"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY

"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY
3. DI LAMAR


__ADS_3

" Selamat datang di perusahaan kami tuan Fernando Federic dan Nyonya !" ucap Arman menggunakan bahasa Inggris Kepada salah satu kliennya yang berasal dari Italia.


" Silahkan duduk ." Arman mempersilahkan sepasang tamunya itu duduk di sofa yang ada didalam ruangan miliknya.


Setelah mereka duduk Arman segera menghubungi sekertaris untuk menyiapkan minuman dan kudapan kecil untuk tamunya ini,sebagai tuan rumah yang baik tentu harus menjamu tamu dengan baik pula.


Bukankah tamu adalah ladang Rejeki


" Mr. Armand kedatangan kami kesini ada satu hal penting yang ingin aku sampaikan kepada Anda." Mr Federic menghela nafas


" Kita sudah lama saling mengenal dan sudah banyak kerja sama yang telah kita kerjakan.Anda mengenal saya dan keluarga saya termasuk putra kedua saya Alfonsa Federic dan kami sekeluarga juga sudah mengenal keluarga Anda termasuk putri Anda Alvinka Putri Sanjaya. "


" Rupanya Putra kedua saya itu menyukai Putri anda. Mr Federic menjeda ucapannya


" Dan saya merasa jika Anak - anak kita itu menjadi pasangan ,maka mereka akan menjadi pasangan serasi." kata Mr Federic panjang lebar.


" Jadi maksud kedatangan Mr dan Nyonya kemari ......?" Tanya Arman


" Maksud kedatangan kami kemari adalah kami ingin melamar putri Tuan untuk putra kedua kami." Mr . Federic mengatakan maksud kedatangan mereka sebenarnya.


Arman menghela nafas panjang


" suatu kehormatan bagi kami atas niat Mr ini.namun sebagai seorang ayah saya belum bisa memberikan keputusan secara sepihak.Anda tau Mr.jika Alvinka adalah putri satu-satunya yang kami miliki, selain usianya masih terbilang muda untuk menikah saya ingin dia bahagia." Arman menjeda ucapannya sambil memilah kata - kata agar tak menyinggung Mr. Federic.


" Bukan maksud saya untuk menolak lamaran dari Anda Tuan, saya membebaskan anak saya dalam memilih jalan hidupnya termasuk masalah pasangan hidup.jadi keputusan menerima atau menolak niat baik Anda bukanlah hal saya Tuan." Arman sebenarnya tak enak mengatakan ini tapi memang benar jika semua ini ia tak berhak memberikan keputusan secara sepihak.Kebahagiaan Alvinka lebih utama.Ia tak ingin memaksa putrinya itu.


Akhirnya setelah dijelaskan panjang lebar serta dengan kata - kata yang baik Mr.Federic dan istrinya bisa mengerti dan tak akan menghubungkan masalah ini dengan masalah bisnis.Bisnis is bisnis tak masalah jika mereka tak jadi menjadi keluarga.


huft .....


Arman menghela nafas panjang.ia merasa lega dengan kebesaran hati Tamunya itu.Tanpa ia tanya pun ia tau pasti Alvinka akan menolak mentah-mentah lamaran dari kliennya itu.ia sangat paham karakter sang putri yang tak mau di paksa.


Waktu berlalu dengan cepat.


Disiang yang sangat terik ini Alvinka dan Ayunda sang sekertaris sekaligus sahabatnya saat ini tengah berada diproyek pembangunan jalan tol.Mereka sedang memantau perkembangan proyek ini .tanpa takut kulitnya akan gosong karena paparan sinar matahari Alvinka berjalan digiring oleh beberapa mandor proyek.Tampak salah satu mandor menjelaskan beberapa hal mengenai proyek itu, sesekali Alvinka bertanya dan sang kepala mandor menjawab.

__ADS_1


" Sepertinya proyek ini akan selesai dalam beberapa bulan ke depan Nona." kata mandor


" Perhatikan baik baik keselamatan para pekerja pak , jangan sampai terabaikan. Untuk pembayaran gaji mereka jangan sampai terlambat." pesan Alvinka


Yah itulah karakter Alvinka ia begitu perhatian terhadap hal - hal semacam ini. Alvinka tahu betul jika hal ini adalah hal sepele baginya namun tidak dengan para pekerja itu.


" Baik nona..." jawab mandor itu


Setelah berpanas panasan ria Alvinka segera kembali kekantor untuk mandi dan ganti pakaian lalu pergi menuju kampus.


" Alvinkaaaaaa......" seru Brian sambil berlari mengejar Alvinka.


Alvinka tak memperdulikan teriakan Brian ia yakin bila pria itu mau sedang caper.


" kamu baru datang...?"


" Bawa mobil apa diantar sopir....?"


" Sudah makan .......?"


" Aku punya koleksi baru Lo..jam,T- shirt , sepatu, tas...bla..bla...bla...."


Batin Alvinka menebak apa yang akan keluar dari mulut cowok itu.


" Hai vinka lihat ini koleksi jam baru aku kamu suka...? Makan diluar yuk Abis ini...! Kamu diantar sopir....?" Brian memberondong pertanyaan pada Alvinka.


" tuh kan apa gue bilang, lagu lama , bosen banget dengernya." gerutu Alvinka dalam hati


" sorry Brian gue duluan udah telat nih.!" kata Alvinka sedikit berlari meninggalkan Brian.


" Tampan sih tapi lebay ,tukang pamer lagi...hiii geli.."


" Ya Tuhan lindungilah aku dari orang-orang lebay kayak gitu." Alvinka berdoa kepada Tuhan agar ia bisa bebas dari orang-orang lebay yang selalu mengelilinginya.


Drtt....drt.....drt....

__ADS_1


suara ponsel Avinka bergetar .


Alvinka segera meraih benda persegi berwarna hitam itu yang harganya setara dengan sebuah motor.


" iya Pi....!" sahut Alvinka saat membaca dari layar hpnya saat benda itu sudah menempel di telinga


" Vinka selesai kuliah papi mau ketemu sama kamu, jadi segera pulang dan jangan kelayapan." Perintah orang diseberang.


" CK...CK papi emang pernah aku kelayapan.Putrimu ini gadis utun papi." protes Alvinka


Memang selama ini Alvinka tak pernah kelayapan, hidupnya hanya ada perusahaan,kuliah dan rumah saja.Sangat jarang sekali ia main diluar rumah.Bahkan bisa dihitung dengan jari ia pergi ke mall untuk shopping atau hanya sekedar nongkrong.Ia lebih suka berbelanja online.


Alvinka lebih suka menghabiskan waktu di rumah untuk bermain game cacing, mungkin alasan itulah yang membuat dia tak punya banyak teman meskipun ia sangat populer.Hanya Ayunda lah sahabatnya.


Mungkin bagi sebagian orang Alvinka adalah sosok yang sombong dan angkuh, tapi sebenarnya ia tak seperti itu.Alvinka hanya tak terlalu suka pada keramaian yang tak berfaedah baginya.


" Ya siapa tau aja kamu mau cari kesenangan diluar karena sudah bosan dengan memberi makan cacing - cacingmu itu." Kata Arman dengan nada mengejek.


" Bilang aja Papi ngarep Vinka bosan ,dan Papi bisa ngalahin Vinka. No way...." jawab vinka


Dua orang Ayah dan anak itu memang sama sama penggemar berat game cacing dan selalu bersaing dalam permainan, namun cacing milik Arman selalu mati lebih dahulu di banding cacing milik Alvinka.


Mereka akan terlihat tegas dan berwibawa saat Di kantor tak tau saja bila dirumah mereka akan bersikap konyol.Hilang sudah ketegasan dan Wibawa mereka jika dirumah.Sampai Sania ibu dari Alvinka istri Arman selalu pusing melihat tingkah keduanya.Arman dan Alvinka selalu membuat onar dengan berdebat namun bukan perdebatan besar.


" Papi gak akan pernah bisa menang melawan vinka." lanjutnya


" Itu karena kamu curang." kata Arman tak terima


" curang gimana ...!" Alvinka nyolot.


Tut.....


Sambungan terputus


" Dasar Papi egois." Gerutu Alvinka sambil manyun dan memasukkan Android mahalnya kedalam tas.lalu bergegas menuju ruang kelas .

__ADS_1


__ADS_2