
[ UKS ]
" Ya..., kamu kenapa bisa pingsan sih?." kata Diva.
" Apa kamu tadi belum sarapan ya??." kata Diva.
" Ya...., tolong jawab dong pertanyaan ku!!." kata Diva.
" Kamu itu sehat atau sakit sih?, orangnya aja pingsan mau jawab gimana coba?." kata Alvin.
" Ya. Mungkin aja di alam mimpi connect, jadi bisa dijawab di situ." kata Diva.
" Dih.., beneran sakit nih bocah." kata Alvin.
" .... " Diva.
( pergi ke luar UKS ) Alvin.
skip 5 menit kemudian.
" Nih, buat mu." kata Alvin.
" Ini apa??." kata Diva.
" Makanan sama minuman buat mu, dah ambil aja. Daripada kamu sakit nanti bakal repot urusannya." kata Alvin.
" Terima kasih." kata Diva.
" Eh." kata Alvin.
" Kenapa?." kata Diva.
" Enggak papa. Yaudah tu di makan makanannya." kata Alvin.
" Iya, kamu ngga ikut makan?." kata Diva.
" Tadi udah di kantin." kata Alvin.
" Tapi ini banyak banget gimana aku ngabisin nya." kata Diva.
" Nanti bisa bawa pulang." kata Alvin.
" Bener juga ya. Ngomong-ngomong ruangan kita di mana?. Kamu udah tau?." kata Diva.
" Ruangan kita di lab kimia sama fisika dan semuanya sudah tau kecuali kamu sama Lea." kata Alvin.
" Eh, baru inget..." kata Diva.
" Apa?." kata Alvin.
" Tas aku masih di luar." kata Diva.
" Tenang udah dibawa sama Johan. Tas kamu yang warnanya hitam pink kan?." kata Alvin.
" Itu bukan punya ku, itu punya Lea." kata Diva.
" Berarti bener masih di luar." kata Alvin dan bergegas keluar UKS.
Baru sampai di depan pintu udah ada Johan sama Rian.
" Mau kemana kamu?." kata Johan.
" Mau masukin tas Diva ke ruangan." kata Alvin.
" Udah gue masukin." kata Rian sambil menyelonong masuk ke UKS.
__ADS_1
" Udah, aman. Masuk lagi sana." kata Johan.
" Aku ke kamar mandi dulu." kata Alvin.
" Wiihh, cemilan nih. Punya siapa?." kata Rian.
" Punya ku tapi Alvin yang beliin." kata Diva.
" Oh~..." kata Rian.
" Kalau mau ambil aja nggak papa." kata Diva.
( mengambil semuanya.) Rian.
" Tapi jangan semuanya." kata Diva.
( meletakan kembali. ) Rian.
" Lea belum sadar juga?." kata Johan.
" Belum, mungkin sebentar lagi kayaknya." kata Diva.
" Permisi mau mengecek kondisi siswa." kata petugas UKS.
" Ah, baik silahkan." kata Diva.
" Maaf sebaiknya bisa nunggu di luar?." kata petugas UKS.
" Te tentu." kata Diva.
Johan dan Diva pun keluar dari ruang UKS tersebut. Namun tidak dengan si Rian. Lalu di mana dia?.
Ya......Tentu saja masih di dalam UKS.
" Sepertinya dia sudah lebih baik." petugas UKS 1.
" Kamu benar, haruskah kita membangunkannya untuk di periksa?" tanya petugas UKS 2.
" Tidak perlu. Biarkan dia istirahat." jawab petugas UKS 1.
" Baiklah. Kalau seperti itu mari keluar dan istirahat." kata petugas UKS 2.
" Yaudah yuk..." jawab petugas UKS 1.
Petugas UKS pun akhirnya keluar dari ruang UKS tersebut. Saat sudah sampai di depan pintu UKS tersebut tiba-tiba Diva bertanya bagaimana keadaan temannya itu.
" Kak, maaf gimana kondisi kesehatan teman saya?." kata Diva.
" Dia sudah baik-baik saja, dan untuk sekarang ia masih tertidur. Mungkin itu efek obat yang diberikan kepadanya." jawab petugas UKS 2.
" Oh begitu. Saya boleh masuk lagi nggak ke dalam ruang UKS?." tanya Diva.
" Boleh-boleh saja, tapi sebaiknya kalian berdua istirahat dulu. Sebelum kembali ke dalam untuk menemani teman kalian." jawab petugas UKS 1.
" Iya..., kak. Terima kasih atas sarannya." Kata Johan.
" sama-sama. Kalau begitu kami undur diri yah. Ingat kalian juga harus jaga kesehatan diri kalian sendiri. Ok?." kata petugas UKS 1.
" Ok.., kak." jawab Johan dan Diva secara bersamaan.
Dan 2 orang petugas UKS pun kini telah berjalan menjauh dari Johan dan Diva. Sedangkan itu Lea yang sudah sadar dan baik kan mulai beranjak dari kasur tempatnya istirahat. Namun, karena masih sedikit pusing tiba-tiba Lea hampir terjatuh. Tapi untung saja ada Rian yang menangkapnya supaya tidak jatuh sampai menyentuh lantai.
( Grep )
" Kamu nggak papa?." tanya Rian.
__ADS_1
" Aku udah nggak papa tadi, tapi saat aku mau turun dan kaki aku menyentuh lantai tiba-tiba kepala aku pusing dan nggak tahu kenapa aku jadi lemes lagi..." jawab Lea.
" Yaudah sekarang kamu naik lagi dan istirahat lagi." kata Rian.
" Enggak mau tiduran terus, aku ingin keluar dan mau MPLS sama yang lainnya." kata Lea.
" Tapi kondisi mu saat ini belum sehat sepenuhnya, sekarang kamu naik dan bersandar aja di tembok jika kamu nggak suka tiduran lagi." kata Rian.
" Baiklah." jawab Lea.
Karena Lea kesusahan naik lagi ke ranjang UKS dengan terpaksa Rian pun harus menggendongnya ala bridal style dan .menaikkan Lea lagi ke ranjang UKS.
" Lain kali, mau olahraga bareng nggak?." tanya Rian.
" Olahraga apa." jawab Lea.
" Olahraga buat ninggiin badan kamu ini." kata Rian.
" Ye.., tubuh aku tuh dah tinggi ya." jawab Lea.
" Kalau udah tinggi kenapa masih kesusahan .naik disini ( menepuk ranjang UKS. )" kata Rian.
" Ya..., karena tubuh aku belum sehat sepenuhnya. Jadi... ya..., kesusahanlah gimana kamu sih." jawab Lea.
" Oh ya?." tanya Rian.
" Ya..." jawab Lea.
Padahal saat itu posisinya di Alvin sudah ada di dalam ruang UKS tersebut. Dan melihat Lea dan Rian yang sedang asik mengobrol, serta dia juga nggak sengaja melihat tangannya si Rian memegang tangannya si Lea.
( Tok,tok,tok)
" Permisi apakah disini ada orang yang bernama Lea dan Rian." kata Alvin.
" Alvin..." kata Lea.
" Yah..., sepertinya mereka nggak ada. Ya sudah lah aku kembali ke ruangan ku aja." kata Lea.
Saat Alvin membalikkan badannya tiba-tiba di belakang kerah seragamnya ada yang menariknya masuk ke dalam ruang UKS tersebut.
" Eh,eh, kenapa nih. Kenapa gue jalannya mundur." kata Alvin.
" Lo ikut gue, atau gue dorong Lo sekalian dari tangga depan ruang UKS ini." kata Rian yang masih setia menarik kerah seragamnya si Alvin.
" Widih, kalem, kalem bro. Gue tadi bercanda, jangan Lo masukin ke hati..." kata Alvin yang sudah berada di samping ranjangnya Lea.
"...." Rian yang tidak menjawab perkataan dari Alvin pun kini melepaskan kerah belakang seragamnya si Alvin tersebut.
" Kamu datang sendiri ke sini, yang lain mana?." tanya Lea.
" nggak tahu, mungkin pada istirahat. Karena sudah jam istirahat sekolah." jawab Alvin.
" Oh... begitu." kata Lea.
" Kamu mau istirahat juga nggak?." tanya Alvin.
" Iya aku mau, tapi aku masih lemes." kata Lea.
" Memangnya kamu mau makan apa saat ini. Biar aku bawa ke sini." kata Alvin.
" Memangnya boleh?." tanya Lea.
" Boleh kok.., kalau udah ijin..." jawab Alvin sambil tertawa kecil dan Lea pun juga ikut tertawa kecil seperti Alvin. Tapi tidak dengan Rian, yang sekarang sudah hilang entah kemana. Aku curiga apa mungkin Rian itu keturunannya Minato atau lebih tepatnya anak didiknya minato, karena kalau keturunannya kan nggak mungkin juga kan udah ada Naruto. [Maaf melenceng dari jalan ceritanya tapi ya nggak papa lah sekali-kali bolehlah,YGY.]
Bersambung.....
__ADS_1