"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY

"I LOVE YOU " MANTAN PACAR MOMMY
5 . HARAPAN ARMAN


__ADS_3

Di sofa panjang didepan televisi akhirnya pasangan ayah dan anak ini bisa berbicara serius tanpa ada adegan jahil menjahili . Sedangkan Sania sudah lebih dulu masuk kedalam kamarnya karena ia merasa lelah setelah seharian mengurus bunga - bunga dan sayur mayur ya.


Mungkin hanya malam ini saja ia tak ikut bercengkrama bersama suami dan putrinya.


Biasanya mereka bertiga akan menghabiskan waktu bersama mengobrol panjang lebar menceritakan hal apa saja yang telah mereka lewati saat mereka sibuk dengan kegiatan masing - masing.Arman yang sibuk bekerja di kantor pusat, Alvinka yang sibuk dengan kantor cabang dan kuliah serta Sania yang sibuk dengan urusan rumah tangga serta sosialnya.


"Papi tak menerima lamaran itu kan....?" Tanya Alvinka khawatir saat Arman menceritakan perihal maksud kedatangan Mr. Federic ke kantornya tadi siang.


" Papi tak menerima atau menolak.hanya saja papi memberikan pengertian kepada mereka bahwa papi tak mau memaksa putri papi ini dengan perjodohan, apalagi jika alasan perjodohan itu adalah karena bisnis.


" Bisnis is bisnis tak ada hubungannya dengan pasangan hidup, bila jodoh sudah kehendak Tuhan buat apa kita binggung. Ya kan...." kata Arman santai


" selain itu kamu ini masih muda vinka ,jadi papi tak mau terburu - buru melepaskan kamu untuk lelaki lain .Nikamtilah masa mu ini vinka."


"Masalah pasangan hidupmu papi serahkan sepenuhnya kepada mu vin .papi merasa tak berhak ikut campur, Meski begitu kamu harus tau kriteria lelaki baik untuk kau jadikan pasanganmu kelak.jangan pandang mereka dari segi kelebihannya saja karena jika kau memandangnya hanya dari segi kelebihannya kau akan kecewa jika suatu saat kau menemukan kekurangan dari pasanganmu itu.Papi berharap kau akan mendapatkan lelaki yang bertanggung jawab yang bisa menerima kamu apa adanya,bukan lelaki yang menerima kamu karena ada apanya." Arman menasehati putrinya itu panjang lebar.


" Papi dan mami hanya ingin kau bahagia dengan lelaki yang kau cintai dan mencintaimu vinka.tak peduli bibit,bebet dan bobotnya."


Entah kenapa Alvinka terharu mendengar ucapan ayahnya itu.meski usil dan jahil nyatanya Arman bisa juga menjadi sosok ayah yang sangat menyayangi putrinya.

__ADS_1


Dengan isakan kecil Alvinka memeluk erat tubuh kekar lelaki yang menjadi pelindungnya itu.


"Terimakasih... Vinka sayang papi...." kata vinka dalam pelukan sang ayah.


" Papi juga sangat sayang padamu vinka, kamu prinsessnya papi, vinvin kecil papi dan mami."


" Bahagiamu adalah bahagia kami Alvinka Putri Sanjaya."


Arman mengecup kening Alvinka dengan sayang.Ia berharap Alvinka akan mendapatkan lelaki yang bisa membahagiakannya kelak saat Arman menyerahkan semua tanggung jawabnya sebagai ayah kepada sosok lelaki yang akan menjadi suami putri kesayangannya,putri satu-satunya yang sangat ia sayangi, Buah cintanya dengan Sania Twain.Perempuan yang telah mendampingi hidupnya selama 22 Tahun,perempuan hebat tempatnya pulang , tempatnya melepaskan segala penat.


Alvinka merasa sangat beruntung dilahirkan sebagai anak dari Arman Sanjaya.Arman Sanjaya adalah sosok pria yang bisa menjadi ayah, kakak, sahabat dan kadang menjadi musuh bagi Alvinka ketika kejahilannya kambuh.


suasana semacam ini sangat mempengaruhi pergerakan mobilitas manusia.macet dimana mana karena banjir.


" Oh Tuhan .....kapan macet ini segera berakhir." gerutu Alvinka dikursi kemudi Pajero hitam yang telah menemani aktivitasnya selama tiga Tahun ini.


Alvinka merasa kesal karena ia sudah terjebak macet selama setengah jam.Padahal sepuluh menit lagi ia harus ketemu dengan klien.


" Yunda kamu sudah di kantor....? " Alvinka segera menghubungi Ayunda.

__ADS_1


" Cepat pesankan aku ojol aku tunggu di jalan X ,dan kirimkan sopir dijalan Y aku terjebak macet disini." perintah Alvinka lagi kepada sekertaris sekaligus sahabatnya itu.


Tanpa menunggu jawaban dari Ayunda,Alvinka segera memutuskan sambungan Teleponnya.Tangannya meraih sebuah payung hitam lalu ia pun melepaskan heelsnya mengganti dengan sandal jepit.Memakai tas panjangnya.Alvinka membuka pintu mobil dan melebarkan payung segera ia turun dari mobil.


Ia mengayunkan kaki jenjangnya yang beralaskan sandal jepit seharga dua puluh ribu itu melangkah. dengan agak tergesa-gesa meninggalkan mobilnya.Tangan kanannya memegang gagang payung sedang tangan kirinya menenteng sepasang heels.


Saat ia melintas disebelah sebuah Marcedez benz s - class warna hitam entah mengapa tiba - tiba ada rasa aneh dan menggebu-gebu ia pun menoleh pada kursi penumpang ,Sekilas ia melihat sosok pria namun tak jelas bagaimana wajahnya karena kaca mobil itu berwarna hitam.


" siapa.....?" batin Alvinka sambil memegang dadanya karena ada sebuah rasa aneh.jantungnya berdesir namun ia pun tak tau mengapa.


Sedangkan sosok pria di dalam Marcedez benz hitam itu pun merasakan hal sama saat ia menoleh pandangan matanya menangkap sesosok Gadis tinggi dan cantik yang sedang menatapnya juga.


Deg.....


Siapa.....?


Kenapa.....?


Seolah Alvinka dan sosok pria didalam mobil itu mempunyai ikatan batin tapi baik Alvinka dan pria itu tak ada yang tau jika mereka sama- sama merasakan hati mereka yang berdesir.

__ADS_1


Pria itu tak sempat mengenali wajah Alvinka karena Alvinka hanya menoleh sesaat.Ingin rasanya ia mengejar sosok gadis itu namun itu tak mungkin.


__ADS_2