupa sih, Kita kan udah putus. Putus, jadi kita udah nggak ada hubungan apa pun." kata Galang.


" E enggak, tadi aku nggak bilang kita putus." kata Silvi.


" Iya kamu yang bilang kita putus dan.... aku punya rekamannya, lho." kata Galang.


" Oh ya??. Mana coba aku mau denger." kata Silvi.


" Oke, kalau kamu mau denger." kata Galang.


( Kita putus ) suara Silvi yang ada di dalam rekaman handphonenya Galang.


" Sini in, HP kamu." kata Silvi sambil meraih HP yang ada di genggaman tangannya Galang.


" Eits, nggak bisa. Ini bakal aku jadiin bukti buat bicara sama mama dan papa kamu bahwa kita udah nggak ada hubungan apa-apa." kata Galang.


" Dan aku juga udah terbebas dari semua kelakuan, tuntutan, dan ancaman yang kamu berikan ke aku. Dan aku beritahu ke kamu itu sangat-sangat menyebalkan dan hampir membuat aku frustasi gara-gara mikirin semua itu." kata Galang.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2