258 HARI BERSAMAMU

258 HARI BERSAMAMU
Penolakan dari Bunda


__ADS_3

drttt.. drtt...


"Siapa, Ra?" tanya Atha.


"Biasa, Bang Agus." jawab Fina.


"Ada apa Bang?" tanya Fina setelah mengangkat telepon dari Bang Agus.


"Traktirane dong Fin, kan baru jadian." pinta Agus.


"Siapa?"


"Awakmu karo Atha."


"Denger dari mana?"


"Gue tau lah tujuan Atha bawa lu ke Bromo ya buat nyatain perasaan dia."


"Owh,"


"Idih, jangan lupa gue tunggu Traktirannya."


"Ngga mau enak aja minta teraktiran sedangkan-"


Tutt.. Tutt..


"Ish malah dimatikan bikin kesel aja."


"Udah-udah ini sudah mulai gelap gimana kalau kita menginap di rumah Bu de ku, Ra?" tanya Atha.


"Nggak ngerepotin A?" Fina balik bertanya.


"Ndak kok, yuk." ajaknya.


_______


Pagi hari di Kota Probolinggo.

__ADS_1


"Nduk, makan dulu." ajak Budenya Atha.


"Nggih, Bu terimakasih maaf kami tidak membantu ibu masak." ucap Fina sungkan.


"Ndak papa Duk, Bude juga ndak banyak masaknya sederhana saja ya."


"Nggih, Bu ini sudah cukup sekali lagi terimakasih."


"Ra?" panggil Atha.


"Iya A?"


"Sebelum pulang aku mau mengajak kamu ke suatu tempat dan kalian disini saja ya." pinta Atha.


"Ih mentang-mentang baru jadian malah berduaan gamau di ganggu lagi." gerutu Athar.


"Loh kalian kan juga punya pasangan masing-masing ajak jalan pagi kek atau apalah gitu, gue juga ga lama kok mungkin 3 jam aja jadi sorenya kita pulang." Atha menjelaskan.


"Mau kemana emangnya, A?" tanya Fina penasaran.


"Ikut aja Teteh."


Selesai membersihkan dapur Fina dan Atha berangkat menuju rumah Ayah dan Bunda Fina, sedangkan Aisha, Athar, Azriel dan Bila memilih melihat sekitar perkampungan Budenya Atha yang cukup Asri.


Kraksaan, Probolinggo.


"A? Ngapain kesini?" tanya Fina.


"Dek, kamu juga harus tetap berbakti kepada Ayah serta Bundamu walau keduanya tidak begitu baik kepadamu. In syaa Allah ta'atmu kepada orangtuamu akan menjadi ladang pahala untukmu." nasihat Atha.


"Aku belum siap, A. Please jangan di paksa ya." mohon Fina.


"Kita harus mencoba dek meskipun hasilnya tidak seperti yang kita inginkan."


"Assalamu'alaikum." ucap Atha dan memencet bel di rumah itu.


"Alaikumussalam, tunggu sebentar." jawab orang yang berada di dalam rumah.

__ADS_1


"Iya, siapa?"


"Kamu untuk apa datang kesini!?" tanya perempuan yang mungkin adalah Bundanya Fina.


"Assalamu'alaikum, Bun apa kabar?" tanya Fina kemudian mengulurkan tangannya untuk mencium tangan sang Bunda.


"Saya lebih baik tanpamu disini!" jawabnya ketus tanpa ingin membalas uluran tangan Fina.


"Bun, Fina datang hanya ingin tahu kondisi Ayah dan Bunda."


"Sudah tahu kan kami baik-baik saja lebih baik kamu pergi dari sini!" bentaknya.


"Maaf, Bu tak ada niat lancang mencampuri urusan sampean tapi ada baiknya bicarakan baik-baik Fina juga butuh kasih sayang dan dukungan orangtua untuk menggapai kesuksesannya." ucap Atha hatinya juga sakit melihat jarak di keluarga ini.


"Kamu siapa berani sekali menasihati saya, kalian lebih baik pergi, Saya sibuk!"


"Bun, Bunda tidak ingin menanyakan kabar Fina? Fina rindu pelukan Bunda." ucap Fina yang merindukan kasih sayang sang Bunda.


"Kamu yang memilih pergi dari sini untuk apa Saya merindukan kamu, Hah?"


"Izinkan Fina bertemu dengan Ayah, Bun 5 menit saja."


"Suami Saya tidak ada di rumah jadi ada baiknya kalian pergi!!"


Brak..


Bunda Fina menutup pintu dengan kasar karena tak ingin melihat wajah putri sambungnya itu, sorot kebencian sangat terpancar di mata indahnya.


"Tenang ya, it's okey kita sudah berusaha lain waktu kita kesini lagi. Kamu wanita kuat dan aku akan selalu di sampingmu dan pundakku akan selalu ada untuk menjadi sandaranmu." ucap Atha memeluk Fina.


"A, kenapa Bunda sebenci itu ke aku? aku iri dengan anak-anak yang diberi kasih sayang oleh orang tuanya, aku cape A berjuang sendiri disini." ucap Fina menangis sesegukan karena kembali mendapat penolakan dari sang Bunda.


"Allah itu baik, Allah memilihmu di beri cobaan ini karena Allah tahu kamu wanita yang kuat dan bisa mengambil hati Bundamu suatu saat nanti, percayalah Allah tidak akan menguji kesabaran hamba-Nya melebihi batas kemampuan hamba-Nya."


"Aku rindu Ayah, A. Rindu pelukan beliau." ucap Fina parau.


"Sabar ya, in syaa Allah aku akan cari cara agar kamu bisa bertemu dengan Ayahmu."

__ADS_1


"Terimakasih A sudah mau menerimaku meski Aa tahu bagaimana kondisi keluargaku."


"Karena Aku Mencintaimu Ara."


__ADS_2