"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY

"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY
7. NIAT


__ADS_3

Pagi yang cerah ,secerah harapan setiap insan untuk dapat menjalani hari dengan baik dan penuh dengan kebahagiaan.


Cinta , apakah itu cinta...


bertanya tanpa sengaja ....


Cinta....


berkorban jiwa....


indah harum bermakna....


he....he...he....he...


ha....ha...ha..ha...


mmmmmmmm


oh....itukah cinta.....?


tok....tok...tok...


Terdengar pintu diketuk dari luar.


" Vinka....!" teriak seorang wanita paruh baya berusia 42 tahun.Namun masih cantik dan terlihat seperti masih berusia 30 tahunan.


" Ya...aaa mami....iiii." Alvinka menjawab dengan nada lagu apakah cinta yang dinyanyikan sebelum sang mami mengetuk pintu kamarnya.


" Mami masuk ya....?" ijinya dari luar.


" Ya mami..." Alvinka mempersilahkan maminya untuk masuk kedalam kamarnya yang berukuran delapan kali lima meter itu.


Sania memang selalu meminta ijin jika ia ingin masuk kedalam kamar putrinya itu. ia tak mau langsung masuk begitu saja karena ia sangat menghormati privasi anaknya.


Sesampainya didalam kamar Sania menggelengkan kepala melihat betapa absurdnya sang putri .Bayangkan saja seorang direktur Perusahaan besar yang sangat dihormati oleh semua karyawan dan kliennya sedang berjoget ria diatas kasur empuk king size nya.Tubuhnya berlenggak - lenggok bak biduan sambil bernyanyi ria .Untung suara Alvinka tak buruk jadi Sania tak akan khawatir bila gendang telinganya akan pecah.


"Astaga Alvinka....Ehm kayaknya akan viral nich bila diupload ke sosmed." Sania terkikik geli.Dan menyodorkan Hand phone berwarna gold yang harganya bisa buat beli motor matic keluaran terbaru itu.

__ADS_1


" Mami mau merusak reputasi ku ya..." Alvinka cemberut dan turun dari kasurnya.


" Abisnya tingkahmu itu Lo ,menggelikan sekali." ucap Sania sambil duduk di tepi ranjang.


" Anterin mami shopping dong.Mami gabut nih." Pinta Sania


" Ok ,tapi beliin aku sepatu ya mi." Kata Alvinka sambil merayu sang mami.


" Ya elah ,beli sendiri lah uang kamu kan banyak." tolak sang mami.


" plis ya mi ....mami udah lama Lo gak beliin aku sesuatu.Boleh ya mi....pliss!" pinta Alvinka dengan menampilkan wajah menggemaskan.


Dengan sedikit drama dan rayuan akhirnya sang mami luluh juga.Itulah kedekatan kedua anak dan ibu.Sebagia seorang ibu Sania tak ingin membatasi hubungan mereka.Seperti sang suami yang bisa berperan sebagai ayah dan sahabat begitu pula dengan Sania ia bisa menjadi ibu sekaligus sahabat untuk putrinya itu.Ia selalu memanfaatkan waktu Alvinka yang jika senggang agar mereka bisa Quality time bersama.Biasanya mereka menghabiskan waktu makan diluar, pergi perawatan di salon serta shopping bersama.Tapi bukan shopping dengan membeli banyak barang mahal seperti kebanyakan para sultan.Mereka hanya berjalan - jalan dan hanya membeli satu atau dua barang saja sudah cukup.


Saat ini Alvinka dan Sania sedang berjalan dengan bergandengan tangan didalam sebuah mall besar dikota itu.Keadaan mall memang ramai saat ini karena weekend.Alvinka dan Sania tak terlihat seperti sepasang Ibu dan anak tapi lebih terlihat seperti kakak beradik.


" mami mau belanja apa sih....?" Tanya Alvinka kesal karena dari tadi mereka berjalan namun tak jua membeli satu barang pun.


" Ayo kita beli sepatu....! " ajak Sania,ia tau jika putrinya itu sudah kesal.


Akhirnya setelah memilih, menimbang dan mencoba Alvinka membeli sebuah Dior pump in seharga 17 juta.


" Bayarin ya mi....!" celutuk Alvinka sembari menyerahkan sepasang heels gold kepada kasir.Setelah menerima paperbag berisi sepatu yang menjadi pilihan Alvinka Sania mengajak anak satu-satunya itu mengisi perut.Karena waktunya mereka makan siang.


Saat sampai di sebuah restoran mewah handphone Sania berdering lalu ia meninggalkan Alvinka untuk mengangkat telpon dari suaminya.


Tuk.....


Handphone Sania terjatuh


" Sorry....!" kata seseorang yang tak sengaja menyenggol lengan Sania saat ia akan memasukkan benda pipih ditangannya kedalam tas usai mengakhiri pembicaraan ya dengan Sanjaya.


" Don' t worry...." ucapan Sania menggantung saat ia mengangkat kepalanya dan melihat siapa orang yang telah menyenggol lengannya tadi.


" Jo....!"


" Sania....!"

__ADS_1


Ucap mereka bersamaan.Mereka sama - sama terkejutnya.


" Jonathan Jhandi....?" Tanya Sania memastikan bahwa pria itu adalah benar - benar orang yang dikenalnya.


" Yes I'M....Kenapa terkejut....? " Tanya Jonathan kembali pada mode dingin.Sebenarnya dia juga terkejut ,ada rasa bahagia akhirnya tanpa susah payah mencari orang yang sangat ia benci itu saat ini ada di hadapannya.


" Jo ,Apa kabar.....? " Tanya Sania menanyakan kabar Jo,lelaki yang pernah tersimpan di dalam hatinya.Ia merasa tak enak hati sebenarnya hubungan mereka dimasa lalu belum berakhir.


" Aku baik ." Jawab Jonathan dengan dinginnya.


" Sorry Jo aku harus pergi ,senang bertemu dengan mu. Bey...." pamit Sania


" SANIA TWAIN !" Jonathan mengucapkan nama Sania didalam hatinya.Luka dalam hatinya semakin lebar dan dalam.


" Ya kita akan bertemu lagi dan aku pastikan kau akan merasakan sakit yang lebih dari apa yang aku rasakan." Kata Jonathan menyeringai


Sementara itu disebuah restoran mewah didalam mall seorang gadis telah duduk dengan gelisah disalah satu sofa beludru.Ia tak tau kenapa perasaanya menjadi tiba - tiba gelisah seperti ini.


" Sayang kamu baik-baik saja...?!" Tanya Sania yang melihat kegelisahan Alvinka.


" Entah lah mam ,aku gak ngerti beberapa hari terakhir ini aku merasa ada yang aneh dengan jantungku mi.Aku gak ngerti kenapa sering banget aku merasa tiba - tiba gelisah dan berdebar - debar tanpa sebab.apa mungkin jantung ku bermasalah ya mi.." Kata Alvinka sambil memegang dadanya yang berdetak lebih cepat dari biasanya


" Makan dulu sayang , setelah itu kita periksa ke dokter ya." Bujuk Sania dengan memeluk Alvinka,Sania sangat khawatir dengan keadaan putri semata wayangnya itu.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat interaksi antara Sania dan Alvinka dengan pandangan yang sulit diartikan.


" Selidiki tentang mereka....! " perintah Jonathan kepada lelaki gondrong yang duduk bersebelahan dengan nya


" Baik tuan....!" jawab pria itu.


Ya Jonathan berniat memulai balas dendamnya kepada Sania saat ini.


" Sania tunggu apa yang akan aku lakukan padamu, kau tak akan aku biarkan bahagia begitu saja...." batin Jonathan dengan mengepalkan tangan.Namun sesaat kemudian ia meraba dadanya yang berdebar ketika ia melihat seorang gadis yang kini telah dipeluk oleh Sania.


" Ada apa dengan jantung ku ....?" tanya Jonathan pada dirinya sendiri.


" A ku akan periksa ke dokter jantung ." monolog nya.

__ADS_1


__ADS_2