258 HARI BERSAMAMU

258 HARI BERSAMAMU
Berat melepas Bang Adi


__ADS_3

Satu bulan berlalu, kehidupan Fina Nurul Muthaharah berubah 180° setelah menjadi kekasih Muhammad Rizaldi Athaillah.


Atha selalu memanjakan Fina, menjadikan Fina ratunya seperti janjinya ia akan membahagiakan Fina sekuat tenaganya dan tidak akan pernah membuat Fina menangis selama bersamanya.


Tingg..


Satu pesan masuk dari sang Abang tercinta.


Abang🤍


[Assalamu'alaikum, Ara. Abang ada di Rumah Agus sepulang sekolah harus langsung pulang ya, Abang menunggumu karena ada hal yang harus Abang katakan.]


Ara


[Wa'alaikumussalam, Really? kenapa ga ngasi kabar si🙄? iya bentar lagi Ara pulang langsung pulang✌.]


Abang🤍


[Iya serius, hehe mendadak nanti Abang jelaskan di rumah, Fi Amanillah sayang💕.]


Ara


[Otee👌, aduh Ara baper Abanggg😭🤣, nanti ketahuan Ratu.]


Terkirim tapi sudah tak di balas oleh sang Abang.


Jam 14.30 Ara sampai di Rumah Agus pastinya bersama Aa Atha tercinta haha.


"Assalamu'alaikum." ucap keduanya.


"Wa'alaikumussalam," jawab orang rumah.


"Ada apa, Bang?" tanya Ara to the point.


"Mandi dulu gih bau acem." titah Bang Adi disertai kekehan.


"Ih ngga ya, yaudah aku mandi dulu 15 menit okey." ucap Fina sambil berjalan menuju kamarnya.


"Tha?" panggil Bang Adi.


"Iya, Kak?" jawab Atha.


"Kakak minta tolong jaga Ara selama Kakak pergi ya." pesan Bang Adi.

__ADS_1


"In syaa Allah, Kak." jawab Atha.


"Bagaimana hubungan kalian? ada masalah selama satu bulan ini?" tanya Bang Adi sok a6 banget ya haha.


"Alhamdulillah ga ada masalah apa-apa, Kak." jawab Atha.


"Terimakasih ya, sudah mau menerima Ara dengan segala kekurangan dan kelebihannya."


"Saya yang harusnya berterimakasih, Kak. Saya yang beruntung bisa mendapatkan perempuan yang sempurna seperti, Ara."


"Cintamu besar ternyata ya, gapapa dan ya kalau ada masalah dibicarakan baik-baik bukan malah bertengkar yang akan menjadi keuntungan untuk orang ketiga."


"In syaa Allah, Kak."


"Gibahin aku ya?" celetuk Fina yang berjalan menuju ruang tamu yang sudah ada, Agus dan Feby, juga Kak Melisa.


"Kepedean banget, lu." jawab Agus.


"Ish apaan aku ga tanya ke Abang ya." ucap Fina yang memilih duduk di sebelah Bang Adi kemudian memeluk lengannya dengan manja.


"Ada apa, Abang? kenapa datang mendadak?" tanya Fina.


"Ini Abang mau pergi-"


"Dengerin dulu, ga baik motong omongan orang." pesan Bang Adi.


"Sok lanjutkan Abang." ucap Fina.


"Abang harus tes PCR di Jakarta selama 3 hari dan Kakak Mel akan tetap disini gapapa kan?" tanya Bang Adi hati-hati.


"Harus banget ya? Jakarta itu jauh Abang, ga aku ga ngebolehin ya aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan valid!" ceramah Fina.


"Tapi hanya satu kali dek, ini demi jabatan Abang juga ya. Hanya 3 hari kalau bisa cepat mungkin hanya 2 hari saja setelahnya Abang janji langsung pulang." Bang Adi mencoba menjelaskan.


"Ga boleh! paham ga si! kalau mau ke Jakarta aku harus ikut valid!"


"Dek, please 2 hari saja."


"Ngga, Bang! bisa ga si jangan keras kepala! perasaan aku ga enak, Bang masih banyak yang mau menerima Abang karena Abang kan multitalent."


"Ra! dimana kesopananmu kepada Abangmu!" bentak Kak Khalisa.


"Kakak bisa melepas Abang? aku si nggak bisa!".

__ADS_1


"Tolong, Dek mengerti Abang." mohon Abang Adi.


"Oke, fine ini kehidupan Anda Kak Saya gabisa terlalu ikut campur ketika permintaan Saya sudah tidak di dengarkan, permisi." ucap Fina entahlah sakit hati atau bagaimana tapi Fina tak bisa melepas sang Abang menuju Jakarta.


"Dek ga gini dong, Abang kan bisa kepikiran disana kalau Abang pergi tapi kamunya marah." bujuk Bang Adi mengikuti langkahku menuju kamar.


"..." Fina diam.


"Dek! please Abang ga lama ya." ucap Bang Adi memeluk Fina.


Bang, Aku kira Abang yang paling mengerti Aku, aku cuma takut Abang kenapa-napa tapi Abang kekeh dengan keputusan Abang. Aku kecewa, Bang. batin Fina


"Abang pamit ya, jaga diri baik-baik disini Abang sangat menyayangimu, Assalamu'alaikum." ucap Bang Adi sebelum pergi ia mencium kening Fina.


Tuhan, tolong hamba gamau Abang pergi..


"Bang.." panggil Fina berlari lalu memeluk erat Sang Abang.


10 menit kemudian..


"Fi Amanillah, aku juga sangat menyayangi Abang, jaga kesehatan dan harus pulang tanpa kurang suatu apapun." pesan Fina sesegukan.


"In syaa Allah, jag dirimu tolong bantu Kakak ya jaga Aif."


Keduanya turun ke bawah Fina enggan melepaskan pelukannya karena merasa itu akan menjadi pelukan terakhir keduanya.


"Foto bentar yuk," ucap Bang Adi.


"Oke, By bisa fotoin?" pinta Agus pada Feby.


"Oke," jawab Feby.


Bang Adi berada di tengah Fina dan Kak Melisa keduanya memeluk erat Sang pelindung mereka beberapa bulan terakhir. Di samping Fina ada Atha dan Agus berada di samping Kak Khalisa.


"Fi Amanillah, Mas." ucap Kak Khalisa kemudian mencium tangan Bang Adi sebagai tanda baktinya.


"Iya, Mas titip Aif ya sayang kamu juga jaga kesehatan." pesan Bang Adi.


"Yasudah, Abang pergi dulu Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam," jawab semuanya.


Bang, hati ini berat melepasmu pergi tapi entahlah semoga Abang selamat sampai tujuan dan pulang kesini tanpa kurang suatu apapun. Love you Pelindungku. batin Fina

__ADS_1


Mas, aku juga berat melepasmu. Tapi, aku juga tahu ini tuntutan pekerjaan yang harus sampean lakukan semoga Mas selalu dalam lindungan Allah. Fi Amanillah my Hubby. batin Kak Khalisa.


__ADS_2