
Rasanya waktu berlalu begitu cepat untuk Fina karena tak terasa sudah jam 21.15 malam dan sudah waktunya sang Abang dan kakak tercintanya pulang.
"Hati-hati bawa mobil, Abang dan sehat-sehat ya di Surabaya Ara akan sangat merindukan kalian." ucap Fina.
"Ga perlu sedih ya, nanti Abang akan sering kesini untuk menjengukmu kamu juga jaga kesehatan nurut sama Agus dan Atha." perintah Bang Adi.
"Iya dek, kamu nikmati masa remajamu disini ya in syaa Allah kamu akan menemukan kebahagiaan mu yakinlah Allah itu adil." kali ini Kak Melisa yang memberi nasihat.
"Atha tolong jaga Ara, Abang titip Ara kepadamu." ucap Bang Adi di balas anggukan oleh Atha.
"Bang, Ara sayang Abang." ucap Ara berhambur ke pelukan hangat sang Abang yang selalu menjadi tempat favoritnya untuk bersandar.
"Yaudah kami pamit, Ara sehat-sehat ya. assalamualaikum," ucap keduanya bergantian memeluk dan mencium kening Ara dan setelahnya melangkahkan kaki menjauh dar Ara dan Atha.
"Wa'alaikumussalam, Ara akan sangat merindukan kalian." gumam Ara yang masih bisa didengar oleh Atha.
"Udah yuk kan udah lepas rindunya ga boleh sedih lagi," ucap Atha "Waktunya penempuhan lebih baik berburu sosis nanti bisa buat bakar-bakar." lanjutnya.
"Niat Aa ga baik, yaudah yuk and thanks ya kejutannya spesial banget." ucap Ara.
Di lain tempat, tepatnya di lapangan Kak Zein sudah memimpin acara penempuhan bed yang akan di tempuh oleh angkatan baru yang pastinya gelap-gelapan dan hanya disinari oleh satu lilin per kelompok (ngakak😅)
"Yasudah sebelum kita awali penempuhan pada malam ini Kakak-kakak senior akan memberikan kalian pertanyaan terlebih dahulu dan kelompok yang berhasil menjawab maka bisa berjalan terlebih dahulu, paham?" ucap Kak Zein.
__ADS_1
"Siap, paham!" ucap peserta serentak.
Kembali pada Atha dan Ara keduanya berjaga di perkiraan guru SMKN 1 Malang, kedua sedang menunggu peserta yang akan datang.
"Masih lama ya a?" tanya Fina.
"Sabar aja sepertinya sudah ada peserta yang berjalan." jawab Atha.
"Lama a, emm aku boleh nanya ga?"
"Silahkan."
"Tapi dijawab ya, awas aja."
"Kalau ada jawabannya pasti aku jawab."
"mau nanya apa?"
"A, aku ngerasa Aa respect ke aku iyakah?"
"hanya karena dirimu sepupu dari Bang Agus ga lebih!"
Degg..
__ADS_1
Maaf, Ra belum saatnya kamu tahu.
"Terus kenapa Aa ngajak aku jadi wakil Aa di setiap organisasi yang Aa pegang?"
"Karena kamu punya potensi, dan insting aja kalau kita bisa memajukan sekolah ini."
"Dan mengajarkanmu tentang tanggung jawab." lanjutnya.
"Owh, bintang itu indah ya a?"
"Iya, tapi ada yang lebih indah dari bintang."
"Siapa?"
"Kamu."
Degg..
Keceplosan kan Ara mancing gue banget.
A apa yang sedang Aa sembunyikan? entahlah tadi jawabannya seolah tak ingin aku berharap dan ini malah? duh jangan baper Ra.
"Kak, maaf ini pos apa?" tanya salah satu anggota yang membuat Atha dan Ara kaget.
__ADS_1
"Kepalangmerahan, Dek." jawab Fina sedangkan Atha hanya memperhatikan bagaimana cara Fina bertanya dan menjelaskan tanpa ada niat untuk menyulitkan seangkatannya.
Kamu wanita hebat Ra! kamu memiliki luka yang tak pernah kamu tampakkan di depan orang-orang, kamu punya segalanya tapi kamu tak pernah merasakan yang namanya BAHAGIA tapi kamu tak menyerah, semoga kamu terus kuat menjalani setiap takdir dari Allah, Ra.