" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 2


__ADS_3

Lanjut....


Lea pun maju ke depan, dan yang paling terakhir di antara orang yang bernama "Lea".


" Nama kamu Lea?. Benar??." kata pak.guru


" Benar pak. " jawab Lea.


" Kenapa, kamu datang yang paling akhir dan agak lama." kata pak.guru


" Maaf pak, tadi saya mengikat tali sepatu dulu dan kebetulan ada yang iseng-iseng." jawab Lea.


" Baiklah saya maafkan." kata pak.guru


" Iya pak, terima kasih." jawab Lea.


" Ya... Kalian semua sudah tau kenapa saya kumpulkan di depan?." kata pak.guru


" Tidak tahu." jawab semua murid-murid baru yang terdapat nama Lea.


" Saya kasih tau. Jadi tadi ada dua orang siswa dan siswi baru yang mencari temannya. Yaitu bernama Lea." kata pak.guru.


" Siapa yang mencari dan di cari pak?." salah satu siswa bertanya.


" Saya lupa, Tapi nanti saya akan mengumumkannya." jawab pak.guru.


" Ya pak." jawab siswa tersebut.


" Tes, Tes 1, 2 tes, tes, 1, 2. Baik untuk barisan yang ada di depan saya. semuanya, SIAP GRAK!!!.. SETENGAH LENGAN LENCANG KANAN GRAAKK." ucap pak.guru.


" Mohon perhatiannya sebentar, di belakang saya sudah ada beberapa siswi yang namanya ada nama Lea. Jadi bagi kalian yang merasa kehilangan temannya silahkan maju dan bawa ke barisan kalian." kata pak.guru.


belum sampai 3 menit semua barisan yang ada di belakang pak.guru sudah terlihat sepi. Dan hanya tinggal 2 orang siswi yang sama sekali tidak ada yang membawanya ke barisan.


" ( mulai deg-degan karena baru saja lihat siswi yang bernama Lea sudah masuk ke barisan temannya. Dan sekarang hanya tinggal ia) " Lea.


" LEA." Johan. ( samping kanan ).


" LEA." Rian. ( samping kiri ).


( barengan ).


" ( menoleh ke samping kanan lalu ke samping kiri )."


" Dimas... Rian...." ucap lea yang menggumam.


" Ayo masuk ke barisan." ucap Dimas sambil memegang tangan kanannya Lea.


" Ayo masuk ke barisan ku aja." ucap Rian sambil memegang tangan kirinya Lea.


" Sama Aku aja Lea." kata Rian.


" nggak, sama aku aja." kata Dimas.


" Enggak, pokoknya dia sama aku." ucap Rian sambil menarik tangan kirinya Lea.


" Enggak, dia lebih aman sama aku." ucap Dimas, sambil menarik tangan kanannya Lea.

__ADS_1


Dan di situlah terjadi sebuah kejadian tarik-menarik disertai dengan ucapan-ucapan yang berusaha menyakinkan si siswi tersebut yaitu Lea. Dan sekarang Lea pun sudah merasa jengkel dengan ulah kedua temannya tersebut.


" Udah, Stop. Rian, Dimas." kata Lea.


" .... " Rian. Dan melepaskan genggaman tangannya ke Lea.


" ..., makanya kamu sama aku aja." kata Dimas. Yang masih memegang tangan kanannya Lea.


" Udah, Dim. Stop, kamu lebih baik kembali aja ke barisan kamu. Kamu juga ya, Rian. " kata Lea.


" Enggak, kalau kamu mau disini maka aku juga akan disini." jawab Rian.


" Aku juga." ucap Dimas.


" Kalian berdua udah kembali aja ke barisan kalian. Aku nggak apa-apa disini." kata Lea.


" Pak?." ucap Dimas.


" Ya." jawab pak.guru.


" Saya minta izin buat berdiri disini." kata Dimas.


" Dimas, jangan." kata Lea.


" Saya juga, pak." ucap Rian.


" Ini pada ngapa sih." kata Lea.


" Pak, saya mohon jangan izinkan mereka berdua buat berdiri disini." kata Lea.


Setelah Lea mengucapkan kata tersebut, dapat terlihat dan terdengar banyak siswa maupun siswi yang sedang berbisik-bisik tentang mereka bertiga.


" Kalau gue jadi ceweknya. Gue udah Pepet semua." kata siswi yang lainnya.


" Nggak laku apa memang kurang disayang." kata siswa yang ada di samping Diva.


" Bukannya nggak laku, tapi memang nggak jualan." kata Diva.


" Kamu kenapa ikut-ikutan sih, bikin bad mood aja." kata siswa tersebut.


" Oh. Syukurlah kalau udah bad mood jadi nggak bisa banyak omong." kata Diva.


" Siapa bilang gue gak bisa banyak omong, gue kasih tau ya kalau gue itu-" kata siswa tersebut.


" Kalau Lo itu anak manja, anak mami papi, anak yang kalau misalnya tidak di beri uang saku nggak bakal berangkat sekolah." kata Diva.


" Kamu nggak usah sok tau." jawab siswa tersebut.


" Aku bukannya sok tahu, tapi hanya memberitahu. Karena kamu lihat kan dia ( Lea ) nggak jualan masih Lo bilang nggak laku." kata Diva.


" Kamu benar-benar..." Ucap siswa tersebut.


" Apa, mau marah, sini maju. Jangan jadi seorang pengecut. Alvin. " kata Diva dan melihat bet namanya.


" Kamu-." ucap Alvin sambil mengangkat tangannya yang siap untuk menampar seseorang.


" YANG DI BARISAN TENGAH HARAP DIAM. DARI TADI BERISIK AJA." kata pak.guru.

__ADS_1


Setelah pak guru mengatakan hal tersebut, seluruh siswa dan siswi baru mengarahkan pandangannya ke Barisan tengah yang di maksud pak.guru tersebut.


" Iya pak, maaf. " ucap Diva.


" Kamu dan yang di samping kamu sini maju." kata pak.guru.


" Baik pak." jawab Alvin.


Diva dan Alvin pun maju ke depan. Dan tepat di hadapan pak.guru, pak.guru tersebut bertanya...


" Kalian dari tadi brisik sendiri. Memangnya bahas apa." kata pak.guru.


" Maaf pak, kami tadi tidak sedang membahas apa-apa. Hanya berbincang-bincang saja." kata Alvin.


" Tapi saya tadi sempat melihat kamu hendak memukul si cewek ini." kata pak.guru.


" Iya benar pak." kata Diva.


" Enggak pak, tadi itu saya mau nangkap lalat." jawab Alvin.


" Enggak pak, bohong itu. Jelas-jelas tadi dia mau nampar saya." kata Diva.


" Enggak ya pak." kata Alvin.


Dan pak.guru yang udah nggak tahan sama ocehan siswa dan siswi barunya ini pun ikut angkat bicara.


" SUDAH, SUDAH kalian itu udah SMP masih rebut aja masalah gini." kata pak.guru.


" Sekarang kamu Alvin, kamu minta maaf sama dia. Siapa nama mu?." kata pak.guru.


" Saya pak?." ucap Diva.


" Iya kamu." jawab pak.guru.


" Nama saya Diva, nama lengkapnya Diva Riana putri." ucap Diva.


" Ya...., dan kamu Alvin sekarang minta maaf sama Diva." kata pak.guru.


" Tapi pak-." ucap Alvin.


" nggak ada tapi-tapian. Kamu itu seorang laki-laki jadi tidak salah jika kamu meminta maaf duluan." kata pak.guru.


" Baik pak." kata Alvin.


" Diva, aku minta maaf atas tindakan ku tadi yang hendak menampar mu. Sejujurnya aku enggak bermaksud buat ngelakuin itu." Ucap Alvin.


" Iya aku maafin, tapi jangan pernah lagi ngelakuin itu apalagi ke cewek." ucap Diva.


" Iya.." kata Alvin.


" Sekarang kalian masuk ke barisan di belakang saya. Yang udah ada tiga orang disana." kata pak.guru.


" Baik pak." jawab Diva.


" Ya, pak." ucap Alvin.


Setelah Diva dan Alvin masuk ke barisan belakang pak.guru. Terlihat Diva yang terkejut karena baru menyadari bahwa Lea dan Rian juga berada di barisan tersebut.

__ADS_1


" YA... AMPUN LEA, ternyata kamu disini?." kata Diva.


Bersambung......


__ADS_2