258 HARI BERSAMAMU

258 HARI BERSAMAMU
Masa lalu Meysha


__ADS_3

Setelah pulang dari Gunung Bromo Fina, Atha dan osis inti mereka melakukan aktivitas seperti biasa di sekolah.


Fina berusaha baik-baik saja walau penolakan kemarin dari Bunda masih sangat membekas dihati dihatinya, sudah sekian kali ia mencoba memperbaiki tetap saja Bunda Nisa, iya nama lengkap Beliau Khoirun Nisa' yang sering di sapa Nisa. Bunda Nisa tetap tidak ingin memperbaiki hubungannya dengan Fina.


Sekarang Fina sedang bercanda tawa ria bersama siapa lagi kalau bukan Aisha, Athar, Azriel dan Bila.


"Hai, boleh duduk bareng ga?" sapa Meysha.


Sapaan Meysha membuat Fina berpura-pura sibuk dengan handphonenya entahlah mungkin Fina masih terluka karena sikap Meysha.


"Boleh, silahkan Mey." jawab Aisha.


"Sebenarnya aku kesini ingin meminjam Fina sebentar, ada yang ingin aku bicarakan dengannya." ucap Meysha to the point.


"Fina kami bukan barang yang bisa Anda pinjam dan kembalikan ketika sudah tak bisa digunakan!" ucap Azriel datar.


"Iya okey maaf aku salah bicara." ucap Meysha.

__ADS_1


"Gimana, Ra?" tanya Aisha.


"Emm, baiklah mau bicara dimana?" tanya Fina menyetujui.


"Di kelas 12 OTKP 2 saja Fin, keknya sepi dan tidak ada yang bisa mengganggu." ucap Meysha yang seolah tak ingin diganggu.


"Okey, kamu duluan."


_______


"Ada apa, Mey?" tanya Fina.


"Maaf ya kemarin aku sudah mengacuhkanmu, kamu belum tahu kehidupanku bahagiamana Fin jadi aku tersinggung denganmu yang seolah tahu tentang semua kehidupanku." terang Meysha.


"Tidak ada salahnya bukan seorang teman mengajak kamu kepada kebaikan? kamu beruntung Mey, Allah mengetuk hatiku mengajak kamu kepada kebaikan, sedangkan banyak orang di luar sana yang sudah Allah biarkan dengan kenyamanan yang berujung kepedihan nantinya." jawab Fina.


"Aku tahu Fin niatmu baik, tapi tolong mengerti juga posisiku aku ini sudah salah jalan dan sudah lama berada di lingkungan toxic jadi untuk keluar dari lingkungan itu rasanya tak mudah."

__ADS_1


"Yang tak mudah akan Allah mudahkan jika kamu mau berusaha, Mey."


"Aku ini hidup bebas, Fin! sejak SD aku sudah ditinggal oleh Ayah dan beberapa bulan setelahnya ibu juga ikut menyusul lalu aku ditinggalkan sendiri? aku masih butuh mereka untuk dirawat, diberikan kasih sayang juga dukungan tapi itu tak pernah kurasakan dan pada akhirnya temanku membawaku kepada lingkungan yang salah karena terlalu down. Jadi please tolong mengerti aku aku lelah Fin, aku rindu Ayah juga ibu."


Fina mendekat dan memeluk Meysha dan berkata, "Kamu sekarang punya aku Mey, yang in syaa Allah akan selalu ada untukmu di saat suka ataupun duka jadi kalau kamu butuh teman cerita aku siap mendengarkan jadi kamu tidak akan kesepian. Dan ya! Allah mengujimu karena Allah tahu kamu wanita kuat, wanita hebat, wanita penyabar dan in syaa Allah akan ikhlas dengan ketetapan-Nya seiring berjalannya waktu. Kamu boleh menangis, lelah boleh tapi jangan sampai menyerah, okey?"


"Aku hidup tidak mudah, Fin dari kelas 6 SD aku mengukir prestasi yang akhirnya menurun karena terlalu down pasca kehilangan kedua orangtuaku aku hidup dengan nenekku juga Kakak tapi aku merasa mereka hanya mementingkan hidupnya sendiri tanpa mau mementingkan aku, aku lelah Fin harus terus-menerus hidup sendiri disini kenapa? kenapa Ayah dan Ibu tega meninggalkanku sendiri?"


"Karena Beliau yakin kamu anak yang kuat dan pasti Beliau bangga karena melihatmu tegar disini walau Beliau tak hadir disini, tetap berpositif tingking Mey, masih banyak hal yang akan kamu lalui di depan jadi kalau ada masalah apapun kamu punya Fina yang akan selalu jadi teman berceritamu, tapi aku minta perbaiki diri walau kamu tak bisa berlari, berjalan saja dan kalau tak bisa berjalan merangkak pun tak apa asalkan kamu perbaiki diri ini untuk akhiratmu, Mey."


"Makasih ya Fin sudah mau mendengarkan keluh kesah yang selama beberapa tahun ini aku pendam sendiri."


"Ga perlu berterimakasih kita kan berteman, jadi harus saling ada dan saling membantu."


"Aku bersyukur Allah hadirkan kamu seolah kamu pelita di hidupku yang sudah tak ada cahaya." ucap Meysha dibalas senyuman oleh Fina.


Dari situ mereka berdua mulai dekat kembali walaupun Meysha masih canggung karena Fina selalu bersama para Osis, tapi Fina selalu ada ketika Meysha memintanya untuk bertemu hanya untuk berbincang atau bercerita.

__ADS_1


__ADS_2