
Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam tampak memasuki halaman rumah mewah lantai tiga.
setelah sedan berhenti terlihat sang sopir berjalan menuju pintu belakang dan membukanya.Tampak seorang pria paruh baya keluar dari sedan tersebut.
" Papi....!" seorang wanita cantik berusia 40 Tahun namun masih terlihat cantik dan seksi menghambur kedalam pelukannya ketika ia sampai diteras megah rumahnya.
Pria itu pun mengecup kening dan bibir sang wanita.
" Alvika sudah pulang.....?" tanya pria itu
" Sudah dari tadi siang mungkin sekarang lagi main game." jawab si wanita
" Dasar bocah tengik...!" geram si pria
" Ada apa lagi sih Pi ? vinka mangkir dari meeting lagi...?" Tanya si wanita dengan lembut dan mengamit lengan pria itu dan mereka pun masuk kedalam rumah.
" lebih baik papi mandi dan istirahat dulu deh biar gak emosi." saran si wanita agar suaminya tak emosi
Tanpa mempedulikan ucapan istrinya Arman berlalu melangkah menuju sebuah kamar dengan pintu berwarna hitam.di pintu itu terdapat sebuah tulisan " knock the door please " yang berarti ketuk pintunya.Namun Arman tak peduli ia langsung saja membuka pintu hitam itu dengan kasar.
Brak....
Di dalam kamar Alvinka yang sedang sibuk dengan game cacing diponselnya sontak terkejut sampai ia terlonjak nyaris hp mahal yang ia pegang jatuh.
" Vinka....!" teriak Arman
" kau ini ....." geram Arman bergegas mendekati Alvinka dan menjewer telinga kanan Alvinka.
" Aku sakit papi , lepasin Pi sakit...." teriak Alvinka
" kenapa kamu mangkir dari meeting lagi hah." tanya Arman dengan tangan masih menjewer telinga putrinya.
" aku males ketemu Dion Pi .ah..au... lepasin telingaku pi.nanti copot ! "
" kalau kamu mau papi lepasin kupingmu ini.besok kamu gak boleh mangkir lagi." kata Arman semakin emosi.
" tapi Pi....aku males ketemu si Dion itu...." ucap Alvinka melas.
" gak ada kompromi lagi vinka.kamu harus profesional dong."
" Pi dia itu sok Sokan manis di depan aku padahal aslinya dia itu hanya pura pura papi...".
" gak ada tapi tapian."
__ADS_1
Arman benar benar murka pada Alvinka
pasalnya sudah lima kali Alvinka mangkir dari pertemuan dengan kliennya.
ya Alvinka memang malas bertemu dengan Dion karena sikap Dion yang sok manis dan terkesan lebay.Alvinka tau jika sikap Dion yang seperti ini adalah untuk menarik perhatiannya.pasalnya Dion sangat terobsesi dengan Alvinka.
" vinka mau tak mau kamu harus tetap ada saat meeting itu.kau tau kan proyek yang akan kita kerjakan bersama perusahaan Dion ini sangat penting dan di awal kau sudah menandatangani kontrak itu." kata Arman dengan suara datar dan melepaskan tangannya dari telinga Alvinka
" iya papi aku janji." jawab Alvinka dengan menggosok gosok telingganya.
" Anak pintar " kata Arman sambil mengusap kepala Putri semata wayangnya itu lalu mengecup kening lebar Alvinka.
setelah itu Arman keluar dari kamar Alvinka
Begitu lah setelah memarahi sang putri Arman selalu mengecup kening Alvinka.
Arman begitu menyayangi Alvinka kadang ia pun harus tegas agar kelak Alvinka bisa menjadi penerus yang baik.
Akhirnya
dengan terpaksa Alvika terpaksa datang pada meeting setelah lima kali mangkir.
" Selamat datang nona Alvinka, akhirnya anda punya waktu untuk meeting ini." kata Dion dengan senyum yang dibuat buat.
karakter Alvinka memang ramah namun ia akan ketus terhadap orang yang tak ia sukai.
" oh baiklah nona ,mari ." meskipun kesal namun Dion harus berusaha biasa saja.
Dion adalah CEO berusia 25 Tahun yang sangat terobsesi dengan Alvinka.
Namun Dion tak bisa berbuat apapun untuk mendapatkan seorang Alvinka selama ini karena ia terikat janji dengan Ayahnya.
Ia pernah berjanji pada ayahnya meskipun ia sangat menyukai Alvinka ia tak akan melakukan cara yang kotor untuk mendapatkan Alvinka,jika ia melanggar perjanjian itu maka semua fasilitas yang di berikan oleh ayahnya akan disita.
Di dalam meeting ini mereka membahas proyek pembangunan sebuah resort di lombok yang akan di mulai satu bulan lagi.
Alvinka adalah salah satu dari CEO yang sepak terjangnya tak diragukan lagi.Dalam kurun waktu satu tahun ia bisa membawa kemajuan pesat disalah satu cabang perusahaan properti milik sang ayah.Padahal waktu itu perusahaan yang dipegang Alvinka ini hampir koleps.Arman memang sengaja menempatkan Alvinka disini karena ia tau seberapa kemampuan putrinya itu.hal ini pulalah yang membuat para pengusaha selalu ingin bekerjasama dengannya.
" Bagaimana hasil meetingmu kali ini vinka...?" tanya Arman
" sudah deal Pi...." jawab Alvinka tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputer dihadapanya.
" Bagus , kapan proyek itu di mulai...?" tanya Arman sambil duduk di lengan kursi yang diduduki Alvinka.
__ADS_1
" Bulan depan dan selama Proyek berjalan aku tak bisa sering - sering memantau ke lokasi pi.papi kan tau aku harus menyiapkan skripsi ku.jadi apa bisa bila papi saja yang menghendel ....?" tanya Alvinka sambil memeluk lengan sang papi.
Alvinka memang mandiri tapi dia sedikit manja kepada sang papi dan maminya.
" ok don' t worry ,tak masalah, mau makan siang diluar....? " tanya Arman
" Aku mau kekampus Pi..."jawab vinka sedih
" Baiklah hari ini papi yang akan jadi sopir kamu.papi antar kamu kekampus tapi kita makan siang bareng gimana....?" Tawar Arman
" serius Pi...?" Tanya vinka antusias
" Dua rius malah." jawab Arman tak kalah
Antusias
Tentu saja Alvinka senang, selama ini ia tak pernah pergi kekampus di antar oleh ayahnya.
" Rasanya aku kayak anak SD ya Pi." kata Alvinka saat mereka berada didalam mobil
Arman yang sedang mengemudi pun sontak menoleh.
" kok kayak anak SD ....?" tanya Arman lalu fokus dengan kemudinya.
" iyalah kan terakhir Papi antar aku pas Aku masih kelas enam SD udah lama banget kan Pi...? " kata Alvinka mengingat kejadian beberapa belas tahun yang lalu.
" Maaf papi memang tak punya waktu banyak untukmu my princess." sesal Arman
Arman benar benar menyesal sekarang.
" kamu tetaplah prinsesnya papi vinvin kecilku."
kata Arman sambil mengusap pucuk kepala Alvinka
" Tapi aku udah dewasa sekarang papi ." kata Alvinka cemberut
" tapi bagi papi kamu tetaplah kesayangan papi,lalu mami....?" Alvinka meledek Arman
" mami adalah cintanya papi week...." balas Arman tak mau kalah
" iya deh iya berdebat sama papi tu gak bakal menang tau." kata vinka sambil mengecup pipi papinya.
Dan mereka pun tertawa bersama. kebersamaan seperti ini sangat berharga bagi mereka yang sama sama sibuk.
__ADS_1
sepanjang perjalanan mereka tak berhenti berbicara bukan tentang pekerjaan namun tentang hal hal receh.