" Kamu Hanya Orang Lain "

" Kamu Hanya Orang Lain "
episode 6


__ADS_3

Setelah kondisi Lea benar-benar sudah lebih baik, ia pun langsung keluar dari ruang UKS tersebut dan berkata...


" Akhirnya, boleh keluar juga." kata Lea


" Lah, emang tadi nggak di bolehin keluar saya petugasnya?." tanya Diva.


" Bukan gitu." jawab Lea.


" Terus?." tanya Diva.


" Jadi tadi itu pemeriksaan terakhir aku, dan aku sudah dinyatakan sembuh. Ya..., walaupun belum seratus persen sih." jawab Lea.


" Yaudah, habis ini kamu jangan lakuin yang berat-berat dulu." kata Diva.


" Tapi nggak janji." jawab Lea.


" Oh ya, ngomong-ngomong ini yang cowok kemana?." tanya Lea.


" Ciiee,ciiiee nyariin cowoknya." jawab Diva.


" Lah, emang kamu tahu siapa cowok ku." kata Lea. ( sambil minum teh anget. )


" Ya..., nggak tahu pasti sih, tapi kalau aku tebak pasti si Johan." kata Diva.


" Nggak usah sok tahu." kata Lea.


" Bukannya sok tahu tapi kan tadi aku hanya bilang tebak. Ciiee, salting ciieee." kata Diva.


" Apaan sih, enggak lah. Ya..., nggak mungkin aku suka sama Johan." kata Lea.


" Oh, seperti itu." kata Diva.


" Sejak kapan kamu jadi agak alay begini." kata Lea.


" Sejak.....,nggak tahu......" kata Diva.


" Ya udah, yuk kita ke ruangan kelas sementara kita." kata Lea.


" Ya udah yuk. Udah nggak sabaran ketemu sama Johan ya...." kata Diva.


" Ih.... enggak ya...., aku tuh cuma penasaran sama-." kata Lea yang terpotong.


" Johan." kata Diva yang memotong.


" Mana?." kata Lea.


" Cie, cie, nyariin Johan." kata Diva.


" Hah?." kata Lea.


" Udahlah, nggak usah pura-pura nggak tahu gitu." kata Diva.


" ( tidak menghiraukan perkataan Diva dan langsung berjalan ke ruang lab kimia dan fisika, dimana itu adalah kelas sementara bagi siswa dan siswi baru. )" Lea.


" Lea... tunggu. ( dan mengejar Lea yang sudah berjalan meninggalkan nya. )" kata Diva.


" ( tetap berjalan. lalu kemudian menoleh ke belakang tanpa berhenti dan akhirnya... ). Ayo, cepat." kata Lea.


" Lea, awas didepan.." kata Diva yang memperingati.


" Apa...." kata Lea sebelum melihat ke depan sepenuh nya. Dan...


( BBRRUUKK )


" Leaaa.....," kata Diva.


" ( Hampir jatuh tapi untung saja udah sigap di tangkap sama seseorang yang di tabraknya tadi. )" Lea.

__ADS_1


" Kalau jalan pakai mata bukan pakai kaki." kata cowok yang di tabrak tadi.


........................, Apa??." kata Lea ( yang ada dipikiran Lea.



) apa seperti itukah yang dimaksud si cowok...................


" ( membenarkan posisi Lea.)" cowok unknown.


" Terima kasih." kata Lea.


" Sama-sama. Lain kali hati-hati." kata si cowok.


" I iya kak." kata Lea.


" Lea, kamu nggak apa-apa kan?." tanya Diva yang menghampiri Lea.


" Iya aku nggak apa-apa." jawab Lea.


" ....." si cowok unknown hanya memperhatikan.


" Terima kasih kak, atas bantuannya tadi. Kalau misalnya kakak ngga ada, mungkin teman saya sudah masuk ke ruang UKS lagi." kata Diva.


" Sama-sama. Tapi, tunggu kalian bukannya yang ada di barisan depan?." kata si cowok.


" Iya kak, maaf jika kelakuan kami kurang nyaman buat kakak-kakak kelas." kata Lea.


" Tidak masalah buat saya, karena saya juga pernah seperti itu." kata si cowok.


" Oh ya?." kata Diva.


" Kenapa bisa, kak?." tanya Lea.


" Saya sudah agak lupa, tapi kasus saya mungkin kurang lebih ya sama seperti kalian." kata si cowok.


" Eee...., tapi kita mau ke lab kimia sama fisika dulu." kata Diva.


" Yaudah silahkan, maaf tadi udah saya potong jalannya." kata si cowok.


" Iya kak, nggak apa-apa. Kalau gitu kita ke lab dulu ya... kak." kata Lea dengan sopan.


" Iya." jawab si cowok.


" Mari kak." kata Lea dan Diva secara bersamaan.


" Iya..." kata si cowok.


Kemudian Lea dan Diva pun kini jalan bersama menuju ke lab kimia dan fisika. Dalam pertengahan jalan Diva mengatakan...


" Ternyata kamu orangnya bisa ceroboh juga ya." kata Diva.


" Ya.., bisalah namanya juga manusia." kata Lea.


" Tapi kamu ngerasa nggak tadi itu kakak kelas kayak suka sama-." kata Diva yang terpotong.


" Lea.., kamu udah sembuh?." tanya Johan yang sedang berpapasan.


" Eh, iya nih." jawab Lea.


" Tapi...., ini kalian mau kemana?." tanya Alvin.


" Mau ke lab." jawab Diva.


" Kalau kalian?." tanya Diva.


" Sebenarnya, mau jenguk Lea. Eh, tahu-tahunya udah sehat." jawab Alvin.

__ADS_1


" Kamu yakin udah sembuh beneran?." tanya Johan yang memastikan.


" Ya..., belum seratus persen tapi udah sehat kok." jawab Lea.


" Kalau gitu, aku antar ke lab." kata Johan.


" Eemmm, yaudah ayo." kata Lea.


" masih lemes nggak?." tanya Johan.


" Sedikit tapi-." kata Lea yang terpotong.


" Sini aku bantuin." kata Rian yang entah darimana.


" Enggak usah, makasih." kata Lea.


" Udah nggak papa." kata Rian.


Tapi tunggu dimanakah Johan, Diva, dan Alvin berada. Untuk Johan jelas masih stay di sisinya Lea. Sedangkan si Diva dan Alvin sudah berjalan duluan ke depan. Mereka tidak tahu keberadaan si Rian dan tahu-tahu sudah di sisi lea yang lainnya, sambil memapah Lea menuju ke lab. Tapi tidak sampai disitu ternyata Johan juga bertindak sama seperti Rian yang memapah Lea menuju ke lab. Dengan hasil, Lea yang di tampah sama dua orang cowok. Lalu dari kejauhan ada dua pasang mata yang melihat semua kejadian tersebut.


" Cewek yang menarik.( smirk )." kata cowok unknown.


" Kita lihat diantara dua orang tersebut mana yang akan kamu pilih atau bahkan mana yang paling lama bertahan." kata cowok unknown.


" Yah..., kalau kamu suka bilang aja suka. Tidak usah merusak hubungan seseorang. Nanti kena karma. " kata cewek unknown.


" kamu gangguin aja. Sana-sana pergi jauh-jauh." kata cowok unknown.


" Idih...., siapa juga yang mau deket-deketan sama Lo." kata cewek unknown.


" Yaudah sana pergi, hus, hus, hus." kata cowok unknown.


" Awas ya..., nanti kalau minta contekan." kata cewek unknown.


" Halah cuma contekan, aku mah juga bisa." jawab cowok unknown.


" Okeh, gue tunggu contekan Lo." kata cewek unknown.


" GAIS....., AKU MAU NGASIH TAHU NIH KALAU SI SATRIA MAU NGASIH CONTEKAN BUAT SEKELAS." kata cewek unknown.


Teman-teman Satria yang sekelas.


" YYYEEEESSSS, Akhirnya ketua kita mau juga ngasih contekannya."


" Lha, bocah satu nih kalau ngomong nggak bisa di jaga." kata Satria.


" Udah, tahu kalau si Sinta orangnya gitu. Kamu malah buat taruhan sama dia." kata teman Satria.


" Siapa juga yang taruhan sama tu cewek. Nggak ya." jawab Satria.


" Lha tadi?." tanya temannya Satria.


" Aku tadi cuma asal ngomong, nggak tahu malah Cepu. Sungguh terlalu." jawab Satria.


" Kasihan. Tapi, BTW kamu beneran ngasih contekan kan?." tanya temen Satria.


" Iya, tapi cuma untuk hari ini." jawab Satria.


" Lha kenapa?." tanya temennya Satria.


" Soalnya udah terlanjur, gara-gara tu cewek satu. Oh, iya emang nanti bener ada ulangan?." tanya Satria.


" Kamu pura-pura lupa, apa udah pikun sih. Jelas-jelas nanti ulangan Matematika." jawab temannya Satria.


" Oh, matematika. ( terdiam sebentar.) { matematika, matematika, ma te ma ti ka}. ( Hingga akhirnya.) AAPPPAAAAA." kata Satria.


" ( menutup telinganya. )" temannya Satria.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2