
Bayangkan saja bagaimana ekspresi para bodyguard dengan tubuh kekar dan jago beladiri itu yang dipaksa oleh Alvinka untuk mengemas cookies - cookies buatannya kedalam tiga puluh kardus makanan berukuran 4 kali empat.Sedangkan Alvinka sendiri kini tengah duduk dengan santainya mengawasi pekerjaan mereka.Sesekali Alvinka akan memprotes pekerjaan mereka jika tak melihat para bodyguard itu bekerja dengan ekspresi yang tidak disukainya.
" Hei ,kalian iklas tidak sih membantu aku.!" ucap Alvinka
" Iklas Nona....!" Jawab mereka bohong.
" Iklas kok mukanya kayak gitu...." cibir Alvinka sambil mencomot sebuah cookies di hadapanya yang belum dimasukkan kedalam kardus.
" Sudah selesai Nona ." lapor Salah satu bodyguard.
" Hmm...ini buat kalian,masing - masing satu ya...." Alvinka menyodorkan tiga kardus berisi cookies buatannya kepada mereka .
" Terima kasih Nona.." Jawab mereka tampak bahagia karena mendapatkan bagian.
" Hmmm....Dan semua ini tolong bagikan kepada para tetangga di Apartemen ini.Janhan sampai ada yang tersisa...!" Perintah Alvinka
" Eits ....satu lagi sebelum mengantarkan semua ini pada tetangga tolong bersihkan dapur ya,cuci semua peralatan yang kotor." Perintahnya lagi.
Hah...
para bodyguard itu melonggo mendengar perintah dari tawanannya ini.Apa mereka tidak salah dengar ....?Membagikan makanan pada tetangga...
__ADS_1
".Hei....kita ini bodyguard....ingat bodyguard bukan pengantar makanan." Mereka hanya bisa mengeluh dalam hati.Suka tidak suka mau tidak mau mereka tetap melaksanakan perintah gadis cantik ini.Entah sihir apa yang di gunakan oleh Alvinka sehingga para bodyguard ini begitu patuh padanya walau dengan terpaksa.
Alvinka merasa puas telah mengerjai mereka.Ya niat Alvinka memang ingin mbuat para penculiknya itu kalang kabut sehingga mereka tak tahan lama - lama mengurung Alvinka di sini.
Sedih sih dikurung disini apalagi saat mengingat orang tuanya.Tapi Alvinka tak mau menunjukkan kesedihannya itu.Dia melampiaskan rasa sedih dan takutnya itu dengan berbuat Absurd.
jika hari ini mereka tak mau melepaskan dirinya,maka besok Alvinka akan berbuat hal yang lebih konyol lagi.
Para bodyguard itu menggerutu,bukankah tugas mereka disini untuk menjaga Nona itu agar tidak kabur,tapi kenapa malah menjadi pengantar cookies Seperti ini.
Disaat Alvinka sedang menyusun rencana baru untuk besok jika dia masih disini, terjadi kehebohan dikediaman Sanjaya.Sania sang mama sedang menangis kerena putrinya itu tak pulang sejak kemarin,sedangkan mobilnya ditemukan terparkir di depan gerbang rumah mereka beserta barang - barang Alvinka seperti tas, handphone,dan buku - buku kuliahnya.
Jonathan memang memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengembalikan barang- barang milik Alvinka,untuk menghilangkan jejak sehingga Arman akan kesulitan mencari putrinya itu.
Sania begitu khawatir terjadi sesuatu pada putrinya.
" Dimana kamu Alvinka,apa yang terjadi padamu Nak ...."Lirih Sania berharap sang putri bisa mendengar suaranya
" Sayang ,jangan khawatir anak kita pasti baik - baik saja. Papa akan melakukan apapun untuk mencari Alvinka.Mama doakan saja semoga Alvinka cepat ditemukan dalam keadaan baik - baik saja." Arman berusaha menenangkan istrinya.
" Tapi pa dimana putri kita....?" Sania masih menangis dalam pelukan sang suami.
__ADS_1
" Sayang per percayalah di manapun Alvinka ,dia pasti baik - baik saja.Kamu tau kan putri kita bukanlah gadis yang lemah,dia adalah gadis luar biasa." Mendengar kata - kata suaminya itu Sania merasa sedikit tenang.Ya benar putrinya itu bukanlah gadis yang lemah.
Bukan hanya Sania yang khawatir, sebenarnya Arman pun sama khawatirnya dengan istrinya tapi dia berusaha tak menunjukkan rasa khawatir nya dihadapan sang istri.Arman percaya Alvinka bisa menjaga dirinya.
Benar Alvinka Bukanlah gadis yang lemah buktinya dia bisa membuat para bodyguard kalang kabut dengan tingkah lakunya.
Tak hanya melaporkan hilangnya Alvinka pada polisi tapi Arman juga menyebar semua anak buahnya untuk mencari keberadaan putrinya itu.Dia akan melakukan apapun agar putrinya itu kembali.
Sania tak henti - hentinya menangisi Alvinka ,dia takut terjadi sesuatu kepada anak satu-satunya itu.Hingga malam pun tiba tapi tak ada titik terang dimanakah sang putri.Arman beranjak dia ingin ikut mencari Alvinka sendiri karena sampai sekarang tak ada laporan baik dari polisi maupun dari anak buahnya.Dia tak bisa diam saja dan hanya menunggu kabar dari rumah.
" Papa mau kemana....?" Tanya Sania
" Papa mau mencari Alvinka Ma ,Papa tak bisa diam saja begini."
" Mama ikut Papa..!" Pinta Sania
" Mama dirumah saja, bagaimana kalau Alvinka kembali ....!" Arman melarang sang istri untuk ikut dengannya mencari Alvinka dia khawatir tak akan fokus jika istrinya itu ikut dengannya.
Arman meraih kunci mobil yang ada diatas nakas dengan langkah lebar Arman bergegas menuju garasi mobil.
Sudah berjam - jam Arman menyusuri jalanan kadang dia akan berhenti di suatu tempat yang biasa Alvinka datangi.Dia pun sudah berkali-kali menghubungi Ayunda yang sedang ada diluar negri hanya untuk menanyakan tempat - tempat yang sering dikunjungi oleh mereka.
__ADS_1