
Masih di UKS, Atha dan Fina masih sibuk mengisi data dan membaca tugas-tugas yang akan mereka jalani selama dua tahun kedepan.
"Atha, Fina ini tugas ketua dan wakil sudah Saya print, silahkan di pelajari." ucap Kak Feby.
"Baik, Kak." jawab Fina.
"By, sudah selesaikan?" tanya Agus.
"Sudah tinggal membereskan ini saja, kenapa Bang?"
"Yaudah gue bantuin beresin nanti pulang bareng."
"Bang, ga ada niat neraktir gitu?" canda Atha.
"Buat?" heran Agus.
"Pj ngunu buat orang yang baru aja jadian." jawab Atha.
"Siapa yang jadian?" tanya Agus dan Feby bersamaan.
"Huh gamau ngaku yo wes lah," pasrah Atha.
"Siapa yang jadian a?" tanya Fina membuka suara.
"Abang kamu tuh." jawab Atha seadanya.
"Karo?"
"Bendahara."
"Sejak kapan?"
"Datau coba tanya ke Bang Agus."
__ADS_1
"Abang?" tanya Fina.
"Satu bulan yang lalu." jawab Agus santai.
"Haah?" kaget Fina.
"Kenapa ga ngasi tau si, Bang?" lanjutnya.
"Harus?"
"Ya harus dong, kita harus sama-sama terbuka." kesal Fina.
"Udah-udah ngapain diributin si kan udah tau sekarang." sahut Kak Feby.
"Fina tu, By." ucap Agus.
"ish, pulang ajalah, Yuk a." Ajak Fina kepada Atha.
"Taa, mau ga?" entahlah Fina sensi amat ya PMS mungkin sampe-sampe mengabaikan pertanyaan Agus.
"Iya, ke RO dulu tapi." ucap Atha.
"Kemana aja asal ga disini panas!" sinis Fina.
"Yaudah, kami pamit Bang, Feb. Assalamu'alaikum." ucap Atha kemudian pergi dari UKS diikuti Fina.
"Bang, Fina ngambek gamau dibujuk?" tanya Feby.
"Nanti ajalah, udah selesai kan? yuk ke PKL." ajak Agus.
"Yaudah,"
Disisi lain Atha dan Fina sedang berada di ruang osis dan ada beberapa osis inti berada di ruangan tersebut sedang membahas sesuatu.
__ADS_1
"Yakin, lu mau berhenti jadi wakil gue, Mel?" tanya Atha, karena sudah satu tahun bertugas bersama Atha dan Melia wakilnya menggunakan panggilan lo-gue.
"Iya, Ta. Gue mau fokus belajar aja, semakin tinggi kelas yang gue duduk semakin berat juga dan nantinya gue takut gue gabisa profesional di osis." jawab Melia.
"Jadi gimana?" tanya Atha kepada semua osis inti.
"Nah, kita kan ada pemilihan osis baru dan pendaftaran dan penilaian sudah dilakukan jadi otomatis anggota kita akan bertambah jadi gapapa lah kita lepas Melia dan alasannya juga masuk akal kan?" ucap Tata angkat bicara.
"Oke, osis baru ada ga?" tanya Atha.
"Ada 20 peserta yang keterima dan semua ada di ruang waka Pak Rizal. Jadi keseluruhan osis ada 30 peserta, tinggal lu pilih yang jadi osis inti, humas, bela negara, (keterampilan, kreativitas, dan kewirausahaan.) , keagamaan, jasmani dan rohani, dan yang terakhir seni dan sastra. gimana mau dipilih sekarang?" Tata menjelaskan sekaligus bertanya.
"Oke kumpulkan semua di Musholla, gue tunggu 10 menit harus sudah ada disana." perintah Atha.
"Siap, Ta." jawab Tata dan setelah perbincangan tadi semua osis angkatan 2020 keluar untuk mengumpulkan osis angkatan 2021.
"Aa aku juga harus ikut?" tanya Fina.
"Kalau aku nunjuk kamu sebagai wakil mau nda?" tanya Atha lembut sekaligus serius.
"A tadi aku udah manut dijadikan wakil di Prajamika tanpa sepengetahuan aku, sekarang lagi? ga mungkin keknya a, aku ga mungkin sanggup."
"Teh Ara, aku milih kamu karena aku yakin kamu bisa dan kamu ga akan kerja sendirian ada osis yang lain, kita hanya mengatur step by step dan memikirkan konsekuensinya dan selebihnya acara akan diserahkan kepada osis lain kita bisa bantu sebisa kita gitu aja. mau kan?" Atha mencoba memberi pengertian kepada Fina.
"Kamu gampang a bicaranya tapi ga mungkin mudah buat aku a,"
"Kamu percaya ga ke aku?"
"Gatau,"
"Aku ga akan bikin kamu kesusahan Ra, malah disini kita akan menikmati semuanya, kamu harus yakin itu. Please mau ya?" bujuk Atha.
"Tapi-"
__ADS_1