
Usai kuliah Alvinka langsung pulang kerumah tempat dimana dia tinggal bersama kedua orang tuanya Yaitu Arman Sanjaya dan Sania Twain.Rumah mewah lantai tiga dengan halaman yang luas.Dari depan tampak pilar - pilar besar menjulang tinggi dengan kombinasi warna hitam dan putih nampak mewah dan elegan.
Alvinka menghentikan Pajero Hitam kesayangannya itu di area parkir, berjejer dengan Lima mobil mewah lainya.Meski Arman adalah pengusaha sukses namun tak ia tak banyak mengkoleksi mobil, hanya ada tiga buah mobil satu Alphard berwarna putih milik Sania, MPV LEXUS Hitam milik Arman dan Pajero hitam kesayangan Alvinka hadiah ulang Tahun ke 18 dari sang Papi.
" Mamiiiiiii.......I' m coming.....! " teriak Alvinka saat melihat sang mami sedang menyiram Bunga mawar warna warni ditaman belakang.Sania memang hobby dengan tanaman entah itu bunga ataupun sayuran.Arman juga menyediakan lahan kosong yang tak begitu luas di teras depan dan belakang untuk istrinya.Lahan kosong dihalaman depan disulap oleh tangan Sania menjadi taman Mawar, banyak macam bunga mawar ditaman itu.Sedangkan lahan kosong di belakang rumah mewah ini dijadikan lahan pertanian mini.Banyak aneka sayur dan buah disana mulai dari terong,cabe, tomat ,bayam sawi serta buah - buahan seperti setroberry, Anggur hijau, Timun , Jeruk,pepaya dan melon yang semuanya tumbuh dengan subur Berkat tangan Sania.Jadi pelayan dirumah ini tak perlu membeli banyak sayur dan buah.
Jika Arman dan Alvinka bermain game cacing diponsel masing masing untuk menghabiskan waktu luang mereka ,Sania malah suka melihat channel berkebun di Aplikasi you tubenya.Maka dari itu ia sangat lihai sekali dalam mengolah kebun miliknya.
Alvinka mempercepat langkahnya menghampiri sang mami ketika ia melihat papinya keluar dari rumah.
saat ia sampai pada Sania ia langsung menubruk badan sang mami dan memeluknya sangat erat.Arman yang melihat itu tak mau kalah ia pun terburu buru menghampiri mereka lalu mendorong tubuh Alvinka menjauh dari tubuh Sania.
" No vinka...jangan peluk cintanya papi...sana pergi jauh-jauh." teriak Arman lalu mengangkat Tubuh Sania Ala bridal style dan membawa tubuh mungil itu masuk dengan sedikit berlari.
" Papiiiiiii.....itu maminya vinka.!" teriak Alvinka kesal.
" kejar kalau bisa.!" Tantang Arman
Sedangkan Sania terkekeh - kekeh dengan kelakuan dua orang kesayangannya itu.
Alvinka pun berlari mengejar mereka.Saat sudah hampir sampai pada dua orangtuanya.Alvinka berhenti sembari mendengkus menutupi matanya dengan kedua tangan.
" Papiiiiiii....." teriak Alvinka sembari menghentak - hentakan kakinya dilantai.
" Jomblo sih....kasian....! " ejek Arman sembari mencumbu Sania dihadapan Alvinka
" Ejek terus...." kesal Alvinka membuka matanya dan menghampiri Papi dan maminya seraya mengarahkan tangannya menggelitik pinggang Papinya.
" Ha....ha....ha....ha.....!" Tawa mereka membahana diruang diruangan luas itu.
Arman memang selalu menjahili putrinya itu,sehingga membuat Alvinka kesal dan membuat mereka berantem layaknya Tom and Jerry.
Itulah kehangatan keluarga kecil ini.meski Alvinka sudah dewasa namun Arman tak mau kehilangan momen seperti ini.
Arman adalah sosok lelaki yang bisa menjadi Ayah , sahabat dan musuh sekalipun bagi Alvinka sesuai dengan situasi dan kondisi.
__ADS_1
Meski jahil sosok Arman berubah menjadi sahabat ketika ia butuh teman untuk curhat.lalu ia akan berubah jadi musuh saat keusilannya sedang kumat.
" Vinka ayo makan malam dulu....! " teriak Arman tanpa menunggu jawaban dari dalam Arman langsung saja membuka pintu kamar Alvinka.
" Astaga anak ini ...." gumamnya saat melihat posisi tidur Alvika.kedua kaki Alvinka terbuka lebar berada diatas heardbord ranjang sedangkan kepalanya berada ranjang dengan telinga masih menggunakan earphone.
Arman menghampiri putrinya itu melepas aerphone dan mencium kening Alvinka dengan penuh kasih sayang.
" Vinka bangun waktunya makan malam.! " Seru Arman agak keras.
" Vinka ngantuk Pi.....! " kata Alvinka malas dan meraih bantal untu menutup kepalanya.
" Makan dulu vinka.!"
" malas Pi......" lirihnya
Tanpa aba aba Arman menggangkat tubuh Alvinka.
" Bilang aja minta di gendong.Dasar manja.!" gerutu Arman
" Apaan berat ,orang aku kurusan." jawab vinka
" kurus apanya....?" tanya Arman sambil berpura pura keberatan.
"ihh...papi apaan sih...." gerutu Alvinka melorot dari gendongan Arman.
" Ada apa lagi....?" tanya Sania saat Alvinka sampai dimeja makan sambil cemberut.
" Tuh cintanya mami ngeselin." jawab vinka sambil mengambil nasi dengan centong nasi lalu meletakkan dipiring dan meraih sebuah paha ayam goreng Krispy kesukaannya serata menyendok sambal terasi.
" jorok...." seru Sania memukul pelan lengan Alvinka
" cuci tangan dulu." perintah Sania
Tanpa berkata apapun Vinka berdiri melangkah menuju wastafel.ia pun mencuci tangan.saat itu Arman mendekat dan berdiri dibelakang Alvinka ,menunggu giliran untuk mencuci tangan.
__ADS_1
Alvinka sengaja berlama - lama agar sang papi kesal.
Tiba - tiba
Bruk....
tubuh Alvinka terdorong kesamping karena Arman mendorong Alvinka menggunakan pinggulnya.untung saja Alvinka tak sempat jatuh.
" ah papi rese....!
" kamu sengaja kan lama cuci tangannya hemmm....?"
" mau ngerjain papi ya.....? " tanya Arman menarik hidung mancung Alvinka
lalu pergi meninggalkan Alvinka yang masih bersungut-sungut.
sesampainya di meja makan Arman melihat piring Alvinka yang sudah terisi nasi dan lauknya.Tanpa pikir panjang Arman segera menggambil paha ayam Krispy dipiring Alvinka dan menyomotnya begitu saja.
Sania yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
" Papi ....." kata Alvinka geram saat ia sudah duduk dikursi makan dan melihat lauknya raib.
Melihat Alvinka kesal Arman hanya nyengir kuda dan lanjut mengunyah hasil rampasan dari piring putri kesayangannya.
Alvinka diam dan mengamati papinya yang sedang mengunyah.Namun Alvinka bergerak cepat menggambil piring berisi udang dan cumi goreng tepung saat tangan Sania ingin mengambilkan untuk Arman. Alvinka menoleh pada Arman dan menjulurkan lidah lalu membawa kabur lauk kesukaan Arman keteras belakang.
Arman membulatkan matanya menelan paha ayam hasil rampokan itu lalu meraih segelas air putih dan meneguknya tergesa - gesa setelah itu mengejar Alvinka.Di teras belakang itu Alvinka duduk pada sebuah sofa panjang sambil menikmati udang dan cumi goreng tepung kesukaan Arman.
" Dasar bocah tengik..." ucap Arman sambil terkekeh melihat lauk kesukaannya tinggal dua potong.
" Skor kita hari ini satu sama papi.....!"
Usai makan malam yang penuh drama kini Alvinka duduk di sofa depan Televisi bersama Arman .Kini saatnya mereka serius berbicara masalah pekerjaan dan masalah " serius lainya
Pada obrolan serius ini Arman menceritakan tentang lamaran dari keluarga Federic.
__ADS_1