
" Alvinka,jelaskan pada papi dan mommy kemana kamu selama ini hah....!" Arman begitu marah pada putrinya itu.
Bias - bisanya gadis itu bersikap biasa saja setelah hampir seminggu dia menghilang tanpa kabar hingga membuat dirinya dan juga sang istri stres.
" Maaf " Sesal Alvinka
" Maaf kamu bilang ,enak sekali hidupmu setelah membuat kekacauan lalu kamu bilang maaf hah, apa kamu tidak berfikir karena kamu pergi mamimu sakit, dan perusahaan rugi ." Nafas Arman tersengal karena menahan kesal yang sangat.
" Kemana saja kamu Alvinka...?" Baru kali ini Arman begitu murka kepada Anak gadisnya.
" Sabar papi. !" Sania mencoba membujuk Arman supaya pria itu tidak emosi.
" Maaf Pi ,aku - aku mau ingin menikah." Ucap Alvinka lirih tapi masih dapat didengar oleh kedua orangtua beserta para pelayan yang kebetulan sedang lewat di ruang itu.
" Hah..." Suasana menjadi hening semua orang membeku dengan apa yang di katakan oleh Alvinka.
Yang benar saja ,apa kah ini nyata bukan mimpi...? semua orang bertanya dalam benak masing - masing.
Bagaimana mereka tidak terkejut mendengar hal itu.Bukankah kemarin sebelum menghilang sang tuan putri itu baru saja menolak beberapa pria yang datang untuk melamarnya.
Tapi kenapa hari ini tiba-tiba si Tuan putri itu mengatakan jika dia ingin menikah.
" Apa mommy tak salah dengar Alvinka...?" Sania memastikan.
" Tidak mi, aku benar - benar mau menikah secepatnya." Jawab Alvinka terdengar begitu mantap tak ada keraguan.
Arman hanya bisa menghela nafas
" Dengan siapa ....?" Tanyanya masih tidak percaya
"Sama Seorang Pria papi.".Jawab Alvinka dengan wajah polosnya
__ADS_1
Arman mengacak rambutnya kesal.
".Tentu saja papi tau itu ,tapi siapa pria itu Alvinka,apa mereka salah satu dari pria yang sudah kamu tolak." Tanya Arman kesal
Alvinka menggeleng " Tidak ,pria ini spesial dia sama sekali belum pernah ketemu papi sama mommy ." Jawab Album sambil membayangkan wajah Jonathan
".Siapa dia Alvinka...?" Tanya Sania penasaran sekali siapakah sosok lelaki yang bisa meluluhkan putrinya itu.
" Siapa dia , kejutan buat kalian.Nanti kalian akan tau sendiri saat dia datang kemari." Ucap Alvinka tak menceritakan kepada mereka tentang sosok Jonathan.Biarlah mereka tau sendiri nanti ketika Jonathan menepati janjinya untuk segera datang melamarnya.
" Alvinka,apa kalian sudah melakukannya...?" tanya Arman curiga
" Ti...ti.tidak papi ,kami hanya ngobrol biasa saja tak lebih." Alvinka sedikit berbohong kepada papinya
" Lalu kenapa tiba-tiba ?" Ucapan Arman terpotong karena Alvinka menyela
" Yah karena jodoh ,yah mungkin karena jodoh dan kami merasa cocok lalu kami memutuskan untuk menikah." Sela Alvinka tak ingin sang Papi semakin curiga
" Papi tidak percaya." Ucap Arman.
Alvinka pun segera berlalu dari ruang itu dan berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Kamar yang sudah dia rindukan selama beberapa hari ini.
***********
Sementara itu Jonathan yang baru saja sampai di mansion setelah mengantarkan Alvinka pulang segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa - sisa kegiatannya dengan Alvinka tadi di apartemen dan didalam mobil.
Dibawah guyuran air yang mengalir dari shower Jonathan menyugar rambutnya yang basah.Setelah itu dia meraih saklar untuk mematikan aliran air.Diraihnya handuk kimono dan digenakanya.
Jonathan berdiri didepan sebuah cermin persegi panjang yang menempel pada dinding diatas wastafel.Dia menatap lama pantulan wajah serta tubuhnya.
__ADS_1
Jonathan tersenyum smirk . Tentulah dia merasa bangga di usia yang sudah tak muda lagi ini ternyata tubuhnya masih kekar dan wajahnya masih terlihat tampan dan awet muda.
Senyumnya semakin mengembang sempurna kala dia mengingat apa yang telah dia lakukan bersama dengan seorang gadis yang usianya jauh lebih muda darinya.
Kejadian dimana Jonathan dengan penuh gairah menjamah gadis yang belum pernah tersentuh oleh pria lain.Ada rasa bangga dalam hatinya karena dialah yang pertama kali bisa menyentuh tubuh indah nan mulus milik Alvinka meski tubuh gadis itu masih terbungkus Underwear yang dia pakai.Namun nyatanya mampu membangkitkan gairah seorang Jonathan pria yang tidak bisa bersentuhan dengan sembarang orang.
"Shitt ." umpatnya ketika merasakan sesuatu dalam tubuhnya terbangun hanya karena teringat oleh ******* Alvinka.
" Jo stop ,kita tidak bisa melakukan ini." Dengan sekuat tenaga Alvinka mendorong tubuh Jonathan setelah melewati perdebatan batin yang alot.
Hal itu membuat Jonathan berhenti melakukan aktivitasnya sebelum dia bisa menjebol gawang Alvinka.
" Aku bukan gadis murahan.Aku tidak bisa memberikan mahkota ku pada orang yang tak memiliki ikatan apapun denganku Jo." Air mata Alvinka sudah meleleh membasahi pipinya yang mulus.
" Maaf ,maafkan aku.Kau tau sudah sangat lama aku tidak merasakan begitu bergairah terhadap wanita meski aku sudah pernah menikah.Entah kenapa sejak pertama melihatmu aku jadi ingin memilikimu seutuhnya Girl.I' m so sorry." Ucapnya menyesal
" Benarkah yang kau katakan itu Jo...?" Tanya Alvinka sambil menatap penuh pada mata Jonathan seolah dia ingin mencari kebohongan disana.
" Benar girl , sepertinya aku sudah terjebak kedalam pesonamu.Will you marry me Alvinka...?" Aku Jo dan dia pun bertanya apakah gadis itu mau menikah dengannya.
" Tapi ini terlalu cepat Jo ,apakah kau benar-benar menginginkan aku menjadi pendamping hidup mu ,apakah aku bisa yakin...?"
Jonathan berlutut dibawah kaki Alvinka digenggamnya kedua tangan Alvinka.
" Trust me girl. Percayalah padaku, menikahlah denganku,karena hanya kamu satu - satunya wanita yang bisa membuat aku seperti ini girl." Ucap Jonathan sungguh - sungguh.
Alvinka mencoba mencari kebohongan dari kata - kata pria itu.Jujur dari sekian banyak lelaki yang mencoba untuk mendekatinya nyatanya hanya Jonathanlah yang mampu membuat pertahanan Alvinka goyah.
" Aku ingin percaya padamu Jo ,tapi entah kenapa masih ada keraguan dalam hatiku seolah ada tembok tinggi diantara kita." jujur Alvinka tentang perasaannya terhadap pria yang masih betah berlutut.
yah meski Alvinka merasakan hal yang sama terhadap Jo tapi entah mengapa Alvinka merasakan ada dinding tebal diantara mereka yang membuat Alvinka ragu untuk menjawab " Iya ".
__ADS_1
Jonathan berdiri lalu memeluk tubuh Alvinka dengan erat.
" Baiklah, mari kita hancurkan penghalang itu." Bisik Jonathan di telinga Alvinka.