258 HARI BERSAMAMU

258 HARI BERSAMAMU
Sandaran ternyaman


__ADS_3

Hari-hari Fina dilalui dengan canda tawa bersama teman-teman barunya dan pastinya juga disertai Atha yang selalu bersamanya.


Fina juga dekat dengan Meysha di dunia maya sudah dari awal pendaftaran, Fina bersimpati kepada Meysha karena cobaan bertubi-tubi menghampiri kehidupan seorang Meysha. Mereka sering bercanda tawa walau hanya di maya tapi membuat Fina menyayangi sosok Meysha, luring pertama memang hanya diwarnai dengan perkenalan biasa akan tetapi tepat pada jum'at Fina mencoba menyapa dan berinteraksi dengan Meysha dan Fina sadar Meysha ternyata terjebak di dunia toxic. Fina pun mencoba menasihati Meysha akan tetapi Meysha tak mendengarkan nasihat dari Fina malah memilih menjauhi Fina karena Fina terlalu ikut campur urusan hidup Meysha. Fina tentu terkejut dengan perubahan sikap Meysha yang awalnya lembut menjadi dingin terhadapnya dan membuat Fina merasa bersalah terhadap Meysha.


Tuhan, izinkan aku memperbaiki hubunganku dengan Mey, aku menyayangi Mey. batin Fina yang sedang berada di balkon kamarnya.


"Dek, lu ya dipanggilin malah ngelamun disini ntar kesambet loh baru tau rasa." omel Agus.


Fina diam


"Dek, lu kenapa?" panggil Agus sembari menepuk pundak Fina.


"Apasi, Bang! abang ganggu mending keluar." bentak Fina.


"Dek, lu ada masalah?" tanya Agus lembut.


"Keluar, ga!!" bentak Fina lagi.


Agus memeluk Fina dan berkata, "Dek, kalau kamu ada masalah Abang selalu siap dengerin setiap cerita kamu dan pundak Abang akan selalu siap kalau kamu butuh tempat untuk bersandar, jangan gini gabaik buat kamu sendiri."


"Bang, Mey. Mey Fina, Bang." racau Fina sesegukan di pelukan hangat Agus.

__ADS_1


"Meysha kenapa?"


"Mey berubah ke aku, gegara kemarin aku nasihatin dia, aku udah minta maaf tapi dia tetap dingin."


"Adek ngasi nasihat apa ke Mey?"


"Aku cuma bilang gabaik berkata-kata kotor, aku nyuruh dia berubah walau itu perlahan-lahan, apa itu salah, Bang?"


"Adek ngga salah, cuma Mey masih belum bisa berubah, jadi adek sabar saja ya! beri Mey waktu buat mikirin nasihat kamu. Udah tenang belum? di bawah ada Tante Nadya mau ketemu calon menantunya."


"Kenapa Abang gabilang dari tadi! pasti Tante Nadya nungguin, sana ih aku mau siap-siap dulu bilang tungguin." usir Fina.


"Tante, maaf menunggu Fina masih siap-siap baru bangun. " ucap Agus sopan.


"Iya, Nak gapapa." jawab Yumma Nadya.


"Silahkan diminum, Bu." ucap Bu Fatimah ibu dari Agus yang baru membawakan teh hangat dan beberapa kue buatan beliau.


"Nggih, terimakasih." jawab Yumma Nadya.


"Ibu ada apa bertamu?" (namanya bertamu ya pasti mau silaturahmi Tante Ima😅).

__ADS_1


"Saya ingin bersilaturrahmi sekaligus bertemu dengan Fina,"


"Owalla bertemu Fina to, sebentar Saya panggilkan Fina dulu."


"Fina disini, Bude." sahut Fina.


"Eh, Fin ngagetin aja, sini ini dicari Bu Nadya." panggil Bu Fatimah.


"Eh, Tante. Apa kabar?" tanya Fina.


"Kabar Tante baik sayang, Fina sendiri gimana dan kenapa matanya bengkak gitu? Fina ada masalah?" cecar Yumma Nadya.


"Alhamdulillah, Fina juga baik-baik saja Tante, kalau soal mata ngantuk tadi malem ngerjakan tugas sampe larut hehe." Fina memberi alasan agar Tante Nadyanya tak khawatir.


"Ngerjakan tugas kan bisa hari ini, Nak. Jangan terlalu larut tidur tidak baik untuk kesehatanmu, Nak." nasihat Tante Nadya.


"Terimakasih Tante sudah mengkhawatirkan, Fina." ucap Fina terharu.


"Ga perlu terimakasih, Nak sudah seharusnya Tante mengkhawatirkan calon menantu Tante." ucap Yumma Nadya yang membuat seorang Fina malu.


Keduanya berbicara layaknya anak dan ibunya, Bude Fatimah pun memilih pergi membiarkan Fina bahagia dengan hadirnya Nadya yang membuat Fina merasakan hangatnya kasih sayang seorang Ibu walau bukan dari ibu kandungnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2