
Setelah sarapan Alvinka merasa bosan karena tak ada yang dapat dia lakukan untuk mengisi waktunya.Dia pun memutar otak untuk mencari sebuah ide gila agar si penculik yang dia ketahui namanya adalah Jonathan itu datang ke apartemen ini.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya sebuah lampu bohlam di otaknya tiba - tiba menyala terbersit sebuah ide gila,ya seperti kemarin hari ini dia akan membuat para bodyguard itu kalang kabut dengan tingkahnya.
" Hemmm....haha... Alvinka tertawa dalam kesedihannya membayangkan betapa akan keteterannya bodyguard - bodyguard itu nanti.
Alvinka melangkahkan menuju pintu depan apartemen lalu memencet bel untuk memanggil bodyguard.
" Ada yang bisa saya bantu Nona ?" Tanya salah satu bodyguard yang melalui intercom.
" Ya katakan pada tuan kalian aku butuh banyak barang hari ini." Ketus Alvinka
" Ya barang apa yang anda butuhkan Nona anda bisa memesannya lewat saya." Bodyguard itu mengatakan jika sang tuan sudah mempercayakan apapun kemauan sang tawanan kepadanya.
" Baiklah aku butuh Cat tembok semua warna dan ingat cat itu harus berkualitas bagus ,jangan yang jelek." jawab Alvinka mengatakan barang apa yang dia inginkan.
" Oh ya aku juga butuh baju,celana jaket ,baju tidur,****** ***** ,Bh ukuran xx, skincare,sabun mandi merk G, sandal jepit,baju olah raga, , alat mandi wanita, sikat gigi dan satu lagi aku juga butuh pembalut." Himma menyebutkan apapun kebutuhannya.
Sang bodyguard mendengus bergidik ngeri dengan pesanan sang Tawanan Absurd itu.
" Nona saya akan masuk kedalam dan anda silahkan pesan sendiri barang - barang itu melalui aplikasi dari HP saya,tapi ingat Anda jangan sekali kali mencoba untuk menghubungi orang yang anda kenal karena keselamatan mereka adalah jaminannya." Ancam bodyguard itu pada Alvinka
" Ok cepatlah masuk."Alvinka setengah membentak
Akhirnya bodyguard itu pun masuk kedalam Apartemen dan menyerahkan Smartphone miliknya kepada Alvinka.Alvinka menerima dengan mengedipkan sebelah matanya.Bodyguard itu terkejut sampai tercengang.Melihat reaksi sang bodyguard dalam hati Alvinka terbahak-bahak.
__ADS_1
Dengan cekatan tangan Alvinka mengotak - Atik Hp milik bodyguard itu.sementara sang bodyguard hanya berdiri diam dibelakang Alvinka .Setelah berbelanja tanpa beranjak dari duduknya Alvinka menyerahkan Hp itu pada bodyguard yang berdiri hampir setengah jam dibelakangnya.
" Ini ... terimakasih." Ucap Alvinka sambil menyodorkan Hp kepada pemiliknya.
" Tapi Nona Anda memesan cat untuk apa...?" tanyanya lagi sebelum beranjak dari tempatnya berdiri.Dia heran dan bingung kenapa si tawanan ini membeli cat segala warna.
" Ya aku ingin mengubah warna tembok Apartemen ini sesuai dengan selera dan keinginan ku.Karena aku yang tinggal disini." Ucap Himma biasa saja tak peduli dengan keheranan sang bodyguard.
Semua barang pesanan Alvinka tiba, seperti biasa paket itu di antarkan oleh lebih dari lima orang kurir, Yang membuat para tetangga penghuni Apartemen terheran-heran
" Nona pesanan anda sudah sampai." lapor salah seorang bodyguard
" Bagus....eh panggil teman - temanmu untuk masuk !" perintah Alvinka kepada bodyguard itu
lantas bodyguard itupun keluar untuk memanggil kedua temannya dan mengajak mereka untuk masuk kedalam apartemen.Mereka menerka - nerka keabsurd an apa lagi yang akan dilakukan oleh tawanannya.
"Ini....kalian cat ruang tamu ini dengan warna soft pink,Terus yang sebelah kiri jendela ini dengan warna ungu." Alvinka langsung memerintahkan kepada ketiga bodyguard itu untuk merubah warna interior ruang tamu dengan warna yang dia warna yang disukainya.
Ketiga bodyguard itu seketika melonggo mendengar perintah darinya.Baru kali ini mereka mempunyai tawanan yang aneh bin ajaib seperti wanita cantik dihadapan mereka.
" loh kok diam....jangan khawatir aku akan buatkan makanan enak buat kalian." katanya menyadarkan mereka dari lamunannya.
" Hah kita ini bodyguard bukan kuli bangunan nona...." namun kata - kata itu hanyalah suara hati dari mereka.Mana mungkin mereka berani protes secara terang-terangan.
" Ayo tunggu apa lagi ,kerja kalian ." Perintah nya lagi.
__ADS_1
" Baik nona." Patuh para bodyguard itu
Selama para bodyguard itu mengganti warna interior ruang tamu apartemen sesuai dengan keinginan sang tawanan Alvinka dengan asiknya memasak didapur sambil berdendang ria.Meski dia sedih tapi sebisa mungkin dia tak memperlihatkan kesedihannya didepan orang - orang itu.
" Dasar gadis aneh ,kenapa dia tak sedih ,takut atau bahkan frustasi ." Jonathan menggeleng kan kepalanya saat melihat ulah gadis cantik yang ada dilayar monitornya.
Untuk pertama kalinya Jonathan tersenyum dengan tulus setelah Dua puluh dua tahun dalam senyuman palsu.
Jonathan heran bagaimana bisa gadis itu sangat konyol , bukan kah gadis itu adalah gadis bangsawan yang berpendidikan tinggi...? bukankah dia adalah seorang direktur yang sangat disegani oleh karyawannya...?
bukankah seharusnya dia adalah gadis yang anggun dengan tingkah yang dewasa.
Jonathan fikir bagaimana cara Sania mantan kekasihnya itu mendidik putrinya....?
Tidak fikiran Jonathan tak bisa menemukan jawabannya.
Namun kekonyolan gadis yang telah diculiknya itu membuat hiburan tersendiri bagi dirinya.Entah mengapa setiap Jonathan mengingat semua hal tentang gadis bernama Alvinka itu jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Peluh dan keringat membasahi tubuh para bodyguard itu,meski tubuh mereka kekar dan kuat tapi pekerjaan ini ternyata tak semudah yang mereka bayangkan.Lelah sudah pasti jika boleh memilih mereka akan lebih memilih bertarung dari pada menjadi tukang dadakan seperti ini.
Hah.....
Terdengar hembusan nafas dari salah satu bodyguard itu,dia menyerah sudah tangan dan lehernya merasakan pegal, bagaimana tidak sudah dua jam lamanya harus bekerja keras.
" Dasar gila..." Gerutu nya dalam hati.
__ADS_1