
Kelas telah berakhir
Alvinka terburu - buru menuju tempat dimana mobilnya terparkir.Selain karena sangat lapar,dia juga ingin segera kabur dari beberapa pria yang sedang mengejarnya.
" huh...." Alvinka menghirup udara sebanyak - banyaknya lega sekali rasanya bisa bebas dari kejaran para penggemarnya.
krukkk....krukkk
Suara demo dari dalam perut Alvinka,cacing didalam sana sudah meronta - ronta menabuh genderang perang meminta untuk diisi dengan makanan yang lezat.
Alvinka menghentikan mobilnya di depan sebuah stan makanan dipinggir jalan yang hanya beratapkan tenda biru dengan tulisan " pecel lele Mak Ijah" dibagian depan.
Meski sultan Alvinka tak pernah ragu ataupun jijik dengan makanan pinggir jalan seperti itu.Dan lihatlah buktinya dia makan dengan lahap bukan menggunakan sendok dan garbu tapi dia makan langsung menggunakan tanganya.Sesekali dia mengusap hidungnya karena ada sedikit cairan yang keluar dari sana efek dari rasa pedas sambal terasi yang merah merona.
" hemm kenyang " ucap Alvinka setelah menghabiskan seporsi pecel lele Mak Ijah.
" Berapa semuanya Mak ...?" tanya Alvinka pada penjual pecel itu.
" tiga puluh lima rebu non."
Alvinka memberi selembar uang seratus ribuan
" Ambil saja kembaliannya mak."
__ADS_1
" Tapi Non." belum sempat wanita berusia lima puluh lima tahun itu menolak Alvinka sudah keluar dari stan pecel lele itu sambil mencomot kerupuk bawang bulat berwarna putih.
Sambil mengunyah kerupuk Alvinka berjalan menuju mobil kesayangannya,belum sempat tanganya membuka pintu mobil mulut Alvinka telah dibekap seseorang menggunakan sapu tangan.Sehingga kerupuk yang masih setengah itu pun terlepas dari tangganya dan tubuh Alvinka lemas,dia pingsan akibat obat bius yang ada disapu tangan itu.
Sebuah tubuh gempal langsung mengangkat tubuh Alvinka dan memasukkan tubuh langsing itu kedalam mobilnya sendiri.Ya Alvinka diculik.
Pria gempal itu membawa Alvinka yang tak sadarkan diri menuju sebuah Apartemen mewah dipinggir kota dengan membawa Pajero hitam milik Alvinka sendiri.
Satu jam perjalanan Akhirnya penculik itu telah sampai di tempat yang akan digunakan untuk menyekap Alvinka.Setelah sampai di basemen Apartemen tubuh Alvinka sudah disambut oleh pria yang berbeda.Lalu membawanya ke lantai paling atas gedung itu.
Tubuh Alvinka telah di tidurkan diatas sebuah tempat tidur besar dan mewah.Sementara mobilnya di bawa pergi oleh pria yang menyekapnya tadi untuk dikembalikan kekantor Alvinka.
" Sania inilah pembalasan ku ...Kau akan merasakan sakit karena kehilangan putri mu " Jonathan tersenyum miring.
Jonathan merasa dengan menculik Alvinka putri Sania satu - satunya maka dendamnya akan terbalas.
Alvinka melenguh kepalanya terasa pusing,meski berat dia mencoba membuka matanya perlahan-lahan.Akhirnya matanya terbuka sempurna.Alvinka beberapa kali mengerjab untuk memperjelas penglihatannya.
" uh...dimana ini....? " batin Alvinka saat dia sadar jika dia tak mengenali tempat ini .Sebauh kamar yang luas didominasi warna putih terdapat beberapa lukisan abstrak yang entahlah Alvinka tak paham dengan lukisan yang tak beraturan itu,tapi bisa Alvinka tebak lukisan - lukisan itu bukan lukisan biasa.Alvinka perlahan turun dari ranjang king size lalu dia berjalan menuju sebuah pintu berwarna putih,saat dia mencoba untuk membuka ternyata pintu itu tidak terkunci.setelah pintu kamar terbuka Alvinka segera.
" Ini Apartemen siapa "tanya Alvinka pada dirinya sendiri saat dia menyadari bila tempat ini adlah sebuah Apartemen mewah.Saat melihat sebuah pintu yang Alvinka duga itu adlah pintu utama Alvinka segera mempercepat langkahnya menuju pintu itu, berharap dia bisa keluar dari Apartemen mewah ini.Namun usahanya gagal pintu itu sepertinya terkunci dari luar.
" Hei....apa aku sedang diculik....?"Batin Alvinka
__ADS_1
Gila ini benar-benar gila bagaimana bisa dia diculik,siapa pula yang menculiknya.Alvinka benar -benar tak tau apa -apa .Dia pun berjalan - kesana kemari untuk mencari celah agar bisa keluar dari apartemen mewah ini.Namun tak dia tak menemukan celah bahkan disana tak ada siapapun yang bisa dimintai informasi siapa yang telah menyekapnya di sini.
" Ah .....!" Teriak Alvinka frustasi
Disaat Alvinka dalam masa kalutnya ternyata ada seseorang yang melihat gerak - gerik gadis cantik itu dari sebuah layar yang terhubung dengan kamera CCTV dari Apartemen tempat Alvinka.
Pria itu tersenyum puas ,tapi entah kenapa ada rasa aneh yang menyerang perasaannya.Ada sedikit debaran yang ia pun tak tau apa itu...?.
" Hei siapapun tolong aku ,keluarkan aku dari."Alvinka berteriak sambil menggedor-gedor pintu.Sudah berkali - kali Alvinka menggedor pintu namun hasilnya nihil tak ada orang yang menolongnya.Alvinka putus asa ,dia merasa percuma saja dia berteriak seperti ini.
krukk....krukk
Bunyi perut Alvinka meminta diisi ya tentu saja dia perutnya terasa lapar sekarang sudah lewat waktu makan malam.
" huh lapar ." gumamnya sambil mengusap perutnya.Alvinka berjalan mencari letak dapur siapa tau disana dia akan menemukan sesuatu untuk dimakan.Sesampainya di dapur Alvinka segera membuka Pintu kulkas.Dan benar saja ternyata kulkas didepanya ini penuh dengan bahan makanan dan ada beberapa jenis minuman siap teguk disana.Alvinka mengambil sebungkus roti tawar dan tiga butir telur serta mentega lalu dia mengeksekusi bahan itu menjadi sandwich isi tiga telor,luar biasa kan ternyata seorang Alvinka anak konglomerat, seorang Direktur utama perusahaan besar,dengan wajah yang sangat cantik bak model papan atas ternyata makan nya banyak.Selasai membuat sandwich Alvinka kembali membuka pintu kulkas dia mengambil susu kacang hijau sebagai pendamping sandwich nya.Alvinka berjalan sambil membawa makanan dan minumannya diatas nampan namun bukan tempat makan yang dia tuju melainkan ruang televisi.Alvinka meletakkan nampan itu di atas meja kaca lalu dia duduk dibawah dengan beralaskan karpet bulu disana.
Alvinka melahap makanannya dengan cara yang tak anggun sambil menonton smart tivi yang berukuran 40 inchi.Alvinja melihat tom and Jerry, Alvinka terbahak-bahak sendiri melihat pertengkaran dua tokoh itu.
Jo masih memantau kelakuan Alvinka dari CCTV Jo sesekali menggelengkan kepalanya dan mengkerut kan dahi melihat kelakuan korbannya ini.Tiba - tiba perutnya bergejolak mual karena jijik saat melihat Alvinka sangat Asik menjilati jari - jarinya lalu bersendawa dengan keras.
" Menjijikkan sekali ." Gerutu Jonathan
tingkah Alvinka ini benar - benar tak menunjukkan bahwa dia berasal dari golongan kelas atas.Tak ada anggun - anggunya sama sekali.Seingat Jonathan Sania tak segasrek putrinya itu.
__ADS_1