258 HARI BERSAMAMU

258 HARI BERSAMAMU
Menyatakan perasaan


__ADS_3



Langit senja Gunung Bromo, terus tegarkan diriku dalam menghadapi setiap cobaan demi cobaan yang Allah berikan, lelah sebenarnya jika harus terus-menerus menjadi seolah orang yang baik-baik saja. Tapi ada tujuan dan kesuksesan yang harus ku raih untuk membuktikan aku mampu membuat beliau bangga dan bahagia memilikiku.


📍Seruni Point



"Cantik tapi cantikan aku keknya." ucap Aisha.


"Idih sok bae lu neng," jawab Bila.


"Cantikan cewe gue kali." lanjut Azriel.


"Sejak kapan lu ngakuin kalau cewe lu cantik?" tanya Athar tidak terima.


"Perlu Anda tahu Atharrazka! Saya tertarik dan mencintai Salsabila karena 2 hal, yang pertama hatinya baik kedua yang pastinya cantik sangat cantik di mata Saya!" tekan Azriel.


"Ih udah kok malah berantem sih! niatnya kan buat healing. Sekali lagi kalian berantem gue lempar ke bawah! paham?" ucap Fina menengahi.


"Kiw calone Aa Atha." sela Aisha.


"Terus kita enaknya ngapain aja disini?" tanya Bila berusaha mencarikan suasana.


"Gue pengen bakar jagung, Bel." ucap Fina dengan nada yang di buat manja.


"Tapi dari mana kita dapet jagung? ada-ada bae si Fina." tanya Aisha.


"Hehehe.."


"Fotbar kuy kece keknya," ajak Athar.


"Gass ae lah,"


"Kak bisa minta tolong?" tanya Fina kepada perempuan yang sedang lewat di depannya.


"Boleh, Kak. Ada apa?"


"Tolong fotokan kita dua kali saja, please," mohon Fina.


"Oke, mana handphonenya?"


"Ini, Kak."


"Oke, satu dua-"


cekrek..

__ADS_1


"Lagi, Kak."


"Satu, dua-"


cekrek..


"Terimakasih banyak, Kak semoga selalu sehat dan di beri rezeki yang barokah." ucap Fina.


"Aamiin, sama-sama."


"Wow.. kece pake banget tapi sayang ga ada tu Ketos, kemana ya kok mendadak ngilang?" ucap Athar.


"Iya ya, Aa kemana?"


"Udah, bentar lagi pasti kesini tunggu aja." ucap Aisha.


15 menit kemudian berlalu, tapi Atha belum menampakkan batang hidungnya. kemana ya kira-kira?


"Udah 15 menit Girls, cari Aa yu! kalo ngilang gimana?" ucap Fina tak sabaran.


"Tenang, Ra. tunggu 5 menit lagi." bujuk Bila.


"Gabisa, Bil gue khawatir ke Aa please kita cari Aa."


"Ra, Atha udah gede pasti bisa jaga diri lebih baik kita tunggu disini." ucap Athar.


"Tapi gue khawatir, kalian ngerti ga sih!?" bentak Fina.


"Tenang, Fin dengan lo marah-marah gini bisa buat Atha kesini? ngga kan? bisa sabar ga!?" kini Azriel yang membentak Fina.


"Kalian ga ngerti perasaan gue banget." ucap Fina yang entah kapan air matanya turun hingga membuatnya sesegukan.


"Udah-udah ya ga perlu nangis gini nanti cantiknya ilang lho," ucap Bila berusaha menenangkan dan menarik Fina ke dalam pelukannya.


"Gue, gue gamau kehilangan-"


"Kehilangan siapa, Ra? tanya Atha.


"Aa?"


"Iya teteh?"


Grep..


"Dari mana sih, bikin orang khawatir aja."


"Kamu khawatirin Aa?"


"Ngg-ga-k bukan aku, tapi Athar tuh."

__ADS_1


"Masa si? tapi kamu nangis kenapa?"


"Gapapa ini cuma di gigit semut aja tadi hehe.."


"Cengeng banget si,"


"Lu bawa apa tuh, Tha? tanya Athar yang selalu menganggu suasana😆😆.


"Gue butuh privasi jadi selama gue bicara ga boleh ada yang mencela apa lagi bicara." ucap Atha.


"Ra,"


"Iya A?"


"Maaf, karena aku sudah lancang seperti ini, tapi jujur aku dari pertama kali kita berkenalan hanya kamu yang bisa membuat dada ini berdebar, rasa yang selama ini aku jaga untukmu dan hari ini aku ingin mengatakan aku mencintaimu Ara." ucap Atha kemudian menyodorkan bunga mawar putih untuk Ara pastinya.


Paling gabisa rangkai kata, huh...



Mawar putih? Aa tahu dari mana?


"Kali ini aku ingin egois, Ra. Aku ingin memilikimu seutuhnya menjadikanmu satu-satunya bukan salah satunya, aku tidak berjanji tapi in syaa Allah aku akan selalu membuatmu bahagia, jadi gimana?"


"Ra?"


"Hah, iya?"


"Jadi gimana?"


"Gimana apanya?"


"Astagfirullah, Ra! Atha nanya kasarnya gini lu mau ngga jadi pacarnya." ucap Athar yang mendapat tatapan sinis dari Atha.


"Jadi gimana Fina Nurul Muthaharah?"


"Aa, maaf sebelumnya. Oke fine kalau Aa mau jadiin aku milik Aa seutuhnya, tapi tolong privasi hubungan kita jangan di publish untuk kalian juga kunci tu lisan."


"Jadi?"


"Iya."


"Sogokannya mawar putih, gimana Fina bisa nolak coba?" tanya Athar yang kali ini Aisha mencubit lengannya.


"Kesel gue ke lu Thar, nyaut aja tu mulut, bisa ga kita diem aja liat nanti kalau disuruh bicara." ucap Aisha.


"Hahaha.."


Entahlah hanya Athar yang mampu membuat kelima temannya tertawa karena tingkah konyolnya.

__ADS_1


__ADS_2