"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY

"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY
14.Bibir bertemu bibir


__ADS_3

Dua hari lamanya para bodyguard itu menyelesaikan tugasnya dari sang tawanan.kali ini mereka menyerah dan mengundurkan diri dari tugas menjaga Alvinka yang terkurung di dalam apartemen milik Jonathan.mereka menyerah karena tak ingin ambil resiko menghadapi kekonyolan gadis yang membuat mereka kelelahan bekerja diluar profesinya.


Para bodyguard itu harus bekerja keras dan tak bisa menolak perintah dari Alvinka karena Alvinka mengancam akan bunuh diri jika mereka menolak.


Dasar gila baru kali ini Alvinka memang sengaja melakukan hal ini agar Jonathan datang ketempat dia disekap.


Dan rencana Alvinka pun berhasil hari ini Jonathan datang menemui Alvinka.Kini mereka berdua sedang berhadapan di ruang tamu.Entah mengapa keduanya sama - sama gugup,nafas mereka sama - sama memburu.Ada sebuah magnet yang membuat mereka saling memandang, ada rasa bahagia,haru dan entah lah rasa itu tak bisa dijelaskan dengan kata-kata seolah mereka adalah sepasang kekasih yang sudah lama tak bertemu.Ingin rasanya Alvinka berlari dan masuk kedalam dada bidang pria dihadapannya itu memeluknya dengan erat dan tak ingin melepaskannya.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Jonathan.Dia ingin sekali berlari dan mendekap gadis itu mencium aroma tubuhnya melepaskan rasa rindunya.


Tapi bukankah mereka tak pernah saling mengenal sebelumnya.Alvinka belum pernah bertemu dengan pria itu sebaliknya Jonathan sengaja menculik Alvinka karena ingin balas dendam kepada ibu Alvinka yang merupakan mantan kekasihnya.


Seperti dikomando Mereka memegang dadanya masing masing dengan tangan kanannya secara bersamaan.Lalu menghembuskan nafas bersama untuk mengurangi rasa yang sulit mereka jabarkan.


Sebenarnya ikatan apakah yang mengikat mereka sehingga saat berdekatan secara sadar atau tidak mereka sama-sama merasakan perasaan yang aneh.


" Si...siapa Anda, ke..kenapa anda menculik saya...?" Alvinka berusaha bertanya meski lidahnya sangat kelu.


Jonathan memiringkan sebelah sudut bibirnya.


" Kenapa aku menculik mu itu karena perbuatan ibumu di masa lalu." Jonathan bersungut-sungut


" Ibu ku...?" Ulang Alvinka


" Ya dia adalah perempuan yang paling aku benci Didunia ini.Dia telah menghancurkan hidupku.Karena kau adalah putri satu-satunya maka aku juga akan menghancurkannya melalui kamu." kata Jonathan ketus


" Apa salahnya..." Bentak Alvinka tak terima jika ibunya dituduh seperti itu


" Diam...kau harus diam jangan banyak bertanya.!" Tak mau kalah Jonathan pun


mengeraskan suaranya


" Aku pikir kamu akan menangis dan memohon ampun tak kusangka kamu adalah gadis yang luar biasa licik." Jonathan mencibir Alvinka


" Lalu apa maumu....?" Alvinka mendekat mengikis jarak antara mereka


" Katakan apa maumu Tuan...!" Alvinka menatap mata Jo namun sedetik kemudian dia memalingkan wajahnya, sungguh tak kuat menatap Mata itu lebih lama lagi.Karena jantungnya jumpalitan.Alvinka mencoba menetralkan rasa gugupnya itu.


Rasa apa ini ....?


sangat sulit dijabarkan

__ADS_1


Apakah Alvinka sudah jatuh kedalam pesona pria itu


Bukankah mereka belum pernah kenal sebelum...?


Ternyata tak hanya Alvinka yang merasa demo, Jonathan pun tak kalah gugup ditatap oleh Alvinka.


Ingin rasanya Jonathan mendekap tubuh Alvinka menyesap aroma tubuhnya,seolah ada rasa rindu yang terselib didalam lubuk hatinya.


Kenapa rindu....?


apakah mereka pernah bertemu sebelumnya..?


Tapi kapan ....?


Pertanyaan demi pertanyaan muncul didalam kepala Jonathan.


Seakan ada rindu yang membuncah ,tak pernah Jonathan merasakan hal semacam ini bahkan saat dia bertemu kembali dengan cinta pertamanya yaitu Sania.


Berkali kali Jonathan menelan salivanya.


" Katakan Tuan apa tujuanmu menculik aku...?" Pertanyaan Alvinka membuyarkan pikiran Jonathan


" Apa aku harus mengulang kata-kata ku tadi, aku ingin ibumu menderita..!" Gugup sangat.


" Lalu...?" Tanya Alvinka


Tak sengaja Jonathan melihat mata bening itu berembun.Rasanya tak tega ingin sekali dia mengusap air mata itu agar tak mengalir membasahi pipi Mulus Alvinka,tapi tidak dendamnya harus dibalas.


"Tuan Jonathan kenapa diam cepat katakan setelah ini apa yang akan kau lakukan hah..apa kau sudah puas menculikku selama beberapa hari hah ....?"


" Katakan Tuan...- "


" Cup "


Alvinka langsung terdiam , terkejut sudah pasti ,senang apalagi.


Ciuman pertama gaes....


Hemmm Jonathan akhirnya tak tahan mendengar suara ocehan Alvinka, seperti ada sebuah dorongan kuat Jonathan pun menghentikan ocehan bibir pink itu dengan ciuman.


Sreepppp.....

__ADS_1


Ada rasa lega menelusup dalam darahnya.


Jonathan memejamkan matanya, berusaha mencari apakah benar dia terjebak rasa yang entah apa namanya pada gadis itu.


Ya ada sebuah kelegaan.Bak menemukan oase ditengah gurun pasir, Sesuatu yang selama dua puluh dua tahun tertidur akhirnya bangun.


Manis itulah yang dirasakan oleh Jonathan.Tak puas dengan menempelkan saja,kini Pria itu mencoba menggerakkan perlahan bibirnya mengulum bibir perawan yang belum pernah Tersentuh oleh bibir siapapun itu.


Alvinka hanya berkedip kedip tak tau harus berbuat apa,yang dia tau hanyalah rasa nikmat yang belum pernah dia rasakan.


" Nikmati sajalah...." Batin Alvinka


Karena Lawannya hanya diam saja, Jonathan mengigit bibir bawah Alvinka.


" Auh...!" Pekik Alvinka,bukanya membuka sedikit bibirnya agar Jonathan bisa mendapatkan akses masuk Alvinka malah dengan spontan mendorong tubuh Jonathan.


Tentu saja pria yang sudah tak bisa di katakan muda lagi itu terdongkrak kebelakang bahkan tubuhnya hampir saja jatuh terjengkang kebelakang.


" Kenapa digigit sih ...?" Alvinka menggerutu


" Harusnya kan di lembut - lembutkan gak tau apa ini bibir masih perawan." Ucap Alvinka pada dirinya sendiri,tak sadar jika Jonathan masih bisa mendengar.


" Apa ,masih perawan,jadi gadis ini masih polos." Batin Jonathan


" Ups..." Alvinka menepuk bibirnya berulang kali ketika sadar jika Jonathan masih mendengarnya.Malu ya Alvinka malu, pipinya sudah merah merona bak buah delima yang sudah matang.


Jalan satu-satunya untuk menutupi rasa malunya adalah


Kaboorrrr......!


Alvinka segera melipir masuk kedalam kamar yang sudah dianggapnya sebagai kamarnya sendiri.


Hua.....


Bukanya menangis karena bibirnya sudah tak perawan lagi , Alvinka malah jingkrak - jingkrak kesenangan bak anak kecil yang baru saja dapat permen.


" Manis...." Bukan permennya yang manis tapi bibir Tuan penculik.


Puas berjingkrak - jingkrak Alvinka pun semakin menjadi - jadi kini dia berguling - guling diatas ranjang King size yang empuk.


" Ah.... ternyata bibir ketemu bibir itu lebih nikmat dari pada gulali..." Ucapnya sambil mengecapi bibirnya sendiri.

__ADS_1


" Eh tapi kenapa digigit ya....?" Tanyanya pada diri sendiri.Alvinka mencoba mencari jawaban atas pertanyaanya itu dengan mengandalkan otaknya yang pintar ,tapi ternyata dia tak sejenis itu sudah lebih dari lima belas menit dia mencari jawaban tapi tetep tak ketemu.


Ternyata mencari alasan kenapa bibirnya mendapatkan gigitan itu lebih sulit dibandingkan dengan mencari jawaban dari soal aritmatika.Andai dia mempunyai Hp saat ini pasti sudah ketemu jawabannya sayang dia tak punya Hp saat ini.


__ADS_2