3 Cinta

3 Cinta
17. Foto


__ADS_3

" Assalamualaikum."


"Waalaikum salam. Kenapa, cari siapa?"


" Ka Zahra ada? "


" Tunggu aku panggilkan. "


"Za, ada yang nyari kamu. Itu kayanya adik Ustadz furqan deh."


"Oiya, terimakasih. " lalu Zahra pun menuju ke pintu.


" Kenapa dik? "


" Anu Ka, "


"Anu apa, yang jelas? "


" Kaka Furqan masih kampung halaman, sedangkan aku jajannya habis. Aku bingung mau pinjam kemana. "


" Ooh ya sudah, perlu berapa? "


" Terserah Kaka, tapi 2 hari lagi Kaka Furqan datang. "


" Oh ya sudah, tunggu sebentar ya. "


Zahra pun mengambil Uang nya. Dan menyerahkan ke Adik Furqan.


" Segini cukup kan?, terserah aja mau kapan membalikkannya. Santay saja. "


" Iya kak, makasih. " dia pun berlari pergi dengan girang.


Zahra pun tersenyum.


" Jangan jadi kebiasaan, kamu itu di manfaatkannya oleh Furqan. Sekarang adiknya! " ucap Mba Lili dengan sewot.


" Hehe, ga pa-pa Mba. Tidak ada salahnya membantu dan memberi kepercayaan. Jika dia memang menyalah gunakan kepercayaan ku, itu membuktikan kualitas dia. "


Zahra pun berlalu. Ia tidak mau mengambil pusing tentang uang yang ia pinjamkan. Mau di kembalikan atau tidak. Bukan kaya, tapi hanya berbesar hari. Jikalau memang masih rezekinya, pasti akan kembali.


" Yaa aku kan hanya kasih saran. "


πŸ’πŸ’πŸ’


" Za, ini aku sudah langsung mencucikan hasil kameranya. "


" Wah terimakasih. Jadi merepotkan. "


" Coba lihat, mau lihat hasil fotonya. "


" Waah ini dimana?"


" Ini di Sungai Bengawan Solo. "


" Ohh ini yang dijadikan lagu itu. "


" Iya betul, ini foto kamu Za di Sunan Ampel. Cantik."


" Terimakasih, " Sahut malu-malu.


" Satu bulan lagi kami pulang. "


" Iya, tetap bisa telponan ya nanti. "


" Iya, " Sahut Zahra tertunduk. Ia bakal tidak bertemu lagi dengan Ustadz Furqan.


" Emm ya sudah. Aku mau ke asrama. "


" Iya Tadz. "


Zahra mau masuk ke dalam Asrama.


" Za, Linda mana? "


"Oh Linda. Tunggu sebentar ya Mas Hanif. "


Zahra pun mencari Linda, ternyata ia lagi mencuci pakaian.


" Linda , kamu dicari Mas Hanif tuh di kantin. "


" Hah , waduh lagi nyuci. Oke makasih ya Za. " dencan segera ia pun membersihkan dirinya dan pergi ke arah kantin.


Zahra pun tetap mengikutinya. Karena memang ia sedang membantu untuk menjaga kantin.


" Linda, "


" Iya Mas? "

__ADS_1


" Ya ga pa-pa, kangen aja pengen ngobrol. "


Zahra pun hanya duduk terdiam mendengarkan mereka ber bincang-bincang.


" Za, kamu mau apa? Mas hanif nanya! "


" Hah, memang ada apa? "


" Mas Hanif mau ke Surabaya, mau nitip apa? "


" Ga tahu, ga usah deh. "


" Tu dengar sendiri kan. "


" Oke lah. Kalo begitu. Nanti ta pilih-pilih sendiri aja mana yang cocok ya oleh-oleh nya. "


Terdengar langkah Kaki, dan memasuki kantin.


" Hayooo ngapain? "


" Apa? "


" Kamu ni Daus Daus.. "


" Firdaus. Jangan disingkat-singkat ah. Kebiasaan Mas nih! "


" Lin, mana Zahra. "


" Ada tuh ..." Linda pun menunjuk Zahra yang berada di pojok terlindung oleh bilik kaca wartel.


" Zaah.. Raaaa. Eh Kamu ngapain disini jadi obat nyamuk saja! "


" Haha, engga kok. Emang giliran jaga kantin. "


" Ohhh gitu. Eh esok aku ke Surabaya, mau oleh-oleh apa? "


" Ya terserah kamu aja. Aku ga tahu ! "


" Emmm gitu yaaa. Oke lah, "


" Eh Fir, kamu itu mirip artis Fir. "


" Mirip siapa? " tanya Firdaus kepada Linda.


" Yang nyanyi itu looo. Sephiaaaaa malam ini ku tak kan daaataanggg, " Linda melantunkan lagu.


" Masa, mirip dari mananya. "


" Dari ujung sedotan kaliiiii..., " ucap Mas Hanif


Semuanya pun akhirnya tertawaa.


" Yeee, Kalo aku mirip siapa? "


" Kalo mas Hanif mirip, Hengky Kurniawan. "


" Masa? "


" Siapa Za Hengky Kurniawan? " Sahut Firdaus.


" Yeee ga tahu dia, itu aktor indonesia. " Ucap Linda.


" Ayoo ada apa rame sekali, " Sahut Abuya datang menghampiri.


" Ini Buya, Mereka memirip-miripkan kami dengan artis, " Ucap Mas Hanif kepada Abuyanya.


"Hahaha Artis dari mana? "


" Artis Indonesia Buya. "


" Hahaha, ada-ada saja kalian ini. " Abuya tertawa mendengar kalimat itu saat anak-anaknya dimiripkan dengan para artis.


" Gimana Zahra dan Linda perasaanya, sebentar lagi bakal selesai dan bakal balik Ke Kalimantan? "


" Emmm Ada senang, ada sedihnyaa. "


"Bilang saja sama Kiyai nya di Kalimantan tambah 1 tahun lagi. Padahal sih bagusnya 3 tahun disini. "


" Iya, maunya sih gitu Buya. Tapi kami pulang dulu. "


"Iya yaa. Rindu dengan Orang tua ya. Sama kampung halaman juga yaa. "


" Inggih Abuya. "


πŸ’πŸ’πŸ’


Malam hari...

__ADS_1


"Za, malam ini begadang yu sambil mendengarkan Walkman radionya. "


"Emang ada siaran malam. "


" Ada kok, " Sahut Aya antusias.


Akhirnya Aya dan Zahra janjian tidur secara bersampingan. Dan headset pun dipakai berdua. Dan memulai mencari sinyai di walkman mereka.


[Selamat Malam Anda sedang mendengarkab Kisah Tengah Malam dengan Juduk, Jeritan Dalam Kubur. ]


"Iiih Pindah Ay, Pindah chanelnya. Itu kisah hantu. "


[🎢Ada apaa dengan mu... ]


" Nah ini Asyik nih dengar lagu. Pindah lagi, cari lagi Ay"


[******* pada malam hari, semakin terdengar... ]


" Kita pindah ya Za. "


" Kenapa? "


[ sstttt... Sstttttt..... ]


" Itu kisah mesum, nah hilang dah sinyalnya. "


[ 🎢Hanyaa malam dapat meleburkan segala rasa. Yang tak terungkapkan tapi mengapa, kau tak berubah. Adaaa apaa dengan muuuuuu.... ]


" Nah ini aja sudah, lagu dari siapa ya ini. Aku baru dengar langsung suka. "


[Baik para pendengar setia di tengah malam ini, baru saja kita dengar lagu dari Peterpan yang dinyanyikan oleh Ariel, kita dapat salam dari seorang penggemar.... ]


Aya dan Zahra pun asyik mendengar kan musik.


" Heey heyy. Ikutan dong! " Nuri datang mengambil headset di telinga Aya.


"Idihhh kamu ini tanpa permisi. "


" Kalian cuma asyik berdua sih. "


" Hey Ada apa dengan kalian ribut sekali! Ayo tidur!" Ustadzah pun datang dan menegur mereka.


" Iya Ustadzah, "


Lalu mereka pun bersiap dan mengambil selimut.


Di dalam selimut Aya da Zahra masih mendengarkan radio. Mereka tidak ketahuan karena memakai head set.


" Ssssttttt.... D. I. A. M, " ucap Aya dengan pelan, hanya komat-kamitnya saja.


πŸ’πŸ’πŸ’


" Za ada Ustadz Baru lo, katanya dia itu anak Kiayi, dia lulusan Gontor. Dia kesini dikirim untuk belajar jadi Ustadz. "


" Ohhh. "


" Nanti saat kita makan, siapa tahu beruntung bisa melihatnya. "


Setelah sholat Zuhur. Mereka ber lima pun bersiap pergi ke Dapur Umum. Dan bertepat dengan para Ustadz pun istirahat.


"Lin, Linda, itu lo Ustadz yang baru, " Ucap Aya sambil mencolek pinggang Linda.


Zahra pun memperhatikan 4 orang pria yang keluar dari kantor. Ustadz Mulkan, Ustadz Furqan, Ustadz Ridho. Dan seseorang yang baru dia lihat.


Pembawaannya tenang, wajahnya teduh. Dia memakai peci hitam, pakai kemeja dan celana hitam.


Zahra terpana melihat sosok itu. Ustadz itu tidak seperti Ustadz yang pernah ia kenal, tidak neko-neko. Tidak melirik ke wanita, tidak cengengesan, dan tidak cari perhatian.


"Za, mau makan ya?" Tanya Ustadz Furqan.


Zahra tidak menjawab, ia hanya mengangguk dan tidak lepas dari memandang Ustadz baru itu.


"Begitulah sosok yang dicari, ustadz yang benar-benar dengan ilmunya, seandainya ia jadi Imam ku kelak, " Batin Zahra


"Zaa.Zahraaa." Linda menyadarkan lamunan nya


"Hah, hah, apa? kenapa ? "


" Kamu kenapa bengong? "


" Ga Pa-pa, ayo makan. "


" Tadi ustadz Furqan bingung lo liat kamu hanya mengangguk saja menjawab dia. Kamu baik-baik saja kan? "


" Baik,... Baik... Kok. Hahaha. " zahra langsung menggandeng Linda ke arah dapur umum.


" Ayooo kita makannn! "

__ADS_1


" kenapa sih dia itu! " Nuri mempertanyakan Tingkah Zahra yang aneh.


"Entahlah., aku juga heran. " Risa menimpali.


__ADS_2