
Di ruang makan Yumma Nadya melayani semua, karena ia merasa senang akan kehadiran Fina di kediamannya.
"Kurang nasinya, Nak?" tanya Yumma Nadya.
"Sudah cukup, Tante." jawab Fina.
"Orang tua Fina tinggal dimana?" tanya Abah Ilham.
"Di Kota Batu, desa Tulip, Om."
"Cukup jauh ya, Fina menetap disini bersama keluarga Agus?"
"In syaa Allah,"
"Sering-sering kesini, Nak" ucap Yumma Nadya.
"In syaa Allah, Tante."
Terimakasih, Yumma, Abah sudah menyambut dan menyayangi Fina. ucap Atha di dalam hatinya.
Semua sudah selesai makan malam, Fina pun membantu Yumma Nadya membersihkan meja makan dan membantu mencuci piring di dapur.
"Nak, baru kali ini Atha membawa perempuan ke rumah." ucap Yumma Nadya memulai pembicaraan dan Fina hanya membalasnya dengan senyuman.
Kenapa Tante Nadya berbicara seperti itu? ucap Fina dalam hatinya.
"Semoga kalian bisa saling menjaga, Tante do'akan yang terbaik untuk kalian." sambungnya.
"Nggih, Tante. Terimakasih sudah baik ke Fina."
"Tidak perlu berterimakasih, Nak."
Nanti aku tanya Bang Agus maksud dari perkataan Tante Nadya. batin Fina
__ADS_1
"Sudah selesai, Nak. Ayo! kedepan." ajak Yumma Nadya.
"Nggih, Tante."
Sedangkan di ruang tamu Atha dan Abah Ilham membicarakan perihal datangnya Fina ke rumahnya.
"Tha, di hatimu sudah ada benih cinta untuk Fina?" tanya Abah Ilham.
"Atha masih belum tahu, Bah."
"Kebersamaan kalian yang membuatmu nanti terbiasa dan nyaman bersamanya, Tha. Ini pertama untukmu tapi semoga kamu tak mempermainkan hatinya. Karena satu kali perempuan merasa nyaman tanpa disadari cinta itu akan hadir dengan sendirinya, Tha." nasihat Abah Ilham.
"Nggih, Bah."
"Bicara apa sih, serius banget." celetuk Yumma Nadya.
"Tidak ada, Mi."
"Iya nanti Abi ceritakan."
"Tha, kamu antar Fina pulang ke rumah Agus, hati-hati bawa motor." perintah Yumma Nadya.
"Nggih, Yumma" jawab Atha.
"Yuk, Ra pulang." ajak Atha kemudian mencium tangan Abah Ilham dan Yumma Nadya diikuti Fina.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh." Ucap Athara.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh."
"Bi, apa yang Abi bicarakan dengan Atha?"
"Abi hanya menasihati anak kita agar tidak menyakiti hati Fina."
__ADS_1
"Owalla, itu iya Ummi juga dukung mereka, Bi. Ummi gatau kenapa langsung sayang ke Fina."
"Kita do'akan yang terbaik untuk mereka, Mi."
"Nggih, Mi."
Disisi lain Athara sedang berada di pasar malam dekat rumah keluarga Agus.
"Ra, singgah pasar malam yuk!" ajak Atha.
"Emm, boleh si udah lama ga ke pasar malam, Ka." jawab Fina.
"Yauda kamu turun dulu, aku parkir motor bentar." titah Atha.
"Iya, Ka." jawab Fina kemudian turun dan berbinar melihat pasar malam, "Riza, ayo cepetan!" lanjut Fina.
"Sabar atuh, Neng."
"Aanya kelamaan markir motor, yuk A aku udah ga sabar pengen main."
"Yaudah, yuk!"
"Ngapain pegang-pegang? dosa atuh a, tetehmu udah banyak dosa jadi jangan ditambah-tambahin dong gajadi masuk surga nanti aku a." cerocos Fina karena Atha menggenggam tangannya.
"Tertanya bener ya kata bang Agus kamu cerewet banget, aku megang karena takut kamunya ilang nanti bang Agus marah lagi." jawab Atha.
"Ih yaudah jangan debat aku mau naik keranjang itu a, keknya seru deh." tanpa disadari Fina dari tadi memanggil Atha dengan sebutan Aa.
"Yauda, yuk. Apasi yang ngga buat Teh Ara."
Keduanya berjalan menuju wahana keranjang tersebut, binar wajah Ara tidak bisa disembunyikan ia sangat bahagia karena bisa menikmatinya tanpa beban, wahana demi wahana mereka naiki, permainan demi permainan mereka mainkan, keduanya bahagia layaknya seorang kekasih yang sedang berkencan.
Membahagiakanmu adalah tujuan utamaku sekarang Ara, semoga aku mampu membuatmu bahagia tanpa tangis luka lagi. batin Atha
__ADS_1