258 HARI BERSAMAMU

258 HARI BERSAMAMU
Athara


__ADS_3

"Kak Atha." panggil perempuan yang menjadi panitia pendaftaran.


"Ada apa?" tanya Atha.


"Semua siswa dan siswi sudah datang semua, apakah pendaftaran bisa dimulai?"


"Silahkan, semua harus sesuai dengan yang sudah di rencanakan." perintah Atha.


"Baik Ka, Saya permisi Kak." ucap perempuan itu kemudian meninggalkan Atha dan Ara.


"Ayo! kamu cek fisik saja terlebih dahulu, disana tempatnya." ajak Atha.


"Baiklah." jawab Ara lalu mengikuti langkah Atha.


Disisi lain semua osis inti dan anggota sudah memulai pendaftaran dan sibuk dengan tugas masing-masing, berbeda dengan Atha ia sedang memfokuskan diri menyelesaikan pendaftaran Ara baru akan ikut andil dalam pendaftaran.


"Masuklah! didalam sudah ada guru juga petugas PMR, aku akan mengurus berkas-berkasmu dulu."


"Iya Kak, terimakasih sudah mau membantu." jawab Ara disertai senyum manisnya.


"Ini sudah menjadi tugasku." ucap Atha kemudian berlalu meninggalkan Ara yang sedang tersenyum entah apa yang difikirkannya.


Didalam ruang PMR, sudah ada guru dan petugas yang duduk di tempatnya masing-masing.


"Duduk, Dek." ucap petugasnya.


"Nggih, terimakasih Kak." jawab Ara disertai senyumnya.


"Nak, kamu dari SMP mana?" tanya Guru yang bername tag Juhartini.


"Dari SMPI 1 Kota Batu Bu." jawab Ara sopan.


"Sebutkan nama lengkap dan nama panggilanmu."


"Fina Nurul Muthaharah, biasa dipanggil Fina, Bu."


"Nama orang tuamu?"


"Bunda Humaira dan Ayah Abdullah, Bu."

__ADS_1


"Berapa saudara?"


"Dua, Bu."


"Alamat rumahmu?"


"Desa tulip, Bu."


"Baiklah cukup, Fina bisa langsung di cek fisiknya bersama Kak Nayra." titah Bu Juhartini.


"Baik, Bu. Terimakasih."


"Sama-sama, semoga bisa jadi murid yang bisa membanggakan SMKN 1 Malang."


"In syaa Allah, Bu. Aamiin Allahumma Aamiin."


5 menit berlalu Ara sudah selesai di cek fisik dan terbukti di bagian tubuhnya tak ada tatto secuilpun. Setelah di periksa Ara langsung keluar dan menunggu Atha di tempat duduk yang disediakan.


"Bismillah, Ya Allah ridhoi langkah Ara karena engkau Ara tetap kuat melangkah sejauh ini. Semoga Ara bisa buktikan kepada orang tua Ara, Ara bisa membuat mereka bangga dengan prestasi-prestasi Ara. Dampingi Ara disetiap langkah yang Ara pilih Ya Allah." do'a yang selalu Ara panjatkan, Ara selalu tegar di depan khalayak ramai tapi tidak di depan Rabb-Nya.


Aamiin allahumma aamiin, aku juga akan menemani setiap langkahmu Ra menjadi penyemangat untukmu dikala rapuh, aku tidak tahu apa masalahmu dengan orang tuamu, tapi aku akan tetap mendukung mu selalu Ara. Ucap Atha di dalam hatinya.


"Sudah, Ka." jawab Ara.


"Kamu sudah makan?"


"Sudah pagi tadi."


"Yuk makan dulu, kamu pulang bersamaku kan? aku masih pukul tiga baru pulang nanti."


"Baiklah, aku manut. Terimakasih sudah menuruti permintaanku tadi."


"Selagi aku bisa kenapa tidak?"


"Gombal banget si, playboy ya?"


"Hanya denganmu, yang lain tidak."


"Yuk makan aja nanti aku kelewat baper lho."

__ADS_1


"Yaudah yuk ke ruang osis." ucap Atha kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang osis.


"Kak?"


"Iya?"


"Aku mau nanya tapi jangan tersinggung."


"Ngga akan kok."


"Kakak ikhlas bantu aku?"


"Lillaahi ta'ala."


"Serius?"


"Duarius."


"Ih Kaka gitu tok ae."


"Aku kenapa?"


"Gajadi."


"Yaudah, udah sampai disini RO nya." instruksi Atha, dan langsung masuk ruang osis untuk mengambil makanannya untuk diberikan kepada Ara.


"Gih makan jangan sampe sakit, nanti aku lagi yang repot."


"Iya, Ka. Aku sakit ga pernah nyusahin orang ya." ketus Ara.


"Becanda, jangan cemberut gitu nanti cantiknya ilang lho."


"Emang aku ga cantik."


"Cantik banget kok."


"Kak Atha gombal terus. Nanti aku baper lho."


"Kamu baper nanti aku tanggung jawab"

__ADS_1


Pertemuan pertama yang sangat menyenangkan, diwarnai dengan canda dan tawa. Untuk pertama kalinya seorang Atha berani membuat perempuan baper, mungkinkah Atha jatuh hati pada pertemuan pertama kepada Ara? Tunggu kelanjutannya yaa🥰.


__ADS_2