
" Ada apa dengan jantung ku ini ?" tanya Jonathan sambil memegang dadanya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat.
"Aku harus periksa ke dokter ." monolognya.
Jonathan tak mengerti ada apa dengan jantungnya akhir - akhir ini padahal baru sebulan yang lalu ia melakukan check up terhadap kesehatan tubuh dan organ dalamnya dan hasilnya semua sehat tak ada yang tidak beres namun entah karena apa semenjak ia menginjakkan kakinya di Negara ini ia merasa seperti ada yang tak beres dengan jantungnya ini.
" Menurut pemeriksaan semua baik - baik saja Tuan jantung Anda sangat sehat ." Kata dokter menjelaskan kepada Jonathan saat usai memeriksa kondisi jantung Pria itu.
" Tapi kenapa jantung saya tiba-tiba berdetak lebih cepat tanpa sebab dokter....?" tanya Jonathan kepada dokter spesialis jantung di rumah sakit besar yang ada di kota ini.
" Mungkin karena anda sedang banyak fikiran...?" kata dokter sambil tersenyum
" Ini saya resepkan vitamin saja Tuan ,anda bisa menebusnya di apotik yang anda inginkan." kata dokter sambil menyerahkan secarik kertas resep kepada Jonathan
" Terimakasih dokter..." ucap Jonathan dan pergi keluar dari ruangan dokter itu.
Setelah Jonathan berlalu dokter itu menggelengkan kepalanya pasalnya ada dua pasien yang memeriksakan kondisi jantung padanya dan hasilnya jantung mereka baik - baik saja.Dan siapa lagi pasien satunya jika bukan Alvinka.
Malam telah menyelimuti bumi ,didalam sebuah kamar seorang pria berusia 42 Tahun namun masih terlihat tampan dan tegas tengah berdiri di sisi jendela ia terdiam mengingat apa yang dilihatnya tadi ketika ia berada direstoran.
" Tuan saya sudah dapatkan apa yang anda inginkan." kata Asistennya
__ADS_1
" Apa yang kau dapatkan.....?" Tanya Jonathan tanpa menoleh pada asistennya itu
" Dua Wanita yang kita lihat direstoran tadi adalah Istri dan Anak perempuan Dari Arman Sanjaya Pemilik dari Sanjaya Group." lapor sang Asisten
" Hanya itu....! " tanya Jo
" semuanya ada disini Tuan ." Jawab Asisten kepercayaan Jo sambil menyerahkan sebuah map yang berisi data lengkap tentang keluarga Sanjaya.
" Keluar lah !" Jo mengusir asistennya setelah ia menerima map itu
Asisten itupun keluar dari ruangan Jo.
setelah sang asisten menutup pintu Jo menghembuskan nafas dan membuka laporan dari sang asisten.
" Alvinka Putri " Menyebut nama itu rasanya ada sesuatu yang mengganjal didalam lubuk hati yang terdalam milik Jo,tapi apa entahlah Jo pun juga tak tau.
**********
" Mam vinka berangkat dulu ya....!" pamit Alvinka sambil mengulurkan tangan hendak manjabat tangan sang mami
" Hati - hati sayang jangan ngebut..!" pesan Sania sambil menyambut uluran tangan dari Alvinka.Sania mengecup kening putrinya setelah Alvinka mencium punggung tanganya yang putih mulus itu.
__ADS_1
" Ya mami...." Alvinka berjalan menuju pintu keluar, setelah putrinya itu sudah tak terlihat lagi Sania memegang dadanya entah firasat apa yang ia rasakan kenapa rasanya tak enak sekali melepas kepergian putrinya itu.Tapi bukankah Alvinka hanya akan pergi kekantor dan kuliah saja seperti biasanya.Bukan akan pergi jauh darinya.
Sania menggelengkan kepalanya mencoba menepis perasaan was - wasnya itu.semoga tidak terjadi apa - apa dengan putrinya.
Sesampainya di kantor seperti biasa Alvinka akan disibukkan dengan setumpuk map yang harus ia kerjakan.Tepat jam dua belas siang saatnya istirahat untuk makan siang Alvinka menghentikan pekerjaannya.Hari ini dia harus berusaha sendiri untuk mendapatkan makan siangnya karena Ayunda sedang berada di luar kota.
" ah....aku makan siang nanti sajalah dikampus." gumamnya sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku.
Alvinka berdiri dan menyambar ranselnya dia akan pergi kekampus sekarang.Karena tak ada Ayunda Alvinka jadi malas untuk makan siang.
Seperti biasa dia mengendarai Pajero hitamya sendiri,Alvinka memang tak suka jika harus diantar jemput oleh sopir,ia akan menggunakan sopir jika dia pergi keluar kota saja.
sesampainya dikampus dia langsung berjalan menuju kelasnya.Sesampainya dikelas Alvinka menghela nafas kasar, seperti biasa dia akan disambut oleh beberapa mahasiswa yang mencari perhatian kepadanya.
" Selamat datang Alvinka....!" sapa segerombol mahasiswa yang telah menunggunya bahkan beberapa dari mereka bukan berasal dari fakultas yang sama tapi mereka rela mengambil kelas ini demi bertemu dengan Alvinka.
" Terimakasih." Alvinka tersenyum tak tulus,suka tidak suka Alvinka harus tetap ramah dengan mereka.
Kelas tadinya riuh tiba - tiba menjadi tenang ketika seorang dosen laki - laki berusia sekitar 28 Tahun masuk.Sebenarnya Alvinka malas sekali mengikuti pelajaran ini ,dilihat dari tatapannya sangat kentara sekali jika dosen ini juga tertarik dengan Alvinka.Tampan sih tapi bukan tipenya dia.Entah lelaki seperti apa tipe Alvinka ini.Padahal banyak lelaki yang menyukainya tapi belum ada satu pun yang masuk kedalam tipenya.
Apakah Alvinka mempunyai kelainan terhadap lawan jenis...? Jawabannya adalah tidak tentu saja dia masih normal.Masih suka dengan yang namanya lelaki.
__ADS_1
.