258 HARI BERSAMAMU

258 HARI BERSAMAMU
Rindu yang berujung temu


__ADS_3

Masih di Sekolah SMKN 1 Malang, semua anggota maupun panitia sudah melaksanakan perintah-Nya yaitu sholat maghrib, setelahnya para panitia sibuk menyiapkan sajian untuk makan malam anggota-nya.


"Sudah siap semua sajiannya, Feb?" tanya Kak Zein.


"Sudah, Kak." jawab Feby sopan.


"Kamu panggil semua anggota untuk makan malam," perintah Kak Zein.


"Siap, Kak." jawab Feby setelahnya menuju tenda per kelompok untuk memanggil adik-adiknya makan malam.


Sedangkan di pos satpam, ada Athara yang sedang menunggu seseorang.


"Nungguin siapa sih A! dari tadi ga dateng-dateng aku mau bantuin yang lain ga enak." kesal Fina.


"Kejutan spesial untukmu, tunggu dulu! bisa sabar ga?" tanya Atha berusaha selembut mungkin.


"Ish,"


Tittt.. tittt


Suara klakson mobil membuat Athara mengalihkan pandangan ke asal suara, dan Atha sigap membukakan gerbang untuk tamu yang ditunggunya sendari tadi.


"Masuk, Kak." ucap Atha sopan sembari membungkukan badannya tanda hormat. Dibalas senyum oleh orang tersebut.


"Siapa sih tamunya?" tanya Ara penasaran.


"Bentar cantik, lagi markir mobil juga." jawab Atha dan Fina? pastinya salting donggggg!!


"Ekhem," deheman seseorang yang ditunggu keduanya.


"Abanggggggg," kaget Fina entahlah tapi matanya mulai berembun mungkin karena kerinduannya kepada sosok yang dipanggil Abang olehnya.

__ADS_1


"He'em, ga rindu?" tanya orang tersebut.


"Rindu bangett!! kenapa ga ngabarin aku dulu." ucap Ara berpura-pura kesal dan kemudian..


Grepp..


Ara langsung berlari dan memeluk Abang kesayangannya, sosok Kakak yang jadi Abang sekaligus Ayah terbaik untuk Fina. Beliau Muhammad Ardiyansyah Huda, yang sering dipanggil Abang Adi oleh Fina, Beliau hadir beberapa bulan yang lalu di hidup Fina kebaikannya yang membuat Fina menyayangi dan menghormati Bang Adi, Bang Adi adalah suami dari Kakak kandung Fina yaitu Kak Maryam Khalisa Huda.


"Apa kabar Ara?" tanya Bang Adi.


"Ara baik dan sangat baik karena ada Abang disini, Ara rindu Abang," ucap Ara sesegukan.


"Abang juga sangat sangat merindukan adik kecil Abang yang satu ini." ucap Bang Adi mencoba membuat Fina terhibur.


"Ekhem, ke Kakak ga rindu?" celetuk Kak Khalisa.


"Rindu, Kakak juga." ucap Fina berganti memeluk sang Kakak.


"Eh iya yuk masuk," ajak Ara kembali memeluk sang Abang, manja? tentu! itulah Ara yang sebenarnya.


"Ara, punya banyak teman disini?" tanya Bang Adi.


"Tentu, aku punya teman namanya, Meysha, Aisha dan Bila." jawab Fina.


"Kamu bahagia disini?"


"Sangat bahagia Bang, ada A Atha yang selalu jaga Ara dan selalu buat Ara bahagia, tapi ga ada Abang tetep aja rasanya kurang."


"Ada atau tidak adanya Abang, Ara harus tetap bersyukur! disini masih banyak yang sayang ke Ara,"


"Iya, Abang. Abang disini dulu ya, Ara ambilkan makan malam."

__ADS_1


"Ga perlu, Ra! Bang Agus dan Ka Feby yang bawa makanannya kesini." ucap Atha.


"Apaan nyebut-nyebut nama gue." ketus Agus.


"Bang, ga boleh gitu." tegur Feby.


"Iya, By maaf."


"Eh, Bang Adi? Apa kabar, Bang?" tanya Agus menghampiri dan mencium tangan Bang Adi dan Kak Khalisa.


"Baik, alhamdulillah." jawab Bang Adi.


"Alhamdulillah, Aif dimana?" tanya Agus celingak-celinguk mencari keberadaan ponakan kecilnya itu.


"Ada di mobil, Dek. Ketiduran mungkin cape." jawab Kak Khalisa.


"Bobo, yasudah makan dulu, Kak." ucap Agus.


"Iya, terimakasih." ucap keduanya dan memakan sajian yang di siapkan tak lupa berdo'a sebelum makan.


"Oh, iya ini siapa?" tanya Kak Khalisa menunjuk Feby.


"Biasa, Kak. Pasang barunya Bang Agus." jawab Fina cepat.


"Saya Feby, Kak. Panitia pelantikan sekaligus Kakak kelasnya Fina." jawab Feby sopan.


"Benar kamu pacarnya Agus?" tanya Kak Khalisa dibalas anggukan oleh Feby.


"Kamu harus banyakin stok sabar menghadapi sikap Agus ya! tapi kamu juga harus tau dia milih kamu berarti kamu wanita istimewa yang bisa meluluhkan hati Agus, langgeng ya semoga selalu bahagia." nasihat Kak Khalisa pada Feby.


"In syaa Allah, Kak." jawab Feby.

__ADS_1


Mereka bercanda tawa layaknya saudara yang saling ingin melindungi satu sama lain, kebahagian tersendiri yang dirasakan semuanya karena bisa bercanda tawa seperti ini, selalu terselip do'a dibalik setiap kebahagiaan, tak hentinya bersemoga untuk terus bahagia walau tak ayal kadang ada kerikil yang ikut adil di dalamnya.


__ADS_2